Klarifikasi Hendrik Irawan soal Insentif Rp6 Juta dan Dua Akun yang Dilaporkan

Mitra MBG Batujajar Buka Suara Soal Video Viral

Mitra MBG Batujajar, Hendrik Irawan, akhirnya angkat bicara terkait video yang viral di media sosial dan menayangkan dirinya menerima insentif sebesar Rp6 juta sambil berjoget. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar telah dimanipulasi hingga merugikan dirinya secara pribadi.

Hendrik mengatakan bahwa ia telah melaporkan dua akun ke Polres Cimahi karena dinilai menyebarkan konten tanpa izin serta melakukan pencemaran nama baik secara masif tanpa dasar atau bukti yang jelas. Ia menekankan bahwa sebagai warga biasa, ia hanya ingin mencari keadilan dan memastikan bahwa dirinya tidak dirugikan.

Bacaan Lainnya

“Saya sebagai warga biasa, hanya ingin mencari keadilan, hanya ingin mencari bahwa saya dirugikan gitu ya. Dan hari ini ada dua akun yang saya laporkan. Akun yang meng-up tanpa seizin saya, sudah masuk ranahnya hukum. Yang kedua, ada Instagram yang membabi buta, mencaci maki saya tanpa dasar dan bukti,” ujarnya dalam rekaman yang dikutip dari akun TikTok miliknya.

Ia juga mengapresiasi respons cepat yang diberikan oleh Polres Cimahi dalam menerima laporan tersebut. Namun, berdasarkan aturan dari pihak kepolisian, Hendrik berencana melanjutkan laporan tersebut ke Polda Jawa Barat. Rencananya, laporan resmi akan disampaikan pada 26 Maret 2026.

Laporan ini mencakup dugaan pelanggaran terkait penyebaran video tanpa izin serta pencemaran nama baik di media sosial. Ia berharap proses hukum dapat segera diselesaikan agar keadilan bisa ditegakkan.

Penjelasan Mengenai Insentif Rp6 Juta

Terkait insentif Rp6 juta yang menjadi sorotan, Hendrik menegaskan bahwa hal tersebut sesuai dengan ketentuan dalam petunjuk teknis (juknis) program MBG. Ia menegaskan bahwa mitra memang berhak menerima insentif tersebut.

“Dalam juknis sudah dijelaskan bahwa mitra berhak menerima insentif Rp6 juta per hari. Nah, si orang itu membuat narasi yang tidak baik bahwa saya joget-joget menerima uang 6 juta,” katanya.

Hendrik juga menyayangkan adanya narasi yang menurutnya tidak benar, termasuk tudingan bahwa dirinya bersikap tidak pantas saat menerima insentif tersebut. Ia menilai konten yang beredar justru memicu opini negatif dan berpotensi merusak citra program MBG.

Menurutnya, program tersebut memiliki tujuan baik dan perlu dijaga keberlangsungannya. Karena itu, ia berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.

“Sebagai mitra hanya ingin program ini berkelanjutan, hanya ingin di mata masyarakat program ini berhasil dengan menjaga nama baiknya presiden, menjaga nama baiknya BGN. Tapi, anda membuat opini yang tidak baik, anda membuat provokasi agar orang-orang membenci program ini,” katanya.

Pentingnya Menjaga Citra Program

Hendrik menekankan bahwa program MBG memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat. Ia berharap masyarakat dapat lebih kritis dalam menerima informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang tidak jelas asalnya.

Ia juga mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam menjaga reputasi program tersebut. Dengan demikian, program MBG dapat terus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi banyak pihak.


Pos terkait