Presiden Donald Trump menyatakan bahwa usulan terbaru mengenai gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran “tidak cukup baik”, menjelang tenggat waktu yang semakin dekat bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi serangan besar-besaran terhadap infrastruktur sipilnya.
“Mereka mengajukan proposal, dan itu adalah langkah yang signifikan,” kata Trump kepada wartawan di halaman selatan Gedung Putih saat berada dalam acara tradisional menggulirkan telur Paskah, Senin (6/4) waktu setempat. Ia menambahkan, “Itu tidak cukup baik, tetapi itu langkah yang sangat signifikan.”
Selama konferensi pers di Gedung Putih, Trump mengulangi ancamannya untuk menyerang infrastruktur energi dan transportasi Iran pada hari Selasa pukul 8 malam ET jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya memiliki rencana jika kesepakatan tidak tercapai tepat waktu.
“Kami memiliki rencana karena kekuatan militer kami, di mana setiap jembatan di Iran akan hancur pada pukul 12 malam besok, di mana setiap pembangkit listrik di Iran akan berhenti beroperasi, terbakar, meledak, dan tidak akan pernah digunakan lagi,” ujar Trump.
Iran telah menolak usulan gencatan senjata sementara dan justru menuntut agar perang diakhiri secara permanen. Menurut laporan media pemerintah Iran, IRNA, Teheran memberikan tanggapan resmi 10 poin kepada AS melalui Pakistan sebagai mediator. Tanggapan tersebut mencakup “protokol untuk jalur aman melalui Selat Hormuz, rekonstruksi, dan pencabutan sanksi.”
Sejak perang dimulai pada 28 Februari, Iran secara efektif telah menutup Selat Hormuz, koridor pengiriman minyak utama. Parlemen Republik Islam pekan lalu mengesahkan RUU untuk melegalkan pengumpulan tol pada kapal yang melintasi jalur air tersebut, meskipun rute tersebut sebagian besar masih diblokir.
Saat ditanya apakah ia bersedia membiarkan perang berakhir dengan Iran terus memungut tol, Trump menjawab, “Bagaimana dengan kita yang memungut tol?” Ia menambahkan, “Saya lebih suka melakukan itu daripada membiarkan mereka memungutnya, kan? Mengapa tidak? Kita pemenangnya. Kita menang.”
Trump juga menyatakan bahwa Iran hanya mengandalkan psikologi, seperti ancaman “mengirimkan beberapa ranjau di air.”
Ancaman agresif Trump di Truth Social menunjukkan bahwa ia secara diam-diam memperpanjang jeda 10 hari yang sebelumnya diberlakukan untuk serangan, yang seharusnya berakhir pada hari Senin.
Gencatan senjata 45 hari yang dilaporkan sedang dibahas antara AS dan Iran bisa menjadi upaya terakhir untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama lima minggu. Namun, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa Trump belum mendukung gagasan tersebut.
“Ini adalah salah satu dari banyak ide, dan [Trump] belum menyetujuinya,” kata pejabat tersebut. Ia juga menegaskan bahwa operasi Epic Fury terus berlanjut.
Pernyataan Trump sebelumnya menunjukkan bahwa Iran sendiri telah mengajukan proposal tersebut. Namun, Teheran secara eksplisit menolak gencatan senjata sementara dan menyerukan penyelesaian perang secara permanen.
Dalam ancaman media sosial yang penuh kata-kata kasar pada hari Minggu, Trump memperingatkan bahwa AS akan memulai serangan terhadap jembatan dan pembangkit listrik Iran kecuali Teheran setuju untuk “Membuka Selat Sialan” pada Selasa malam.
Proposal 45 hari ini, yang pertama kali dilaporkan oleh Axios pada Minggu malam, mengutip sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut. Namun, pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa Trump belum menyetujui ide tersebut.
Satu-satunya yang akan menetapkan gencatan senjata adalah Trump, demikian katanya saat ditanya tentang usulan tersebut pada acara Paskah.
CO.ID, SURABAYA – Pelatih Persita, Carlos Pena, menilai bahwa kunci kemenangan Persebaya adalah kemampuan mereka…
Perang Timur Tengah: Trump Pastikan Negosiasi Tak Terhambat Meski Pesawat AS Ditembak Presiden Amerika Serikat,…
Kiano dan Kenzo Rayakan Lebaran di Purwakarta, Baim Wong Berjuang Membagi Waktu Baim Wong dan…
Pernyataan Pejabat Keamanan Iran tentang "Kejutan Besar" bagi AS dan Israel Seorang pejabat keamanan Iran…
Inovasi Terbaru BYD dalam Pengembangan Infrastruktur Kendaraan Listrik BYD, perusahaan otomotif ternama asal Tiongkok, baru…
Ari Lasso dan Putri-Putrinya Jelajahi Keindahan Barcelona, Kombinasikan Liburan Keluarga dan Gairah Sepak Bola Di…