Jenazah tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi menjaga perdamaian di Lebanon akhirnya tiba di Indonesia. Mereka tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang pada Sabtu (4/4) sekitar pukul 17.45 WIB.
Ketiga prajurit itu adalah Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) M. Nur Ichwan dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadon. Di Bandara Soetta mereka disemayamkan, sejumlah pejabat datang untuk memberi penghormatan terakhir. Selepas persemayaman, jenazah tiga prajurit diterbangkan ke kampung halaman masing-masing. Berikut rangkumannya.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara penghormatan terakhir tiga prajurit perdamaian RI yang gugur di Lebanon. Acara tersebut diadakan di gedung VVIP terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.
Prabowo tiba sekitar pukul 18.46 WIB dengan mengenakan jas dan peci berwarna hitam. Kedatangan Prabowo langsung disambut Menlu Sugiono, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Setelah tiba, Prabowo memasuki lokasi acara diapit oleh Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Sugiono. Prabowo akan bertindak sebagai pemimpin upacara penghormatan terakhir.
Saat tiba di ruangan, Prabowo didampingi oleh Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto langsung mendatangi peti-peti jenazah para prajurit itu. Mula-mula ia menenangkan keluarga para prajurit, menyalami, dan sedikit bercakap dengan mereka. Lalu, Prabowo bergeser ke arah foto, diam sejenak, lalu memberi sikap hormat yang sempurna.
Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menghadiri persemayaman tiga prajurit Satgas UNIFIL yang gugur di Lebanon Selatan, di Bandara Soekarno-Hatta. SBY tampak berdiri di sebelah Presiden Prabowo Subianto saat upacara persemayaman berlangsung. Ia memakai jas dengan baret biru.
Baret biru ini identik dengan baret yang dikenakan pasukan perdamaian TNI. Baret itu biasanya dipakai oleh Prajurit TNI yang berdinas di PMPP (Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian). SBY yang merupakan purnawirawan TNI sendiri pernah memimpin pasukan perdamaian. Kala itu, tahun 1993-1995, ia memimpin Kontingen Garuda XIV dikirim ke Bosnia-Herzegovina. Tugas SBY dan pasukannya adalah mengawasi gencatan senjata antara kedua negara yang berseteru.
Ketiga jenazah prajurit itu disemayamkan di VIP Lounge Terminal 3 Bandara Soetta. Peti mereka diselimuti bendera merah-putih. Tangis keluarga pun pecah tatkala peti-peti itu dijejerkan di tempat persemayaman. Di atas peti para prajurit yang gugur itu, para keluarga bersimpuh sambil menghabiskan air matanya.
Mereka mengusap-usap peti mati yang membawa jenazah dari Turki tadi. Muka mereka menunduk, air mata tak tertahan di atas peti mati itu. Para anggota keluarga yang bersedih pun ditenangkan oleh para prajurit yang bertugas. Pundak mereka diusap, punggung mereka ditepuk.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan bangsa Indonesia berduka atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam tugas mulia sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon. “Kami, saudara-saudara sebangsa dan setanah air, mengecam keras setiap tindakan keji yang merusak perdamaian dan menyebabkan gugurnya para prajurit terbaik bangsa,” kata Prabowo dikutip dari Instagramnya.
Prabowo menegaskan, meski ketiganya gugur, negara akan selalu hadir untuk menghormati jasa para pahlawan, menjaga kehormatan prajurit, serta memastikan pengorbanan mereka tidak pernah dilupakan. “Mari kita lanjutkan semangat dan tekad untuk menjaga perdamaian, serta tidak memberi ruang bagi siapa pun yang berusaha memecah belah kebersamaan dan kerukunan bangsa,” pungkas Prabowo.
Usai disemayamkan di VIP Lounge Terminal 3 Soetta, ketiga jenazah itu diserahkan ke satuannya, yakni TNI AD. Upacara penyerahan dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Maruli Simanjuntak sebagai inspektur upacara. “Menerima jenazah Mayor Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon, selanjutnya jenazah almarhum akan saya antarkan ke tempat pemakamannya untuk dimakamkan secara militer,” ucap Maruli di atas podium.
Ketiga jenazah pun dibawa ke dalam pesawat C-130 Hercules dan CN-295 yang telah disiapkan untuk mengantarkan mereka ke daerah masing-masing. Adapun Serka Ichwan dan Kopda Farizal akan diantarkan ke Yogyakarta. Sementara, Mayor Zulmi akan diantarkan ke Bandung.
Kedatangan jenazah Serka (Anumerta) M. Nur Ichwan di rumah duka di disambut isak tangis keluarga dan tetangganya. Bahkan adik kandung almarhum sempat pingsan. Jenazah almarhum tiba di rumah duka di Desa Deyangan, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, pada Sabtu (4/4) sekitar pukul 22.45 WIB dengan dikawal prajurit TNI.
Jenazah diberangkatkan melalui Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara Adisutjipto sebelum akhirnya tiba di rumah duka. Hingga saat ini, antrean salat jenazah terus mengular. Warga dan keluarga menunggu antrean agar bisa memberikan penghormatan terakhir kepada prajurit TNI itu.
Jenazah Mayor Zulmi Aditya Iskandar tiba di rumah duka di Kampung Cikendal, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, pada pukul 21.15 WIB. Kedatangan jenazah disambut tangis oleh keluarga, kerabat, serta warga yang telah menunggu.
Pantauan di lokasi, iring-iringan kendaraan TNI yang membawa jenazah memasuki area rumah duka dengan pengawalan ketat. Sejumlah anggota TNI tampak berjajar memberikan penghormatan saat peti jenazah diturunkan dari kendaraan. Suasana seketika berubah menjadi penuh duka. Tangis keluarga pecah saat peti jenazah dibawa masuk ke dalam rumah. Beberapa anggota keluarga terlihat tak kuasa menahan kesedihan dan saling berpelukan. Warga yang memadati sekitar rumah duka juga tampak menundukkan kepala, ikut larut dalam suasana duka. Sejumlah pelayat turut melafalkan doa saat prosesi penyambutan berlangsung.
Isak tangis mengiringi kedatangan jenazah Kopda (anumerta) Farizal Rhomadhon di rumah duka di Ledok, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo.
Jenazah Kopda Farizal tiba di rumah duka sekitar pukul 22.45 WIB. Jenazah diterbangkan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Adisutjipto, Sleman. Tangis keluarga dan kerabat pecah begitu jenazah dikeluarkan dari ambulans. Tampak pula istri, kakak kandung dan orang tua Kopda Farizal tak kuasa menahan air mata. Berulang kali peti jenazah yang dibalut bendera Merah Putih dipeluk oleh keduanya. Warga sekitar sejak pukul 19.00 WIB telah berkumpul di rumah duka untuk menggelar doa dan tahlilan. Usai tahlilan, mereka tak beranjak pulang tetapi tetap menunggu kedatangan jenazah. Ketika jenazah tiba, masyarakat secara bergantian melakukan salat jenazah.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…