Tempe gembus adalah salah satu kuliner tradisional yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi di kawasan Solo Raya, Jawa Tengah. Meskipun tidak sepopuler tempe kedelai, tempe gembus memiliki keunikan tersendiri baik dari segi bahan baku maupun kandungan nutrisinya. Awal mula kemunculannya terkait dengan masa krisis pangan pada tahun 1943, saat masyarakat mencari alternatif makanan yang bisa bertahan hidup.
Tempe sendiri diperkirakan telah ada sejak abad ke-12, tercatat dalam karya sastra Jawa seperti Serat Sri Tanjung dan Serat Centhini. Nama “tempe” diduga berasal dari bahasa Jawa Kuno “tumpi” yang berarti makanan berwarna putih. Berbeda dengan tempe kedelai yang dibuat dari kedelai utuh, tempe gembus terbuat dari ampas tahu hasil produksi tahu. Karena terbuat dari sisa ampas, tempe gembus biasanya lebih murah dan sering digunakan sebagai pakan ternak.
Meski teksturnya lebih empuk dan kandungan proteinnya lebih rendah dibandingkan tempe kedelai, tempe gembus justru kaya akan serat, asam lemak esensial, dan isoflavon hasil fermentasi. Hal ini membuatnya tetap bernilai gizi meskipun bahan bakunya dianggap sebagai limbah.
Bahan utama pembuatan tempe gembus adalah ampas tahu yang telah dimasak dan didinginkan. Setelah kadar airnya dikurangi, ampas ini dicampur dengan kapang tempe, yaitu Rhizopus oligosporus atau Rhizopus arrhizus, yang sama seperti yang digunakan dalam tempe kedelai biasa. Fermentasi berlangsung selama sekitar 20 jam setelah inokulasi. Tempe gembus akan berada dalam kondisi terbaik untuk dikonsumsi hingga usia 28 jam. Setelah itu, terutama memasuki usia 44–48 jam, tempe mulai mengalami penguraian protein yang ditandai dengan bau amoniak yang menyengat.
Meskipun berbahan dasar limbah, tempe gembus masih mengandung nutrisi penting, meskipun jumlahnya lebih rendah dibandingkan tempe kedelai. Berikut adalah nilai gizi per 100 gram:
Selain itu, tempe gembus juga mengandung berbagai asam lemak esensial seperti:
Hasil fermentasi juga menghasilkan isoflavon seperti daidzein dan genistein, yang dikenal sebagai senyawa bioaktif dengan potensi antioksidan. Kadar tertingginya ditemukan pada fermentasi hari ke-3, yaitu:
Di masyarakat Solo Raya, tempe gembus sering dimasak dengan cara:
Di Jawa Timur, tempe ini dikenal pula dengan sebutan tempe menjes. Teksturnya yang empuk dan rasanya yang gurih membuatnya cocok sebagai lauk atau camilan.
Salah satu inovasi kuliner dari tempe gembus adalah sate kere, makanan khas Solo yang memanfaatkan tempe gembus dan jeroan sapi seperti paru dan usus sebagai bahan utama. Sate ini dilengkapi dengan bumbu kacang atau sambal kecap, seperti sate pada umumnya.
Asal usul nama “kere” yang berarti “gelandangan” atau kalangan bawah menggambarkan bagaimana makanan ini menjadi simbol kreativitas masyarakat miskin yang ingin menikmati sate, makanan yang dahulu hanya bisa dinikmati kalangan atas.
Salah satu penjual sate kere yang legendaris di Solo adalah Sate Kere Yu Rebi. Warung ini berlokasi di Jalan Kebangkitan Nasional, Solo, dan menjadi salah satu warung legendaris yang mempertahankan tradisi ini sejak tahun 1970. Berawal dari berkeliling kampung, pada 1986 warung ini resmi berdiri dan kini memiliki tiga cabang utama di Solo, termasuk di pusat kuliner malam Galabo.
Keistimewaan sate kere Yu Rebi tidak hanya di hati warga Solo, tapi juga Jokowi dan keluarganya. Dalam berbagai acara penting keluarga Mantan Presiden, seperti pernikahan putrinya, hingga 4.000 tusuk sate kere disajikan sebagai hidangan spesial. Bahkan putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, dikenal sebagai pelanggan setia.
bali. , DENPASAR – Warga Kota Denpasar, Bali, bisa memanfaatkan waktu sejenak untuk melakukan proses…
Tragedi Malam di PIK: Fortuner Mabuk Tewaskan Dua Orang, Tujuh Terluka Sebuah insiden tragis mengguncang…
Penampilan Ji Chang Wook dalam Film Colony yang Membuat Antusiasme Meningkat Ji Chang Wook kembali…
Manfaatkan Layanan Scaling Gigi Gratis Melalui BPJS Kesehatan Banyak orang menghindari prosedur scaling atau pembersihan…
Perampokan Berdarah Nenek 80 Tahun di Jambi Peristiwa tragis terjadi di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung…
Prakiraan Cuaca Wilayah Banten Hari Ini Hari ini, Minggu 5 April 2026, prakiraan cuaca di…