Daftar Harga Emas Hari Ini dan Tren Investasi di Jelang Lebaran
Emas merupakan salah satu instrumen investasi yang sering dipilih masyarakat karena sifatnya sebagai aset aman (safe-haven) yang mampu menjaga nilai kekayaan dari tekanan inflasi. Namun, harga emas tidak selalu stabil dan cenderung berfluktuasi akibat berbagai faktor seperti situasi geopolitik, kebijakan ekonomi, dan permintaan pasar.
Pada awal tahun 2026, harga emas sempat menguat hingga mencapai rekor tertingginya di angka Rp3 juta per gram. Namun, belakangan ini menunjukkan tren penurunan. Hal ini terjadi setelah harga emas spot global turun lebih dari 10 persen sejak perang AS-Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari. Penurunan ini didorong oleh penguatan dolar sebagai salah satu aset aman yang paling diminati.
Di tengah fluktuasi tersebut, harga emas hari ini terpantau stabil. Berikut adalah daftar harga emas dari beberapa produsen utama:
Harga Emas Antam
- 0,5 gram: Rp1.496.000
- 1 gram: Rp2.893.000
- 2 gram: Rp5.726.000
- 3 gram: Rp8.564.000
- 5 gram: Rp14.240.000
- 10 gram: Rp28.425.000
- 25 gram: Rp70.937.000
- 50 gram: Rp141.795.000
- 100 gram: Rp283.512.000
- 250 gram: Rp708.515.000
- 500 gram: Rp1.416.820.000
- 1000 gram: Rp2.833.600.000
Harga Emas Galeri 24
- 0,5 gram: Rp1.531.000
- 1 gram: Rp2.920.000
- 2 gram: Rp5.768.000
- 5 gram: Rp14.315.000
- 10 gram: Rp28.554.000
- 25 gram: Rp71.000.000
- 50 gram: Rp141.888.000
- 100 gram: Rp283.635.000
- 250 gram: Rp707.346.000
- 500 gram: Rp1.414.691.000
- 1.000 gram: Rp2.829.381.000
Harga Emas UBS
- 0,5 gram: Rp1.585.000
- 1 gram: Rp2.933.000
- 2 gram: Rp5.821.000
- 5 gram: Rp14.384.000
- 10 gram: Rp28.617.000
- 25 gram: Rp71.404.000
- 50 gram: Rp142.514.000
- 100 gram: Rp284.917.000
- 250 gram: Rp712.080.000
- 500 gram: Rp1.422.488.000
Tren Investasi Emas di Jelang Lebaran
Jelang Lebaran 2026, transaksi gadai menjadi andalan bagi masyarakat, sementara emas tetap menjadi pilihan utama untuk investasi. Di Jawa Barat, transaksi di Pegadaian meningkat secara signifikan, bersamaan dengan tren investasi emas yang kembali menguat.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil X Jawa Barat, Eko Supriyanto, menyebutkan bahwa transaksi gadai tumbuh sekitar 10 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Selain itu, penyaluran kredit mikro juga meningkat sekitar 5 persen selama Ramadan.
“Kenaikan ini wajar terjadi menjelang Lebaran. Masyarakat memanfaatkan gadai untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, tapi juga untuk tambahan modal usaha selama Ramadan,” ujar Eko.
Menurut Eko, awal Ramadan biasanya menjadi momentum masyarakat mencari tambahan modal untuk berdagang, mulai dari usaha makanan hingga kebutuhan musiman lainnya. Kondisi ini membuat layanan gadai dan pembiayaan mikro menjadi pilihan cepat.
Di sisi lain, tren investasi emas juga ikut terdongkrak. Pihaknya mencatat pertumbuhan transaksi emas mencapai sekitar 30 persen dibandingkan akhir tahun lalu. Kenaikan harga emas global serta kemudahan transaksi digital menjadi faktor pendorong.
“Ada kombinasi antara harga emas yang naik dan kemudahan akses lewat aplikasi, sehingga masyarakat semakin tertarik berinvestasi,” katanya.
Menariknya, minat investasi emas kini tidak hanya datang dari kelompok usia matang. Dikatakan Eko, Generasi Z mulai mendominasi transaksi seiring kemudahan berinvestasi dengan nominal kecil.
“Sekarang investasi emas bisa mulai dari Rp10.000. Ini yang membuat anak muda tertarik karena praktis dan terjangkau,” jelasnya.
Eko menjelaskan, untuk barang jaminan, emas masih menjadi primadona dengan porsi sekitar 95 persen dari total barang gadai.
“Selain mudah disimpan, emas juga dinilai memiliki nilai yang stabil dan cenderung meningkat,” imbuhnya.
Eko menambahkan, transaksi menjelang Lebaran cenderung lebih tinggi dibandingkan periode lain, seperti masa kenaikan kelas.
“Ada juga masyarakat yang menggadaikan barang dan yang menebus kembali untuk kebutuhan hari raya,” ucapnya.
Hingga jelang Lebaran, Pegadaian mencatat capaian transaksi emas telah melampaui target awal.
“Sampai dengan bulan ini, kita sebenarnya sudah tercapai di bulan sebelum Lebaran sekitar 120 persen, angkanya sekira Rp1 triliun,” imbuhnya.
Eko menambahkan, momentum Lebaran ini biasanya masih akan terus mendorong transaksi.
“Kami optimistis tren ini berlanjut setelah hari raya,” kata Eko.







