Cameron: Akuisisi Warner Bros. oleh Netflix Mengejutkan

James Cameron Melayangkan Surat Peringatan: Akuisisi Netflix atas Warner Bros. Discovery Dianggap Ancaman Serius bagi Bioskop Tradisional

Sutradara legendaris James Cameron baru-baru ini mengirimkan surat terbuka kepada Senator Amerika Serikat, Mike Lee, untuk menyuarakan penolakannya terhadap rencana akuisisi Warner Bros. Discovery (WBD) oleh raksasa streaming Netflix. Cameron menyebut langkah ini sebagai “bencana” yang berpotensi merusak ekosistem sinema tradisional dan mengusulkan visi alternatif untuk masa depan perfilman Amerika.

Surat Cameron: Ancaman Nyata terhadap Bioskop dan Lapangan Kerja

Dalam surat yang dikirimkan pada Selasa, 10 Februari 2026, Cameron mengungkapkan kekhawatiran mendalamnya bahwa akuisisi bernilai puluhan miliar dolar oleh Netflix ini akan menjadi pukulan telak bagi bisnis perfilman layar lebar. Dampaknya, menurut Cameron, akan sangat luas, menyentuh berbagai aspek industri yang telah menjadi tulang punggung kariernya selama puluhan tahun.

Bacaan Lainnya

Fokus utama Cameron adalah bagaimana model bisnis Netflix yang sangat mengandalkan distribusi streaming dapat secara langsung mengancam kelangsungan hidup bioskop. Ia memperingatkan bahwa akuisisi ini berpotensi memicu penutupan banyak teater, penurunan drastis dalam produksi film-film skala besar, dan yang paling mengkhawatirkan, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masif. Dampak ini tidak hanya akan dirasakan oleh para pekerja teater, tetapi juga oleh perusahaan efek visual, penyedia layanan pendukung produksi, dan seluruh rantai pasok industri perfilman. Cameron secara tegas menyebutnya sebagai “pukulan telak bagi komunitas pameran.”

“Model bisnis Netflix bertentangan langsung dengan bisnis produksi dan penayangan film di bioskop, yang mempekerjakan ratusan ribu warga Amerika,” tulis Cameron dalam suratnya. “Oleh karena itu, hal ini bertentangan langsung dengan model bisnis divisi film Warner Brothers, salah satu dari sedikit studio film besar yang tersisa.” Pernyataan ini menyoroti betapa fundamentalnya perbedaan filosofi bisnis antara kedua perusahaan dan bagaimana pergeseran ke arah dominasi streaming dapat mengikis fondasi industri yang telah mapan.

Lebih lanjut, sutradara di balik film-film blockbuster seperti Titanic dan Avatar ini juga menyuarakan keprihatinannya terhadap posisi global Hollywood sebagai eksportir film utama dunia. Jika industri perfilman hanya berfokus pada streaming, Cameron khawatir dominasi tersebut akan memudar, digantikan oleh kekuatan-kekuatan baru yang mungkin tidak memiliki akar budaya dan sejarah yang sama dengan sinema Amerika.

Dukungan James Cameron untuk Paramount dan Kritik terhadap Pernyataan CEO Netflix

Sikap kritis James Cameron terhadap rencana akuisisi Netflix atas WBD tidak berhenti pada surat kepada Senator Lee. Dukungan kuatnya juga ia tunjukkan kepada tawaran yang diajukan oleh perusahaan yang dipimpin oleh David Ellison, Paramount. Dalam sebuah wawancara di podcast The Town tahun lalu, Cameron secara blak-blakan menyatakan pandangannya.

“Saya pikir Paramount adalah pilihan terbaik, Netflix akan menjadi bencana. Maaf, Ted, tapi astaga. Sarandos pernah mengatakan bahwa film bioskop sudah mati. ‘Bioskop sudah mati.’ Kutipan, tanpa tanda kutip,” ujarnya, merujuk pada pernyataan CEO Netflix, Ted Sarandos.

Pernyataan Sarandos tersebut tampaknya sangat membekas di benak Cameron, seorang veteran industri film berusia 71 tahun. Ia menegaskan kembali dalam suratnya tentang bagaimana CEO Netflix itu pernah menyebut bioskop sebagai “konsep yang ketinggalan zaman” dan “ide yang usang,” serta bahwa mengajak orang ke bioskop bukanlah orientasi bisnis mereka. Bagi Cameron, pernyataan seperti ini tidak hanya sekadar retorika bisnis, tetapi mencerminkan ancaman eksistensial terhadap medium yang ia cintai dan profesi yang ia geluti.

“Saya hanyalah seorang pekerja film biasa, dan saya melihat kreativitas dan produktivitas masa depan saya terancam secara langsung oleh rencana penjualan ini,” tulis Cameron menutup pernyataannya dengan nada getir. Kekhawatiran ini bukan hanya tentang profitabilitas, tetapi lebih dalam lagi, tentang masa depan seni bercerita melalui medium visual yang dinikmati bersama di layar lebar.

Tanggapan Senator Mike Lee

Menanggapi surat dan kekhawatiran yang disampaikan oleh James Cameron, Senator Mike Lee memberikan respons melalui sebuah pernyataan. Ia mengakui telah menerima masukan dari berbagai pihak yang berkepentingan, termasuk para aktor, sutradara, dan pemangku kepentingan lainnya, terkait dengan usulan penggabungan Netflix dan Warner Brothers.

“Kami telah menerima masukan dari para aktor, sutradara, dan pihak-pihak lain yang berkepentingan mengenai usulan penggabungan Netflix dan Warner Brothers, dan saya berbagi banyak kekhawatiran mereka,” demikian pernyataan Senator Lee. Ia menambahkan, “Saya berharap dapat mengadakan sidang lanjutan untuk membahas masalah-masalah ini lebih lanjut.” Pernyataan ini mengindikasikan bahwa kekhawatiran Cameron tidak diabaikan dan isu ini akan mendapatkan perhatian lebih serius di tingkat legislatif.

Pos terkait