CO.ID – JAKARTA
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang luar biasa sepanjang sejarah operasionalnya sejak pertama kali mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada tahun 2025, INET meraup pendapatan bersih sebesar Rp 91,81 miliar. Angka ini meningkat pesat sebesar 201,67% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dibandingkan posisi tahun 2024 yang hanya sebesar Rp 30,43 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi kapasitas layanan IP Transit kepada pelanggan institusional baru, serta mulai beroperasinya lini jasa konstruksi infrastruktur jaringan yang memperluas sumber pendapatan INET.
Gross margin INET juga mengalami peningkatan signifikan menjadi 47,8% pada 2025, dibandingkan dengan 35,7% pada 2024. Hal ini menghasilkan laba bruto sebesar Rp 43,89 miliar, naik 304% secara tahunan.
Laba usaha INET melonjak hingga 2.214,19% YoY menjadi Rp 30,32 miliar pada 2025, dibandingkan hanya Rp 1,31 miliar pada tahun sebelumnya. Margin EBIT INET mencapai 33,0%.
Sementara itu, laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk INET mencapai Rp 24,49 miliar. Angka ini tumbuh sebesar 1.742% dibandingkan Rp 1,33 miliar pada tahun 2024.
Direktur Utama Sinergi Inti Andalan Prima, Muhammad Arif, menyampaikan bahwa kinerja positif pada 2025 merupakan hasil dari upaya INET dalam membangun infrastruktur, ekosistem anak usaha, dan jaringan kemitraan strategis dalam beberapa tahun terakhir.
“Ini menjadi cerminan dari kepercayaan pelanggan dan pasar terhadap kapabilitas INET sebagai mitra infrastruktur digital jangka panjang,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (31/3/2026).
INET Chart
by TradingView
Selama tahun 2025, INET juga aktif memperkuat fondasi infrastruktur jangka panjangnya. Perusahaan melakukan pembayaran uang muka Indefeasible Right-of-Use (IRU) kabel serat optik bawah laut. Untuk itu, INET menggelontorkan dana sebesar Rp 48,51 miliar untuk rute strategis Batam–Singapura, yang akan menjadi tulang punggung konektivitas internasional Grup INET di masa mendatang.
Belanja modal aset tetap mencapai Rp 44,75 miliar, meningkat drastis dari Rp 10,13 miliar pada tahun 2024. Selain itu, INET juga mendirikan anak usaha baru yang bergerak di bidang konstruksi infrastruktur telekomunikasi serta mengakuisisi PT Garuda Prima Internetindo.
Dengan pertumbuhan kinerja yang signifikan, INET menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjawab tantangan pasar dan memperkuat posisi strategisnya di industri infrastruktur digital. Kebijakan investasi yang tepat dan pengembangan bisnis yang berkelanjutan menjadi kunci utama kesuksesan perusahaan dalam menghadapi dinamika industri yang semakin kompetitif.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…