Pemkab Sumenep Hanya Rehab 3 Pasar Tahun 2026, Dewan Kritik Perbaikan Kurang Signifikan

Pemkab Sumenep Hanya Rehabilitasi Tiga Pasar pada 2026 Akibat Keterbatasan Anggaran

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) hanya mampu merehabilitasi tiga pasar pada tahun 2026. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan anggaran yang dimiliki pihak DKUPP. Ketiga pasar tersebut adalah Pasar Gapura, Pasar Manding, dan Pasar Pabrik.

Kepala Bidang Perdagangan DKUPP Sumenep, Idham Halil, menjelaskan bahwa sebagian besar kondisi pasar di Sumenep memang membutuhkan perbaikan. Namun, karena keterbatasan dana, pihaknya belum bisa mengakomodasi seluruh kebutuhan dalam waktu bersamaan.

Bacaan Lainnya

“Tahun ini hanya tiga pasar yang akan direhabilitasi, yakni Pasar Gapura, Pasar Manding, dan Pasar Pabrik,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP), anggaran yang disiapkan untuk masing-masing pasar berkisar puluhan juta rupiah. Untuk Pasar Manding dialokasikan Rp 60.324.321, Pasar Gapura Rp 46.319.915, dan Pasar Pabrik sebesar Rp 59.866.162. Saat ini, proses rehabilitasi masih dalam tahap perencanaan.

Idham menambahkan bahwa ketiga pasar tersebut diprioritaskan karena tingkat kerusakannya dinilai cukup parah dan berpotensi mengganggu aktivitas pedagang maupun pengunjung. Perbaikan difokuskan pada bangunan agar tetap layak digunakan.

“Secara bertahap semua pasar akan kami perbaiki,” tuturnya.

Penilaian dari DPRD Sumenep

Terpisah, anggota Komisi II DPRD Sumenep, Juhari, menilai langkah tersebut belum sepenuhnya menjawab kebutuhan di lapangan. Menurutnya, masih banyak pasar lain yang kondisinya memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.

“Pasar itu menyangkut hajat hidup pedagang kecil. Jangan sampai perbaikannya setengah-setengah,” tegasnya.

Ia pun mendorong Pemkab Sumenep untuk menyusun perencanaan revitalisasi pasar secara lebih komprehensif. Juhari menekankan bahwa pasar tradisional adalah urat nadi perekonomian masyarakat kecil, sehingga penanganannya harus lebih serius.

Prioritas Perbaikan Fasilitas Pasar

Perbaikan yang dilakukan DKUPP Sumenep tidak hanya terbatas pada struktur bangunan, tetapi juga mencakup fasilitas pendukung seperti saluran air, listrik, dan area parkir. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kenyamanan serta keselamatan para pengguna pasar.

Selain itu, pihak DKUPP juga berencana untuk melakukan evaluasi berkala terhadap kondisi pasar-pasar yang telah direhabilitasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa perbaikan yang dilakukan dapat bertahan dalam jangka panjang dan tidak mudah rusak kembali.

Masa Depan Revitalisasi Pasar Tradisional

Meski saat ini hanya tiga pasar yang mendapatkan prioritas perbaikan, DKUPP Sumenep berkomitmen untuk terus memperbaiki kondisi pasar-pasar lainnya secara bertahap. Dengan adanya rencana perencanaan yang lebih matang, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat serta meningkatkan kualitas perdagangan di wilayah Sumenep.

Dalam beberapa tahun ke depan, pihak DKUPP juga berencana untuk menggandeng pihak swasta atau lembaga donor dalam upaya mendanai perbaikan pasar-pasar yang lebih luas. Dengan kolaborasi yang lebih baik, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal.

Kesimpulan

Perbaikan tiga pasar pada tahun 2026 menjadi langkah awal yang penting untuk meningkatkan kualitas fasilitas perdagangan di Sumenep. Meskipun masih ada tantangan terkait anggaran, DKUPP Sumenep tetap berkomitmen untuk terus memperbaiki kondisi pasar tradisional secara bertahap. Dengan perencanaan yang lebih baik dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan pasar-pasar di Sumenep dapat menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi para pedagang maupun pengunjung.


Pos terkait