Kehadiran Surat DPP Golkar Jabar Memicu Keprihatinan di Internal Partai
Suhu politik di tubuh DPD Golkar Jawa Barat kian memanas, menyusul keluarnya surat dari DPP terkait pelaksanaan Musda Golkar Jabar. Ini menjadi tanda bahwa Partai Beringin Jabar akan segera menggelar hajatan demokrasi ke XI dalam waktu dekat. Dalam kop surat berlambangkan Partai Golongan Karya (Golkar) dengan nomor B- 958/DPP/GOLKAR/III/2026, Perihal Penetapan Waktu Penyelenggaraan Musda XI tertanggal 29 Maret 2026 yaitu pada 1-2 April 2026.
Nama-nama Calon Ketua Mulai Muncul Sebelum Jadwal Musda Keluar
Sebelumnya, sejumlah nama kader Golkar Jabar mencuat dalam bursa calon Ketua di Musda yang akan menahodai Beringin ke depan. Nama-nama yang dimaksud adalah TB. Ace Hasan Syadzily, M.Q Iswara, Ahmad Hidayat, Daniel Mutaqien dan Ilham Permana. Namun, seiring bergulirnya waktu penetapan Musda, beberapa tokoh mulai mundur dari bursa.
Ace Hasan Syadzily yang kini menjabat Gubernur Lemhanas di Kabinet Merah Putih mengundurkan diri dari bursa calon Ketua. Begitu pula dengan M.Q Iswara yang kini menjabat sebagai Sekjen DPD Golkar Jabar dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jabar, ikut mengundurkan diri pula.
Tiga Kader Persiapkan Amunisi untuk “Perang” di Musda
Kini tinggal menyisakan tiga kader yang masuk dalam bursa transfer Ketua di Musda. Mereka adalah Ahmad Hidayat, Daniel Mutaqien dan Ilham Permana. Rekam jejak dari ketiga kader Golkar ini bukan kaleng-kaleng yang tak bisa dianggap remeh.
Ahmad Hidayat dikenal sebagai kader handal yang tumbuh dari struktur partai di daerah. Dukungan untuk duduk di parlemen selama dua periode sebagai bukti kekuatan mendasar di daerah. Ia juga memegang peran penting dalam organisasi sayap partai.
Berikut adalah prestasi yang digapai oleh sosok Ahmad Hidayat:
- Anggota DPRD Jawa Barat (2019–2024, 2024–2029)
- Anggota Komisi IV dan Badan Anggaran
- Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD Jabar
- Ketua DPD AMPI Jawa Barat
- Ketua Pemenangan Pemilu Dapil Jabar II (Kabupaten Bandung)
Ahmad Hidayat memiliki pondasi kuat di jaringan struktural dan kedekatannya dengan DPD DPD tingkat kabupaten/kota di Jawa Barat. Dari informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan sebanyak 19 dari 27 DPD sudah menyatakan dukungannya terhadap sosok yang dikenal luwes dan santai ini.
Selain itu dalam giat di berbagai program Pemprov Jabar yang dimotori Gubernur Dedi Mulyadi, sosok Ahmad Hidayat getol memberikan dukungan. Begitu pula di tingkat DPP yang dinahodai Ketua Umum Bahlil Lahadalia, tak lepas dari sumbangsihnya ketika memiliki program, termasuk di Jawa Barat.
Pengalaman Nasional dan Jaringan Luas Milik Daniel Mutaqien
Sementara itu, Daniel Mutaqien membawa pengalaman panjang di level nasional. Dirinya dikenal memiliki jejaring luas, baik di dunia politik maupun organisasi kepemudaan dan bisnis.
Prestasi yang diraihnya yakni:
- Anggota DPR RI (2014–2019, 2019–2020, 2024–sekarang)
- Mantan Anggota DPRD Jawa Barat (2009–2014)
- Ketua DPD II Golkar Indramayu (2010–2015)
- Pengurus DPP Golkar (2017–2019)
- Ketua Depinas SOKSI
- Aktif di HIPMI dan berbagai organisasi kepemudaan
Kekuatan Daniel Mutaqien memiliki modal pengalaman nasional dan jaringan organisasi. Di sisi lain dirinya ditantang harus mampu merebut sisa dukungan simpatisan di DPD tingkat kabupaten/kota, setelah separuhnya telah menyatakan dukungannya ke Ahmad Hidayat.
Konflik Individu Mengganggu Persiapan Musda
Di tengah isu dugaan konflik pribadi yang terjadi baru-baru ini, justru sosok Daniel Mutaqien memunculkan diri dan mengikrarkan siap bertarung merebut tahta tertinggi sebagai Ketua di Musda nanti.
Di tengah persiapan matang para kandidat bursa transfer calon Ketua di Musda, justru sosok Ilham Permana berada dalam posisi klimaks yaitu dihadapkan pada dugaan isu pribadi dengan rekannya sendiri di partai, yakni permasalahan utang piutang yang akan berpotensi memicu kegaduhan di Musda.
Hal itu terungkap dari fakta di lapangan yakni pengiriman karangan bunga ke Kantor DPD Golkar Jabar dan pemasangan spanduk ukuran besar yang ditempatkan di sejumlah titik sudut Kota Bandung, hingga membuat jutaaan mata warga Tatar Pasundan ini terbelalak menyaksikan peristiwa tersebut.
“Saya menyaksikan dan mengambil foto spanduk ukuran besar yang ditempatkan di beberapa sudut Kota Bandung serta kiriman karangan bunga ke Kantor DPD Golkar Jabar dan isinya adalah terkait konflik individu,” kata Rustam Efendi salah seorang warga yang sehari-hari berada di lingkungan Kantor DPD Golkar Jabar Jln Maskumambang.
Wakil Ketua Bidang Bencana dan Sosial DPD Golkar Jawa Barat, H Kusnadi, S.IP mengingatkan konflik pribadi tersebut harus diselesaikan secara individu, jangan sampai menjadi gaduh di arena Musda.
“Jika itu memang terjadi, selesaikanlah secara personal jangan sampai menjadi gaduh di Musda,” kata Kusnadi.
Fakta lain di lapangan menyebutkan jelang pelaksanaan Musda, Kantor DPD Golkar Jabar kembali menerima kiriman karangan bunga dengan tulisan yang berbeda namun tidak menyebutkan nama pengirim, hanya menuliskan korban penipuan.
“Yth. Deavy Amukti Palapa Bayar Hutang Janjimu Palsu,” tulis di karangan bunga tersebut pada Senin (30/3/2026).
Lepas dari munculnya persoalan tersebut, pelaksanaan Musda yang sudah ditetapkan jadwal dan waktu oleh DPP menjadi sinyal baik bagi Beringin Jabar dalam merubah tatanan baru di masa kepemimpinan yang baru pula ke depan.







