Apel Pagi Gabungan di Kecamatan Tebingtinggi Kota
TEBINGTINGGI – Camat Tebingtinggi Kota, Henci Boru Siregar, memimpin langsung apel pagi bersama seluruh jajaran staf, para lurah, serta kepala lingkungan (kepling) terpilih se-Kecamatan Tebingtinggi Kota di Halaman Kantor Camat Tebingtinggi Kota, yang berada di Jalan Thamrin (30/3).
Kegiatan tersebut juga dirangkai sebagai ajang silaturahim dan halalbihalal pasca-Idulfitri. Acara ini diikuti oleh para kepala lingkungan (kepling), ASN kelurahan, serta seluruh staf Kecamatan Tebingtinggi Kota. Beberapa mantan kepling lama serta tidak terpilih turut hadir memenuhi undangan dalam kegiatan tersebut yang juga menerima souvenir dari Camat Henci Boru Siregar.
Pesan Penting dari Camat Tebingtinggi Kota
Henci Boru Siregar menyampaikan bahwa apel gabungan pagi ini juga merupakan ajang halalbihalal dan silaturahim bagi semua pasca-Idul Fitri. Ia menekankan pentingnya motivasi bagi para kepling terpilih agar memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di lingkungannya masing-masing.
Ia juga menirukan bunyi pidato Wali Kota Tebingtinggi H Iman Irdian Saragih saat apel pagi gabungan di Balai kota. Dalam pidatonya, Wali Kota meminta kepada semua untuk bekerja lebih baik lagi dengan penuh rasa tanggung jawab dan prinsip serta niat, kemauan, dan kemampuan.
“Kegiatan apel pagi gabungan ini kita laksanakan secara berkesinambungan bertujuan untuk tetap mengenali diri kita tentang tugas dan tanggung jawab kita yang harus kita kerjakan sesuai dengan regulasi dan bidang kita masing-masing. Apalagi dalam waktu dekat ini kita akan memberikan bantuan pangan kepada masyarakat,” ujar Henci.
Penekanan pada Pemilahan Bantuan Pangan
Henci berharap kepada para petugas yang sudah mendapatkan arahan dan bimbingan agar menyalurkan bantuan pangan secara tepat sasaran. Ia menegaskan bahwa pembagian pangan tidak boleh didasari oleh kepentingan pribadi atau kelompok, yang terpenting adalah pelaksanaan pembagian sembako berlangsung baik dan tepat sasaran.
“Saya tidak mau pembagian pangan ini di dasari oleh kepentingan pribadi, kepentingan kelompok dan yang tidak mencerminkan tugas dan tanggung jawab. Yang terpenting pelaksanaan pembagian sembako ini berlangsung baik dan tepat sasaran,” tegasnya.
Ia juga menyatakan bahwa kegiatan ini akan terus dipantau dan pimpinan akan turun langsung. Oleh karena itu, semua petugas diminta bekerja secara profesional, bertanggung jawab, dan ikhlas dalam menjalankan tugas.
“Apalagi nama-nama penerima bantuan tersebut sudah tercatat di aplikasi. Kami ingatkan jangan coba-coba mengurangi bahkan mengganti orang yang sudah terdata secara sistem,” imbuhnya.
Tindakan Tegas untuk Pelanggar Aturan
Henci menegaskan bahwa ia akan menindak tegas bagi mereka petugas yang menyalahi aturan yang berlaku. Ia menekankan bahwa semua harus bekerja sesuai dengan SOP yang ada.
“Kami akan menindak tegas bagi mereka yang melanggar aturan yang berlaku. Kita harus bekerja sesuai dengan SOP yang ada,” tambahnya.
Ajakan untuk Partisipasi Aktif
Selanjutnya, Henci meminta kepada para peserta apel pagi gabungan agar di masa depan dapat menyampaikan saran, pendapat maupun usulan sesuai dengan bidang masing-masing. Ia menekankan pentingnya partisipasi aktif, terutama dari para kepala lingkungan, agar kegiatan ini memiliki makna positif.
“Jadinya bukan hanya sekadar seremonial belaka, karena kami belum melihat secara individu dari para kepling dengan tugas-tugasnya di lapangan walaupun belum begitu sempurna,” ujarnya.
Tanggapan dari Kepala Lingkungan
Salah satu kepala lingkungan bernama Halimah Tussadiah Saragih mengatakan bahwa kegiatan ini menambah motivasi semangat. Ia menyebutkan bahwa semua kepling se-Kecamatan Tebingtinggi Kota diundang, selain semangat juga bisa saling mengenal dan sekaligus sebagai sarana bersilaturahmi antara sesama.
Menurut Halimah, kepling Lingkungan I Kelurahan Badakberjuang, yang merupakan kepling terlama, kegiatan ini merupakan bukti bahwa Camat Henci adalah orang yang sangat baik dan patut ditiru. “Ini merupakan bukti bahwa dia selaku camat berkehendak agar warganya tetap menjaga silaturahim dan tetap menjaga persaudaraan antar sesama,” kata Jalimah yang telah menjadi kepling selama 25 tahun.
“Saya selaku kepling akan terus bekerja lebih baik lagi, tidak akan membeda-bedakan satu dengan yang lain, dan juga harus patuh melaksanakan tugas sesuai dengan perintah pimpinan yaitu lurah maupun camat,” tuturnya.







