Categories: Lokal

Berita Populer Palangka Raya: CJH Kota Siap Berangkat Akhir April 2026 dengan Kesiapan 99 Persen

Harga Cabai di Palangka Raya Masih Tinggi, Pembeli Mulai Mengurangi Belanja

Harga cabai di Pasar Besar Palangka Raya masih bertahan pada kisaran tinggi dan belum menunjukkan tanda-tanda kestabilan. Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa harga cabai mengalami fluktuasi dalam beberapa hari terakhir. Setelah sempat turun pasca-Lebaran, harga kembali naik untuk sejumlah jenis cabai dan hingga kini tetap berada di kisaran tinggi.

Contohnya, cabai rawit merah dijual sekitar Rp100.000 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit hijau berada di kisaran Rp80.000 per kilogram, dan cabai merah keriting sekitar Rp60.000 per kilogram. Hal ini membuat para pembeli mulai mengurangi belanja mereka, terutama karena harga yang tidak stabil dan sulit diprediksi.

Salah satu pedagang sayur di Pasar Besar, Rian (28), mengatakan bahwa kondisi tersebut sudah terjadi sejak usai Lebaran dan belum stabil hingga sekarang. Ia menjelaskan bahwa setelah Lebaran, harga cabai mengalami naik-turun, sehingga sulit bagi konsumen untuk memperkirakan harga yang akan diberikan.

Sidang Praperadilan Yetri Ludang, Kuasa Hukum Yakin Ada Pelanggaran Prosedur Penggeledahan

Sidang lanjutan praperadilan terkait sah atau tidaknya perolehan barang bukti dalam dugaan perkara Korupsi Pascasarjana Universitas Palangka Raya (UPR) kembali digelar di Pengadilan Negeri Palangka Raya. Agenda sidang kali ini mendengarkan keterangan saksi dari pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Palangka Raya selaku termohon.

Dua saksi yang dihadirkan berasal dari unsur Lurah Palangka dan Satuan Pengawas Internal (SPI) UPR. Dalam sidang ini, pihak pemohon, Yetri Ludang yang merupakan tersangka sekaligus mantan Direktur Pascasarjana UPR periode 2018–2022, menyampaikan dalil permohonannya.

Kuasa hukum Yetri Ludang, Jeplin M Sianturi, menyoroti keterangan saksi yang dinilai justru menguatkan dalil permohonannya, terutama terkait prosedur penggeledahan yang dilakukan penyidik pada 21 Februari lalu. Menurut kuasa hukum, aksi dari unsur lurah menjelaskan kehadirannya saat penggeledahan semata-mata karena diminta oleh penyidik untuk menyaksikan proses tersebut.

Jemaah Haji Berangkat Akhir April di Tengah Konflik Timur Tengah, Pemko Palangka Raya Siapkan Bus

Sebanyak 296 calon jemaah haji asal Palangka Raya, dijadwalkan mulai berangkat pada akhir April 2026 menuju Tanah Suci. Keberangkatan tersebut terbagi dalam tiga kelompok terbang (kloter), yakni kloter 5, 7, dan 8.

Untuk kloter 5, sebanyak 192 jemaah akan diberangkatkan menggunakan lima unit bus menuju asrama haji embarkasi Banjarmasin pada 29 April 2026, sebelum melanjutkan penerbangan ke Tanah Suci pada 30 April 2026. Sementara itu, kloter 7 yang terdiri dari 102 jemaah akan diberangkatkan menggunakan tiga unit bus, dengan jadwal masuk asrama pada 2 Mei 2026 dan berangkat pada 3 Mei 2026.

Adapun dua jemaah pada kloter 8 akan digabung dengan kloter 7 saat keberangkatan menuju embarkasi.

Kesiapan Jemaah Haji Palangka Raya 99 Persen, Ini Opsi Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah

Kesiapan calon jemaah haji asal Palangka Raya, untuk keberangkatan tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi disebut telah mencapai 99 persen. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Palangka Raya Ahmad Fauz mengatakan, seluruh tahapan persiapan telah dilalui oleh jemaah, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pelunasan biaya, hingga bimbingan manasik dan vaksinasi.

“Persiapan kita sudah 99 persen. Mulai dari pemeriksaan kesehatan, pelunasan, manasik, sampai vaksinasi sudah berjalan. Jadi tinggal menunggu keberangkatan saja,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Untuk wilayah Kalimantan Tengah, jumlah jemaah haji tercatat sebanyak 1.559 orang, sementara dari Kota Palangka Raya sebanyak 296 jemaah. Meski kesiapan telah hampir rampung, pihaknya menyampaikan sejumlah opsi yang telah disiapkan sebagai antisipasi kemungkinan yang dapat memengaruhi perjalanan jemaah, seiring dinamika situasi di kawasan Timur Tengah.

Jemaah Haji Bisa Gagal Berangkat, Kemenhaj Palangka Raya Ingatkan Pentingnya Pengobatan TBC

Jemaah haji berisiko gagal berangkat meski telah dinyatakan sembuh, jika tidak menuntaskan pengobatan, khususnya bagi penderita tuberkulosis (TBC). Hal ini menjadi perhatian dalam persiapan haji 2026 di Kota Palangka Raya, menyusul adanya kasus jemaah yang tertunda keberangkatannya pada tahun sebelumnya.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Palangka Raya, Ahmad Fauzi, mengatakan kasus tersebut terjadi karena jemaah tidak melanjutkan pengobatan hingga tuntas, meski hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi sudah negatif. “Tahun lalu memang ada yang tertunda berangkat karena tidak menuntaskan pengobatan karena obatnya tertinggal. Ini jadi evaluasi bagi kita,” ujarnya usai rapat persiapan pemberangkatan haji, Senin (6/4/2026).

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Cuaca Gorontalo Hari Ini: Berawan-Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Gorontalo: Berawan Disertai Hujan Ringan, Waspadai Perubahan Mendadak Gorontalo, 25 Maret 2026 –…

3 menit ago

7 Serangan yang Diterima Han Seol Ah di Drakor Siren’s Kiss

Berbagai Ancaman yang Dihadapi Han Seol Ah di Siren’s Kiss Dalam drakor Siren’s Kiss, Han…

40 menit ago

Libur Paskah: Pertamina Tingkatkan Pasokan LPG Jatim

Pertamina Patra Niaga meningkatkan pasokan gas LPG 3 kg sebesar 49 persen dari rata-rata penyaluran…

1 jam ago

Ramalan Keuangan Zodiak Besok 6 April 2026: Capricorn dan Aquarius Terhambat Rezeki

Prediksi Keuangan Zodiak untuk Besok Ramalan zodiak sering kali menjadi topik yang menarik bagi banyak…

2 jam ago

Persita Akui Persebaya Lebih Unggul dalam Manfaatkan Peluang

CO.ID, SURABAYA – Pelatih Persita, Carlos Pena, menilai bahwa kunci kemenangan Persebaya adalah kemampuan mereka…

3 jam ago

Trump: Negosiasi Terus Berjalan Meski Pesawat Tempur AS Jatuh di Iran

Perang Timur Tengah: Trump Pastikan Negosiasi Tak Terhambat Meski Pesawat AS Ditembak Presiden Amerika Serikat,…

4 jam ago