Pemerintah Indonesia tengah berupaya keras untuk mempertahankan status bebas tarif 0% bagi produk-produk ekspor unggulan ke Amerika Serikat (AS). Upaya negosiasi ini dilakukan sebagai respons terhadap putusan Mahkamah Agung (MA) AS yang membatalkan kebijakan tarif resiprokal sebelumnya dan menggantinya dengan tarif global sebesar 10%.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa terdapat tenggat waktu 60 hari bagi kedua negara untuk meratifikasi dokumen Agreement on Reciprocal Trade (ART). Periode ini memberikan ruang bagi penyesuaian implementasi ART, sejalan dengan perkembangan kebijakan di kedua belah pihak.
Menyikapi situasi ini, Indonesia membuka opsi untuk memberlakukan tarif impor umum sebesar 10%. Namun, fokus utama tetap pada permintaan agar komoditas unggulan seperti kopi, kakao, dan produk pertanian lainnya tetap mendapatkan pembebasan tarif, sebagaimana tertuang dalam dokumen ART.
“Kemarin Indonesia sudah menandatangani perjanjian, dan yang diminta oleh Indonesia adalah kalau yang lain semua berlaku 10%, tetapi (komoditas ekspor) yang sudah diberikan 0% itu kita minta tetap,” ujar Airlangga pada Sabtu, 21 Februari 2026.
Tidak hanya sektor pertanian, pemerintah juga mendesak agar AS mempertahankan tarif impor 0% untuk industri strategis lainnya, seperti tekstil dan pakaian jadi, yang juga merupakan bagian dari kesepakatan ART.
Airlangga menekankan bahwa secara hukum, Indonesia masih memiliki peluang untuk mempertahankan pembebasan tarif tersebut. Hal ini dikarenakan kebijakan tersebut tercantum dalam executive order (perintah presiden) yang terpisah dari aturan yang dibatalkan oleh MA AS. Kendati demikian, pemerintah masih menanti kepastian perkembangan lebih lanjut dalam kurun waktu 60 hari mendatang.
“Nah, jadi ini yang kita tunggu sampai dengan 60 hari ke depan,” tambah Airlangga.
Pemerintah Indonesia dan AS dikabarkan telah mengantisipasi berbagai risiko dan skenario yang mungkin timbul pasca penandatanganan ART pada Kamis, 19 Februari 2026. Airlangga menyatakan bahwa Indonesia siap menghadapi segala perkembangan terkait kerja sama bilateral ini.
“Indonesia siap dengan berbagai skenario. Karena skenario keputusan MA AS ini sudah dibahas dengan USTR sebelum kita tandatangani,” tegasnya.
Sebelumnya, para hakim MA AS, dengan perbandingan suara 6-3, memutuskan untuk membatalkan tarif yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump. Keputusan ini secara signifikan mengubah dinamika perang dagang yang telah berlangsung setidaknya selama setahun terakhir.
MA AS berargumen bahwa Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional tahun 1977, yang menjadi dasar Trump memberlakukan tarif terhadap negara-negara tertentu, tidak memberikan kewenangan kepada Presiden untuk memberlakukan tarif semacam itu.
Menanggapi putusan MA tersebut, Presiden AS Donald Trump mengumumkan telah menandatangani ketetapan tarif baru yang berlaku global sebesar 10% untuk semua negara.
“Kehormatan besar bagi saya untuk baru saja menandatangani, dari Ruang Oval, tarif global 10% untuk semua negara, yang akan berlaku hampir segera,” tulis Trump melalui akun media sosialnya pada Jumat malam, 20 Februari 2026, waktu setempat.
Putusan MA AS dan respons tarif global 10% ini menciptakan ketidakpastian baru dalam hubungan dagang antara Indonesia dan AS. Namun, pemerintah Indonesia menunjukkan sikap proaktif dalam menjaga kepentingan nasional melalui jalur diplomasi dan negosiasi.
Negosiasi ini mencerminkan pentingnya hubungan dagang bilateral yang saling menguntungkan. Indonesia berupaya keras untuk memastikan bahwa perjanjian perdagangan yang ada benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian nasional, sambil tetap menjaga hubungan baik dengan mitra dagang utamanya, Amerika Serikat. Perkembangan selanjutnya akan terus menjadi perhatian utama dalam lanskap perdagangan internasional.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…