Pater Ferdinandus Ganti Pimpin Misa Malam Paskah, Ajak Umat Katolik Bebas dari Kebencian

Perayaan Misa Malam Paskah di Gereja Paroki Santo Arnoldus Jassen Tambolaka

Perayaan Misa Malam Paskah di Gereja Paroki Santo Arnoldus Jassen Tambolaka, Sumba Barat Daya, NTT berlangsung dengan penuh kegembiraan dan kekudusan. Acara ini menjadi momen penting bagi umat Katolik untuk merayakan kemenangan Yesus Kristus atas maut dan mengingatkan diri untuk hidup dalam terang iman.

Acara dimulai dengan api unggun di halaman depan gereja pada malam Sabtu, 4 April 2026. Suasana yang hangat dan penuh semangat mencerminkan antusiasme umat dalam menyambut hari raya Paskah. Kehadiran aparat kepolisian setempat juga terlihat jelas, mereka siaga untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan berlangsung.

Bacaan Lainnya

Dalam kotbahnya, Pater Ferdinandus Ganti mengajak umat Katolik untuk membebaskan diri dari rasa benci dan gelap-gelapan. Ia menekankan pentingnya cahaya sebagai simbol kebenaran dan harapan. “Lilin paskah adalah simbol terang yang membawa kita keluar dari kegelapan,” ujarnya.

Pater juga meminta umat untuk menjaga lilin paskah yang dinyalakan malam ini. Ia berharap cahaya tersebut tidak hanya menyala di gereja, tetapi juga di rumah masing-masing. “Lilin paskah harus terus menyala sepanjang hidup kita, sebagai tanda kesetiaan kepada Kristus,” tambahnya.

Pesan Penting dari Pater Ferdinandus Ganti

Ajakan Pater Ferdinandus Ganti untuk merayakan Paskah dengan bebas dari rasa benci dan penuh kejujuran sangat relevan dengan kondisi sosial saat ini. Ia menekankan bahwa hidup seorang Kristen tidak hanya tentang ritual, tetapi juga tentang tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengingatkan umat bahwa keberanian untuk berbicara kebenaran dan rela berkorban adalah bagian dari iman yang autentik. “Mari kita berani mewartakan Kristus dalam segala situasi, baik di tempat kerja, di rumah, maupun di tengah masyarakat,” ajaknya.

Selain itu, Pater juga menekankan pentingnya komunitas dalam merayakan Paskah. “Kita tidak boleh hidup sendiri, tetapi saling mendukung dalam iman,” katanya.

Kegiatan Lain Selama Perayaan

Selain Misa Malam Paskah, beberapa kegiatan lain turut dilakukan oleh umat. Misalnya, banyak dari mereka yang membawa lilin paskah untuk dinyalakan di rumah masing-masing. Hal ini menjadi simbol bahwa cahaya iman tidak hanya terbatas pada gereja, tetapi juga menyebarkan kebaikan di lingkungan sekitar.

Beberapa keluarga juga mengadakan acara khusus di rumah, seperti doa bersama atau makan malam paskah. Ini menunjukkan bahwa tradisi Paskah tidak hanya menjadi acara religius, tetapi juga menjadi momen kebersamaan dan kekeluargaan.

Kesimpulan

Perayaan Misa Malam Paskah di Gereja Paroki Santo Arnoldus Jassen Tambolaka berhasil menciptakan suasana yang penuh makna. Dengan pesan-pesan yang disampaikan oleh Pater Ferdinandus Ganti, umat Katolik di sana diingatkan akan pentingnya hidup dalam terang iman, bebas dari kebencian, dan penuh kejujuran.


Pos terkait