Gubernur Jambi Mengambil Tindakan Langsung untuk Menyelamatkan Warga yang Terjebak dalam Penipuan Loker di Kamboja
Gubernur Provinsi Jambi, Al Haris, telah mengambil langkah konkret untuk memulangkan tiga warga Jambi yang terjebak dalam sindikat penipuan lowongan kerja (scam) di Kamboja. Langkah ini dilakukan setelah dirinya menghubungi langsung para korban dan menyatakan komitmen penuh untuk membantu mereka kembali ke tanah air.
“Saya sudah kontak langsung sama orang yang bersangkutan tadi malam, ada tiga orang yang akan kembali ke Jambi,” ujar Al Haris pada Senin (6/4/2026). Ia menjelaskan bahwa dana pemulangan akan dibebankan dari uang pribadinya, meskipun masih ada ketidakpastian terkait biaya tiket pesawat.
Perubahan Biaya Tiket yang Membuat Kekacauan
Awalnya, informasi yang diterima oleh Gubernur Al Haris menyebutkan bahwa biaya tiket per orang sebesar Rp3,5 juta, sehingga total biaya untuk tiga orang adalah Rp10,5 juta. Namun, informasi tersebut berubah drastis menjadi Rp14 juta. Hal ini membuat Gubernur ragu untuk segera mentransfer dana.
“Tadi pagi ada info lagi Rp14 juta. Nah, saya mau kirim, ragu saya kirimkan tadi. Maka saya disnaker komunikasi langsung dengan kedubes,” jelas Al Haris. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan mencari kejelasan apakah kenaikan harga tersebut untuk satu orang atau total keseluruhan, agar bantuan dapat tepat sasaran.
Mekanisme Penyaluran Dana Melalui Jalur Resmi
Untuk menghindari risiko keamanan dan memastikan dana benar-benar digunakan untuk pemulangan, Pemerintah Provinsi Jambi tidak akan mengirimkan dana langsung ke rekening pribadi para korban. Sesuai arahan Gubernur, dana akan disalurkan melalui mekanisme diplomatik yang sah.
“Saya ada di sini ada uang pribadi saya untuk ngirim, tapi tinggal lagi mekanisme yang ada di Kamboja. Jadi tiket (uang) itu betul-betul kita serahkan ke badan perwakilan dari pemerintah RI yang di Kamboja,” tegas Al Haris.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jambi, Akhmad Bestari, menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan tracking mendalam mengenai fluktuasi biaya pemulangan tersebut. Selain itu, Koordinator P4MI Jambi, Deliyus Eka Putra, menambahkan bahwa koordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja adalah langkah paling aman.
“Enggak ke person (korban), kita minta fasilitasi karena biar lebih aman gitu,” ujar Deliyus.
Langkah Kolaborasi dengan KBRI
Langkah koordinasi dengan KBRI diambil untuk memastikan keamanan dan kelancaran proses pemulangan para korban. Gubernur Al Haris mengatakan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan KBRI untuk memastikan bahwa semua prosedur sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
Pemulangan para korban juga akan dipastikan melalui jalur resmi, sehingga tidak ada kemungkinan adanya penyalahgunaan dana atau risiko lainnya. Dengan demikian, masyarakat Jambi dapat merasa tenang bahwa pemerintah provinsi berkomitmen penuh dalam melindungi warganya yang terjebak dalam skenario penipuan seperti ini.







