Antrean BBM Panjang di Bengkalis, Warga Rela Menunggu Berjam-jam untuk Pertalite



BENGKALIS (.CO) – Cuaca yang terasa panas dan mengganggu tidak membuat warga Bengkalis berhenti antre untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite. Pada hari Ahad (5/4/2026), antrean kendaraan tampak memadati sejumlah SPBU dan lokasi penjualan eceran di wilayah ini.

Pengamatan lapangan sejak pukul 13.00 WIB menunjukkan ratusan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, memadati beberapa SPBU seperti Jalan Bantan, Jalan Lembaga, serta beberapa titik pengecer di Jalan Antara. Proses pengisian BBM dilakukan secara bergantian oleh petugas.

Bacaan Lainnya

Keadaan serupa juga terjadi di SPBU Teluk Latak, SPBU Kecamatan Bantan, dan beberapa lokasi lainnya di Bengkalis. Namun, SPBU Kompak milik PT Bumi Laksamana Jaya di Jalan Panglima Minal, pintu masuk Dermaga RoRo Bengkalis, masih dalam proses renovasi sehingga belum beroperasi.

Beberapa warga menyampaikan keluhan mereka terhadap situasi ini. Andi, salah satu warga setempat, mengatakan bahwa kondisi ini sangat menyulitkan masyarakat, khususnya bagi mereka yang tinggal jauh dari SPBU. Ia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kembali kebijakan penjualan BBM secara eceran.

Menurutnya, meskipun masyarakat memahami situasi yang ada, antrean panjang tetap menjadi beban tersendiri. Keluhan serupa disampaikan oleh Hendri, yang merasa terkejut melihat adanya penjualan eceran yang justru ramai pembeli, meskipun sebelumnya informasi menyebutkan bahwa penjualan eceran tidak diperbolehkan.

Akibatnya, ia membatalkan rencananya untuk mengisi BBM di SPBU karena antrean yang terlalu panjang. Sementara itu, pembelian di pengecer dibatasi hanya dua liter per orang. Ia bahkan harus menunggu lebih dari dua jam di antrean yang terdiri dari kendaraan roda dua dan roda empat.

Warga lainnya, Iwan, mengaku sudah antre sejak pagi hari sekitar pukul 07.30 WIB dan baru mendapatkan giliran menjelang siang. Kondisi ini dinilai sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Hal serupa dirasakan oleh Wati, warga Desa Senggo, yang harus menunggu hingga empat jam di tengah cuaca panas sebelum akhirnya bisa mendapatkan BBM.

Ia menyebutkan bahwa tanpa ikut antre, masyarakat tidak akan mendapatkan BBM yang dibutuhkan untuk menunjang aktivitas keesokan harinya.

Di sisi lain, pengelola SPBU menyatakan bahwa pasokan BBM sebenarnya tersedia, namun jumlahnya terbatas dan tidak sebanding dengan permintaan masyarakat. Taufik Ikram, pengelola SPBU Jalan Lembaga, mengungkapkan bahwa pihaknya hanya menerima pasokan Pertalite sekitar 5.000 liter, dengan sisa sekitar 800 liter pada hari berikutnya.

Sementara itu, Ujang, pengelola SPBU Jalan Bantan, menyebutkan bahwa pihaknya menerima sekitar 10.000 liter BBM. Namun, distribusi ke pengecer tidak diperbolehkan, sehingga seluruh masyarakat harus membeli langsung ke SPBU. Kondisi tersebut menyebabkan antrean panjang tak terhindarkan dan membuat operasional SPBU menjadi tidak normal.

Selain itu, pemadaman listrik pada siang hari turut menjadi kendala dalam pelayanan, sehingga petugas harus tetap bekerja tanpa waktu istirahat demi melayani masyarakat.

Pos terkait