Harga Komoditas: Minyak Mentah Naik 3% ke USD 112/Barel, Timah Turun Sedikit



Harga minyak mentah mengalami kenaikan signifikan pada hari Jumat (20/3), dengan berada di level tertinggi dalam hampir empat tahun. Kenaikan ini terjadi karena Irak menyatakan keadaan kahar (force majeure) pada semua ladang minyak yang dikembangkan oleh perusahaan minyak asing, sementara AS bersiap mengerahkan ribuan marinir tambahan ke wilayah Timur Tengah.

Berdasarkan laporan dari Reuters, kontrak berjangka Brent untuk Mei ditutup naik sebesar 3,26 persen, mencapai USD 112,19 per barel, yang merupakan harga tertinggi sejak Juli 2022. Sementara itu, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk April, yang berakhir pada hari Jumat, juga mengalami kenaikan sebesar 2,27 persen, dengan harga akhir sebesar USD 98,32 per barel.

Bacaan Lainnya

Harga Batu Bara

Harga batu bara ICE Newcastle juga mengalami peningkatan pada penutupan perdagangan Jumat. Menurut situs Barchart, harga batu bara untuk kontrak April 2026 naik sebesar 0,9 persen dan berada di kisaran USD 146,50 per ton.

Harga Minyak Kelapa Sawit (CPO)

Sementara itu, harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) berjangka Malaysia juga mengalami kenaikan pada penutupan perdagangan terakhir, yaitu pada hari Rabu (18/3). Berdasarkan data dari situs tradingeconomics, harga CPO naik sekitar 1,78 persen menjadi sekitar MYR 4.580 per ton.

Harga Nikel

Harga nikel terpantau mengalami kenaikan pada penutupan perdagangan Jumat. Berdasarkan data dari London Metal Exchange (LME), harga nikel naik tipis sebesar 0,21 persen menjadi USD 17.019 per ton.

Harga Timah

Di sisi lain, harga timah mengalami penurunan pada penutupan perdagangan Jumat. Berdasarkan data dari situs London Metal Exchange (LME), harga timah sedikit turun sebesar 0,6 persen dan menetap di kisaran USD 43.279 per ton.



Pergerakan harga komoditas ini menunjukkan ketidakstabilan pasar global yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk situasi geopolitik dan kebijakan pemerintah. Dengan adanya kondisi seperti ini, para pelaku pasar dan investor perlu tetap waspada terhadap perubahan-perubahan yang bisa memengaruhi harga komoditas secara keseluruhan.

Pos terkait