Kecelakaan Maut di Bekas Galian, Dua Anak Tewas Tenggelam
Dua anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) ditemukan tewas tenggelam di sebuah bekas galian di kawasan permukiman Guntung Paring, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru. Kejadian tersebut terjadi pada Minggu (5/4/2026) siang. Keduanya meninggal dunia setelah bermain di lokasi yang sebenarnya sudah dilarang untuk digunakan oleh masyarakat.
Sementara dua teman lainnya berhasil selamat dari kejadian tersebut. Saat tim tiba di lokasi, kedua korban sudah lebih dulu dievakuasi oleh warga setempat. Yanto, seorang relawan, mengatakan bahwa korban sudah berada di atas setelah dievakuasi. Kedua korban langsung dibawa ke rumah duka, sedangkan satu korban sempat dibawa ke RS Idaman.
Awalnya, empat anak sedang mandi di lokasi tersebut. Dua anak berhasil selamat, sementara dua lainnya tenggelam. Anak yang selamat kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada warga untuk membantu proses evakuasi. Yanto menyebut, para korban diperkirakan berusia belasan tahun dan masih duduk di kelas 4 sekolah dasar.
Lokasi Berbahaya yang Masih Digunakan
Warga sekitar bernama Idun menyebutkan bahwa lokasi tersebut merupakan bekas galian yang sebenarnya sudah dilarang untuk digunakan. “Ini bekas dulangan (galian). Sebenarnya sudah dilarang dan dipagar, tapi masih sering digunakan anak-anak untuk bermain,” katanya. Ia menambahkan korban merupakan warga baru yang baru sekitar lima bulan tinggal di kawasan tersebut.
Area kolam dengan ukuran 25×20 meter telah ditutupi oleh pagar seng di sekelilingnya, namun ada beberapa sisi yang roboh. Pada tepian kolam, terdapat sungai kecil dengan arus yang mengalir masuk ke dalam kolam. Pada dasar kolam memiliki struktur tanah pasir isap yang mana ketika diinjak akan semakin terisap kaki di dalamnya.
Kronologi Kejadian
Polres Banjarbaru mengungkap identitas dua korban yang ditemukan meninggal dunia karena tenggelam di Guntung Paring. Korban pertama adalah Daffa Dwi Anugrah (11), sedangkan korban kedua adalah Muhammad Hanif (10). Kedua korban adalah warga Kelurahan Guntung Manggis, Kacamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru.
Kasi Humas Polres Banjarbaru, Ipda Kardi Gunadi, mengatakan bahwa jarak antara pinggir kolam dengan titik korban ditemukan mengapung kurang lebih lima meter. Awalnya korban dan temannya makan bersama di rumah. Setelah makan, korban dan satu temannya itu mengajak teman lainnya untuk mandi di kolam penggalian di dekat rumah yang sudah berpagar.
Setelah sampai di kolam, salah satu korban bersama 4 teman lainnya mandi di pinggiran kolam. Saat asyik mandi, salah satu korban mengajak teman yang lain untuk ke tengah kolam, namun tidak ada yang mau. Korban pun ke tengah kolam sendirian. Saat di tengah kolam, korban panik karena kolam terlalu dalam.
“Melihat korban 1 panik korban 2 pun langsung menolong korban 1 namun korban 2 ikut tenggelam bersama korban 1,” kata Kasi Humas Polres Banjarbaru. Teman-temannya yang melihat korban satu dan dua tenggelam sempat berusaha ikut membantu, namun tidak sanggup dan berhasil kembali ke tepian kolam.
Melihat kedua korban sudah tenggelam, temannya kemudian mencari pertolongan ke warga yang ada di sekitaran kolam tersebut. Kardi mengungkapkan, berdasarkan hasil Olah TKP dan keterangan saksi-saksi di TKP, kedua korban diduga kuat meninggal dunia karena tenggelam di kolam.
Penanganan Jenazah dan Imbauan
Hasil identifikasi terhadap tubuh kedua korban, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, pada bagian hidung dan mulut tampak masih ada mengeluarkan cairan. Setelah dievakuasi, korban Daffa dimakamkan di Banjarbaru dan jenazah Hanif dibawa ke Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) untuk dimakamkan oleh kedua orang tuanya disana.
“Pihak keluarga menerima peristiwa ini sebagai musibah serta menolak untuk dilakukan visum dan otopsi dan membuat surat pernyataan penolakan visum dan otopsi,” kata Kasi Humas.
Atas kejadian ini, Polres Banjarbaru memberikan imbauan kepada orang tua agar selalu mengawasi bermain anak-anaknya untuk tidak bermain air atau kolam yang dalam sehingga tidak terulang lagi.







