DAMRI Siagakan 15 Armada di Tanjung Selor Hadapi Puncak Arus Balik Idul Fitri 2026
Menjelang puncak arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah yang diprediksi terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026, Perusahaan Umum (Perum) DAMRI di Tanjung Selor telah menyiapkan 15 armada bus untuk melayani kebutuhan penumpang. Kesiapan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat yang kembali ke tempat asal setelah merayakan hari raya.
Pimpinan DAMRI Tanjung Selor, Junaid, mengonfirmasi bahwa seluruh armada yang beroperasi telah disiagakan penuh. “Prediksi kami, puncak arus balik pasca Idul Fitri 1447 Hijriah akan terjadi pada tanggal 29 Maret 2026. Oleh sebab itu, kami siagakan seluruh armada yang siap jalan,” ujar Junaid.
Secara total, armada DAMRI yang berada di Tanjung Selor berjumlah 17 unit. Namun, dua di antaranya saat ini masih dalam proses perbaikan, sehingga hanya 15 unit yang siap beroperasi melayani penumpang.
Jangkauan Layanan dan Jadwal Keberangkatan
Armada DAMRI yang beroperasi di Tanjung Selor tidak hanya melayani rute di dalam wilayah Provinsi Kalimantan Utara, tetapi juga menjangkau hingga Provinsi Kalimantan Timur. Hal ini memberikan pilihan transportasi yang luas bagi para pemudik.
Keberangkatan pertama dari Terminal Tanjung Selor dimulai pada pukul 09.15 WITA, dengan rute perintis menuju Mangkupadi. Selanjutnya, bus tujuan Long Tungu dijadwalkan berangkat pada pukul 09.30 WITA. Jadwal keberangkatan ini dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan penumpang yang beragam.
Saat ini, Terminal DAMRI Tanjung Selor masih berlokasi di kawasan Pasar Induk, Jalan Sengkawit, Tanjung Selor. Lokasi ini menjadi titik sentral bagi penumpang yang ingin melakukan perjalanan.
Rincian Tarif dan Cara Pembelian Tiket
Tarif perjalanan yang ditawarkan oleh DAMRI bervariasi, mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah, tergantung pada jarak dan tujuan akhir penumpang. Penetapan tarif ini mempertimbangkan berbagai faktor operasional dan layanan yang diberikan.
Bagi masyarakat yang ingin melakukan pembelian tiket, saat ini masih mengharuskan untuk datang langsung ke loket resmi DAMRI yang tersedia di masing-masing titik keberangkatan. Meskipun belum ada opsi pembelian tiket secara daring, langkah ini memastikan bahwa penumpang mendapatkan informasi yang akurat dan layanan langsung dari petugas.
Berikut adalah rincian jadwal dan tarif bus DAMRI dari Tanjung Selor:
Rute Tanjung Selor – Mangkupadi
- Keberangkatan: Pukul 09.15 & 14.30 WITA (setiap hari)
- Tarif: Rp 50.000
Rute Mangkupadi – Tanjung Selor
- Keberangkatan: Pukul 07.00 & 14.30 WITA (setiap hari)
- Tarif: Rp 50.000
Rute Tanjung Selor – Long Tungu
- Keberangkatan: Pukul 09.30 & 14.30 WITA (setiap hari)
- Tarif: Rp 50.000
Rute Long Tungu – Tanjung Selor
- Keberangkatan: Pukul 07.00 & 14.30 WITA (setiap hari)
- Tarif: Rp 50.000
Rute Tanjung Selor – KTT (Kabupaten Tana Tidung)
- Keberangkatan: Pukul 10.00 WITA (setiap hari)
- Tarif: Rp 100.000
Rute KTT – Tanjung Selor
- Keberangkatan: Pukul 09.30 WITA (setiap hari)
- Tarif: Rp 100.000
Rute Tanjung Selor – Berau
- Keberangkatan: Pukul 11.30 WITA (setiap hari)
- Tarif: Rp 80.000
Rute Berau – Tanjung Selor
- Keberangkatan: Pukul 09.15 WITA (setiap hari)
- Tarif: Rp 80.000
Rute Tanjung Selor – Samarinda
- Keberangkatan: Pukul 14.00 WITA (Senin, Selasa, Rabu, Jumat, Sabtu, Minggu)
- Tarif: Rp 438.000
Rute Samarinda – Tanjung Selor
- Keberangkatan: Pukul 14.00 WITA (Senin, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu)
- Tarif: Rp 438.000
Rute KTT – Seputuk – Malinau
- Keberangkatan: Pukul 07.00 & 15.00 WITA (setiap hari)
- Tarif: Rp 40.000
Rute Malinau – Seputuk – KTT
- Keberangkatan: Pukul 07.00 & 15.00 WITA (setiap hari)
- Tarif: Rp 40.000
Rute Malinau – Salang
- Keberangkatan: Pukul 14.00 WITA (setiap hari)
- Tarif: Rp 65.000
Rute Salang – Malinau
- Keberangkatan: Pukul 07.00 WITA (setiap hari)
- Tarif: Rp 65.000
Dengan persiapan armada yang matang dan informasi jadwal serta tarif yang jelas, DAMRI Tanjung Selor berupaya memberikan layanan terbaik bagi masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik Idul Fitri 2026. Kesiapan ini diharapkan dapat mengurangi potensi kepadatan dan memastikan kelancaran arus transportasi di wilayah tersebut.







