Nasib PSMS Medan Gagal Promosi, Komentar Pelatih Ayam Kinantan

PSMS Medan Gagal Promosi ke Liga 1, Pelatih Ajak Pemain Tetap Semangat

PSMS Medan, yang dikenal sebagai tim legendaris di Sumatra Utara, akhirnya harus menerima kenyataan pahit bahwa mereka gagal promosi ke Liga 1 Indonesia atau Super League musim depan. Kekecewaan ini datang setelah tim Ayam Kinantan kalah dalam pertandingan melawan Persikad Depok, yang berakhir imbang 2-2 di Stadion Pakansari, Bogor, pada Minggu (5/4/2026).

Hasil imbang tersebut membuat PSMS Medan mengoleksi total 31 poin dari 23 pertandingan yang telah dijalani. Dengan raihan delapan kemenangan, tujuh hasil imbang, dan delapan kekalahan, posisi mereka saat ini berada di peringkat keenam klasemen sementara Grup A Pegadaian Championship musim 2025/2026.

Bacaan Lainnya

Secara matematis, peluang PSMS untuk menembus zona promosi sudah sangat tipis. Meskipun masih menyisakan tiga pertandingan, poin maksimal yang bisa diraih hanya sebesar 40 angka jika PSMS mampu memenangkan seluruh laga tersisa. Namun, jumlah tersebut tetap tidak cukup untuk mengejar Adhyaksa FC yang saat ini mengumpulkan 44 poin. Bahkan, untuk menyamai perolehan poin pun terasa mustahil.

Situasi serupa juga terjadi dalam persaingan untuk posisi runner-up. Garudayaksa FC, yang berada di peringkat kedua, telah mengumpulkan 42 poin. Angka ini jauh di atas kemampuan PSMS Medan untuk mengejar.

Di bagian tengah klasemen, persaingan juga berlangsung ketat. Persiraja Banda Aceh dan Sumsel United FC sama-sama memiliki 37 poin, sedangkan FC Bekasi City berada di peringkat kelima dengan 36 poin. Tim-tim ini masih memiliki peluang untuk menambah poin, terutama FC Bekasi City yang belum menjalani laga melawan Persekat Tegal.

PSMS Medan sendiri masih harus menjaga posisinya dari kejaran Persikad Depok yang kini mengumpulkan 30 poin di peringkat ketujuh. Di bawahnya, PSPS Pekanbaru dengan 28 poin, Persekat Tegal dengan 22 poin, serta Sriwijaya FC yang masih terpuruk di dasar klasemen dengan dua poin.

Dengan selisih poin yang cukup jauh dari papan atas serta keterbatasan poin maksimal yang bisa diraih, PSMS Medan dipastikan tidak lagi memiliki peluang untuk finis di zona promosi. Tiga pertandingan tersisa kini menjadi kesempatan terakhir bagi tim untuk memperbaiki posisi akhir klasemen sekaligus menutup musim dengan hasil yang lebih positif.

Pelatih Minta Pemain Tak Kehilangan Semangat

Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, mengakui bahwa jarak poin antara timnya dengan papan atas memang cukup jauh. Meski demikian, ia tetap meminta para pemain untuk tidak kehilangan semangat dalam menghadapi sisa kompetisi.

“Memang sudah jauh, tapi kami sepakat dengan pemain, di tiga pertandingan sisa ini akan kami maksimalkan supaya bisa naik posisi, minimal ke lima besar,” ujarnya kepada Tribun Medan, Senin (6/4/2026).

Selanjutnya, PSMS akan kembali melakoni laga tandang dengan menghadapi tim papan atas, Garudayaksa FC, di Stadion Pakansari, Bogor, pada 11 April. Pertandingan ini diprediksi menjadi salah satu penentu, mengingat Garudayaksa saat ini berada di posisi kedua klasemen.

Setelah dua laga away beruntun, PSMS Medan baru akan kembali bermain di hadapan pendukungnya saat menjamu Sriwijaya FC pada 19 April. Laga kandang ini menjadi peluang emas untuk mengamankan poin penuh sebelum menjalani laga terakhir.

Pada pertandingan penutup, PSMS Medan kembali dihadapkan dengan laga tandang yang tak kalah berat, yakni melawat ke markas Persiraja Banda Aceh di Stadion H Dimurthala pada 2 Mei.

Eko menyoroti kelemahan tim yang masih kerap melakukan kesalahan sendiri hingga berujung kebobolan. Menurutnya, hal tersebut menjadi pekerjaan rumah utama yang harus segera dibenahi untuk menatap laga berikutnya.

“Fokus kami di semua lini. Kami sering melakukan kesalahan sendiri, itu yang harus diperbaiki. Secara skema sebenarnya pemain sudah menjalankan instruksi dengan baik, tapi kesalahan sendiri yang membuat kita kebobolan,” jelasnya.

Meski peluang promosi telah tertutup, Eko menegaskan timnya harus tetap optimistis dan menjaga motivasi hingga akhir musim.

“Saya tetap optimistis, tetap semangat. Segala kemungkinan masih bisa terjadi untuk posisi akhir. Tidak boleh kendor,” tegasnya.




Pos terkait