Palembang, Sumatera Selatan – Sebuah kasus pembunuhan yang menggemparkan publik di Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, akhirnya menemui titik terang. Maria Simaremare (38), seorang staf Sekretariat Bawaslu Kabupaten OKU Selatan, yang ditemukan meninggal dunia di rumah kontrakannya, ternyata menjadi korban dari kekasihnya sendiri. Pelaku, yang bernama Suharlan (34), akhirnya menyerahkan diri ke Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Sukarami, Palembang, pada Sabtu (28/3/2026).
Setelah menyerahkan diri, Suharlan langsung dibawa ke Unit 5 Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam sebuah interogasi singkat, Suharlan mengakui perbuatannya yang telah menghilangkan nyawa Maria Simaremare. Kasat Reskrim Polres OKU Selatan, AKP Aston Sinaga, membenarkan informasi penyerahan diri tersangka. “Dalam interogasi singkat, tersangka mengakui bahwa benar dirinya yang melakukan pembunuhan itu,” ujar Aston.
Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting. Salah satunya adalah telepon genggam milik korban yang ditemukan berada pada diri tersangka.
Lebih lanjut, dalam pemeriksaan lanjutan, Suharlan juga mengakui telah membuang dompet korban di sekitar area Masjid Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Beruntung, dompet tersebut berhasil ditemukan oleh pihak kepolisian. Di dalamnya terdapat kartu identitas korban, seperti KTP, SIM, dan kartu ATM.
Tidak hanya itu, tersangka juga mengaku membawa kabur sepeda motor serta laptop milik korban. Barang-barang berharga tersebut kemudian disembunyikan di sebuah rumah kosong yang berlokasi di Desa Karang Lantang, Kecamatan Muara Jaya, Kabupaten OKU. Rencananya, setelah menjalani pemeriksaan di Polda Sumsel, tersangka akan dibawa ke Polres OKU Selatan untuk proses hukum lebih lanjut di wilayah tempat kejadian perkara.
Sebelumnya, penemuan jenazah Maria Simaremare menggemparkan warga Perumahan Bukit Berlian, Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di dalam rumah kontrakannya pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 07.50 WIB.
Korban yang diketahui tinggal seorang diri di rumah tersebut, tidak terlihat beraktivitas sejak sehari sebelumnya. Kecurigaan warga muncul ketika korban tidak merespons panggilan dan tidak terlihat seperti biasanya.
Saat warga memutuskan untuk memeriksa kondisi korban, mereka terkejut menemukan Maria Simaremare tergeletak di dalam kamar. Kejadian ini sontak dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Menerima laporan tersebut, jajaran Polres OKU Selatan bersama dengan Polsek Muaradua dan Unit Identifikasi segera mendatangi lokasi kejadian. Berbagai tindakan kepolisian langsung dilakukan, termasuk pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), pemasangan garis polisi, serta olah TKP. Pendataan terhadap saksi-saksi di sekitar lokasi juga segera dilakukan.
Kapolres OKU Selatan, AKBP I Made Redi Hartana, membenarkan adanya peristiwa penemuan jasad tersebut. “Betul, ada kejadian penemuan mayat perempuan di Perumahan Bukit Berlian, Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muaradua untuk dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut melalui proses visum et repertum (VER). Pihak kepolisian telah melakukan serangkaian langkah, mulai dari mendatangi TKP, mengamankan lokasi, melakukan olah TKP, mencatat identitas saksi, membawa korban ke RSUD, hingga menghubungi pihak keluarga korban.
Dari hasil pengamatan awal secara kasat mata di lokasi kejadian, petugas menemukan adanya luka yang mencurigakan di bagian leher korban. “Secara kasat mata memang ada luka di bagian leher korban yang diduga akibat sayatan benda tajam,” ungkap AKBP I Made Redi Hartana.
Meskipun demikian, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis dari pihak rumah sakit untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, termasuk perkiraan waktu kematian. “Untuk penyebab kematian maupun sudah berapa lama korban meninggal, kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak rumah sakit,” tambahnya.
Saat ini, penyidik masih terus melakukan pendalaman penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari berbagai saksi serta menunggu hasil visum untuk mengungkap secara pasti motif dan kronologi lengkap di balik kasus pembunuhan tragis ini. Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dan penanganan hubungan personal yang sehat.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…