Bulan Ramadhan selalu hadir membawa nuansa yang berbeda—lebih tenang, lebih hangat, dan penuh makna. Di bulan suci ini, banyak orang mengekspresikan rasa syukur, harapan, serta doa melalui berbagai cara, salah satunya lewat rangkaian kata yang sederhana namun menyentuh. Puisi menjadi media yang indah untuk menuangkan perasaan dan menggambarkan keistimewaan Ramadhan. Di era digital, puisi singkat tak hanya dibaca, tetapi juga dibagikan sebagai kutipan inspiratif di media sosial. Kalimat pendek yang sarat makna mampu mewakili suasana hati, sekaligus menjadi pengingat akan nilai-nilai kebaikan yang selalu hadir selama bulan puasa. Dari kata tentang kesabaran, keikhlasan, hingga rindu akan ampunan, semuanya terasa lebih hidup dalam bentuk puisi.
Ramadhan adalah momen yang tepat untuk memperbanyak konten positif dan inspiratif. Melalui puisi, pesan tentang keimanan, kepedulian, serta harapan akan perubahan diri dapat tersampaikan dengan cara yang lembut dan menyentuh. Tak heran jika banyak orang memilih puisi sebagai sarana refleksi sekaligus penyemangat selama menjalani ibadah puasa. Kumpulan puisi Ramadhan singkat ini hadir sebagai inspirasi bagi siapa saja yang ingin berbagi kebaikan, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Dengan bahasa yang sederhana namun bermakna, puisi-puisi ini bisa menjadi kutipan yang memperindah unggahanmu sekaligus menyebarkan nuansa damai di bulan penuh berkah ini.
Merenungi Kehadiran Ramadhan Melalui Kata
Ramadhan, bulan yang dinanti-nantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia, bukan sekadar periode menahan lapar dan haus. Ia adalah kesempatan emas untuk introspeksi diri, mempererat hubungan dengan Sang Pencipta, dan menebar kebaikan. Dalam kesuciannya, Ramadhan menawarkan jeda dari hiruk pikuk duniawi, mengajak kita untuk kembali merenungi makna hidup dan tujuan spiritual kita. Puisi, dengan keindahan bahasanya, menjadi salah satu wadah paling efektif untuk menangkap esensi dari bulan yang penuh berkah ini. Melalui untaian kata, kita dapat mengekspresikan rasa syukur, penyesalan, harapan, dan kerinduan yang mendalam.
Di era digital saat ini, puisi singkat menjelma menjadi alat komunikasi yang kuat. Ia dapat dibagikan di berbagai platform media sosial, menjangkau khalayak luas, dan menyebarkan pesan-pesan positif. Puisi-puisi Ramadhan yang sederhana namun sarat makna mampu mewakili perasaan yang kompleks, mengingatkan kita akan nilai-nilai luhur seperti kesabaran, keikhlasan, dan kerinduan akan ampunan Tuhan.
Puisi Sebagai Cermin Diri dan Refleksi Spiritual
Setiap bait puisi Ramadhan seolah menjadi cermin yang memantulkan kondisi batin kita. Ia mengajak kita untuk melihat kembali perjalanan hidup, mengakui kesalahan, dan memohon ampunan. Puisi-puisi ini mengingatkan kita bahwa Ramadhan adalah kesempatan untuk memulai lembaran baru, membersihkan diri dari dosa, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Berikut adalah kumpulan puisi yang merangkum berbagai nuansa perasaan dan renungan selama bulan Ramadhan:
Inilah Hamba Mu
Ya Allah, inilah hamba-Mu datang kembali,
Dengan jiwa yang penuh luka, dipenuhi debu-debu dosa.
Aku tersesat jauh sekali, kusangka dirimu mengejar kebahagiaan,
Rupanya hanya fatamorgana dan juga kesengsaraan.
Semakin jauh dari diri-Mu, semakin jauh dari ketenangan,
Hanya bersahabat dengan kegelisahan dan ambisi yang tak pernah padam.
Kemana lagi kaki melangkah, sedangkan umur terus mengajar,
Raga semakin tergerus usia, tak lama lagi datang senja.
Kepada-Mu jua aku kembali, entah esok atau lusa,
Tak mampu aku kembali kepada alam dunia.Jangan Tinggalkan Puasa Ramadhan
Jangan tinggalkan puasa Ramadhan, walaupun apa yang terjadi,
Ini adalah kesempatan untuk kita perbaiki diri.
Tinggalkan segala maksiat, jangan pernah diteruskan,
Supaya jangan kita tersesat, buka lembar dosa terjerumuskan.
Walau banyak salah dan dosa, datanglah kita kepada-Nya,
Memohon ampunan dari segala kesalahan.
Banyak-banyak kita berdoa untuk dunia dan akhirat kita,
Semoga kita diberi kemudahan dalam ibadah dan kehidupan.ANDAI INI RAMADHAN YANG TERAKHIR
Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir, tentu siangnya engkau sibuk berzikir,
Tentu engkau tak akan jemu melagukan syair rindu mendayu, merayu kepada-NYA Tuhan yang satu.
Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir, tentu sholatmu kau kerjakan di awal waktu,
Sholat yang dikerjakan sungguh khusyuk lagi tawadhu’, tubuh dan qalbu bersatu memperhamba diri menghadap Rabbul Jalil, menangisi kecurangan janji.
“Innasolati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil ‘alamin” (sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, dan matiku… kuserahkan hanya kepada Allah Tuhan seru sekalian alam).
Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir, tidak akan kau sia-siakan walau sesaat yang berlalu,
Setiap masa tak akan dibiarkan begitu saja, di setiap kesempatan juga masa yang terluang alunan Al-Quran bakal kau dendang, bakal kau syairkan.
Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir, tentu malammu engkau sibukkan dengan bertarawih, berqiamullail, bertahajjud, mengadu, merintih, meminta belas kasih.
“Sesungguhnya aku tidak layak untuk ke syurga-MU, tapi… aku juga tidak sanggup untuk ke neraka-MU.”
Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir, tentu dirimu tak akan melupakan mereka yang tersayang.
Mari kita meriahkan Ramadhan, kita buru, kita cari suatu malam idaman yang lebih baik dari seribu bulan.
Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir, tentu engkau bakal menyediakan batin dan zahir, mempersiap diri, rohani dan jasmani menanti-nanti jemputan Izrail, di kiri dan kanan lorong-lorong redha Ar-Rahman.
Duhai Ilahi…. andai ini Ramadhan terakhir buat kami, jadikanlah ia Ramadhan paling berarti, paling berseri, menerangi kegelapan hati kami, menyeru ke jalan menuju ridho serta kasih sayang-Mu Ya Ilahi, semoga bakal mewarnai kehidupan kami di sana nanti.
Namun teman… tak akan ada manusia yang bakal mengetahui apakah Ramadhan ini merupakan yang terakhir kali bagi dirinya, yang mampu bagi seorang hamba itu hanyalah berusaha, bersedia, meminta belas-NYA.Ramadhan Tiba
Di bulan suci yang penuh berkah, Ramadhan tiba, menyapa dengan bahagia.
Cahaya rembulan membelai malam, kicauan burung bernyanyi dalam puasa.
Matahari pergi, senja datang, rahmat Tuhan turun, mengalir dalam hati.
Doa-doa terucap, merayap ke langit, sejuknya malam, peluk erat keimanan.
Dalam sunyi malam, bacaan Al-Qur’an, ayat suci menyentuh jiwa yang hening.
Bersujud rendah, merendahkan diri, mendekatkan hati pada Sang Pencipta.
Berbagi senyum, penuh kasih sayang, zakat dan sedekah, mengalir deras kebaikan.
Berjalan di jalan kebenaran, Ramadhan membasuh hati dari dosa-dosa.
Sahur bersama, berbuka dengan doa, menjalin silaturahmi, merajut kasih mesra.
Bulan yang penuh ampunan dan rahmat, mengajarkan kesabaran dan keikhlasan.
O Ramadhan, bulan yang agung, menyentuh hati, membawa kedamaian.
Semoga kita selalu berada di jalan-Nya, di bulan penuh berkah ini dan selamanya.Puisi Ramadhan Buat Ayah dan Ibu
Tak ada kata yang mampu terucap, tak ada sedih yang terlihat,
Hanya air mata yang bercucuran, air mata kebahagiaan.
Minta ampun pada ayah dan ibu, aku bersujud di pangkuannya,
Mata ini tak mampu menyembunyikan isak tangis, hati juga tak mampu menahan kepiluan.
Maafkan aku ayah dan ibu, aku tahu aku bukan anak yang sempurna,
Anak yang menjadi seperti yang kalian inginkan.
Izinkan aku memohon ampun dan restu, hari ini aku meminta kalian mendoakan aku,
Agar kelaknya menjadi orang yang sukses, sukses untuk diriku dan sukses untuk keluarga juga. Aamiin.
Refleksi Mendalam di Bulan Penuh Ampunan
Puisi-puisi ini bukan hanya sekadar rangkaian kata, tetapi juga sebuah panggilan untuk merenung. Ia mengajak kita untuk melihat kembali diri kita sendiri, sejauh mana kita telah menjalankan perintah-Nya, dan seberapa besar usaha kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Ramadhan
Di bawah rembulan, Ramadhan tiba, menyinari langit, membuka pintu rahmat.
Bulan penuh berkah, pelajaran hidup, menyemai inspirasi dalam setiap detik.
Pada malam yang sunyi, hati dipenuhi cinta, doa-doa terbang, menuju pintu langit.
Menginspirasi jiwa, dalam setiap shalat, melangkah bersama, menuju kebahagiaan.
Bulan suci, kisah keajaiban dimulai, mengajarkan sabar, kasih, dan ketulusan.
Melangkah di atas jejak para nabi, menuju kejayaan, bersama keberkahan.
Cahaya bulan, merangkul kegelapan, bagai petunjuk dalam kehidupan yang terus berputar.
Inspirasi tercipta dalam bacaan Al-Qur’an, mengukir arah, membimbing setapak langkah.
Bersedekah, merasakan kebahagiaan berlipat, menyentuh hati, meluapkan kebaikan.
Ramadhan adalah pemberi semangat baru, mengilhami jiwa untuk menjadi lebih baik.
Berbagi senyum, peluk erat kebersamaan, Ramadhan mengajarkan arti kasih sayang.
Meninspirasi untuk menggenggam mimpi, mewujudkan harapan, memeluk keberkahan.
Dalam Ramadhan yang penuh makna, inspirasi tumbuh, berkembang dalam setiap sujud.
Semoga kita menjadi lebih baik, menyinari dunia dengan kasih dan kebaikan.Harmoni Ramadhan
Dalam senyap malam, bulan bersinar jelas, Ramadhan tiba, pintu hati terbuka rapat.
Puasa dijalani dengan penuh tekad, batin terasa ringan, di langit doa terbang.
Kelapangan berbagi, di setiap sahur dan berbuka, menyentuh hati, meluapkan kasih dan syukur.
Puasa bukan sekadar menahan lapar, namun menyucikan jiwa, menuju keharmonisan.
Detik berdetik, Ramadhan berlalu pelan, sebaris doa terucap, mengiringi setiap langkah.
Bulan suci membawa inspirasi dan ketenangan, puasa adalah pelajaran, tuntun langkah menuju cinta.Sujud di Bawah Rembulan Keberkahan
Di bawah rembulan, Ramadhan bertabur sinar, puasa di hati, membuka pintu cinta yang terang.
Langkah beriringan, di setapak ketulusan, berkah bulan suci, menyapa dalam sujud yang syahdu.
Sahur dan berbuka, momen berharga di waktu senja, lafaz doa memayungi, meresapi nikmat yang tersedia.
Puasa bukan sekadar menahan rasa lapar, namun mengukir sabar, mengalirkan kasih yang tiada tara.
Di dalam kebersamaan, tercipta harmoni, sujud yang mendalam, menyambut rahmat di surga.
Pintu ampunan terbuka, mengalir bagai sungai yang jernih, puasa Ramadhan, pelajaran hidup menuju kebaikan yang abadi.
Bulan sabit bersinar, mengiringi langkah perjalanan, setiap bait doa, menjadi jalinan kasih yang tak ternilai.
Puasa mengajarkan, bukan hanya menahan nafsu, namun menjelma cahaya, menyinari jalan keberkahan.
Minggu berganti, Ramadhan menyampaikan pelajaran, puasa menjadi cermin, memantulkan keikhlasan dalam hati.
Berlalulah hari, dengan penuh syukur dan keimanan, Ramadhan, bulan suci, menyapa dengan kebahagiaan yang tiada tara.Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan datang, senja merona, dalam sujud reda, hati penuh getir dan resah.
Air mata mengalir, mengukir doa dalam diam, duka di jiwa, mengalun menyatu dalam hening malam.
Takbir menggema, mengusik kesepian, di peluk malam, terbayang wajah yang pergi.
Doa terucap, merayap di selubung waktu, Ramadhan yang pilu, meninggalkan kenangan pahit.
Bergegas berpuasa, namun hati terhanyut, rindu yang terpendam, seakan memisahkan waktu.
Namun dalam kesedihan, terselip makna, Ramadhan menuntun, kekuatan datang dari doa.JIKA INI RAMADHAN TERAKHIRKU
Oleh: Rima Kusumo Purbowati
Jika ini Ramadhan terakhirku, aku akan berlari sekencang angin untuk raih semua pahala.
Jika ini Ramadhan terakhirku, akan kusedekahkan semua harta yang kumiliki, kusantuni setiap anak yatim yang kutemui, kuberi makan setiap fakir yang mengiba.
Jika ini Ramadhan terakhirku, akan kututup mulutku agar tak terlontar ucapan buruk dari gejolak amarah.
Jika ini Ramadhan terakhirku, kuhidupkan malam panjang agar kupastikan, kuperoleh lailatur qadar.
Jika ini Ramadhan terakhirku, akan kukhatamkan kitab Qur’anku hingga puluhan ribu kali.
Andaikan aku tahu, sayangya, langit tak pernah berkabar bahwa ini adalah Ramadhan terakhirku.
Maka, kerap aku malu pada compang campingnya amal yang bergelut dengan kuatnya tarikan nafsu.
Maka sungguh, aku yang hina ini, hanya pandai menaubati lemahnya diriku dalam beramal dan tak berdayanya aku menghajar nafsu belenggu.
Menyongsong Berkah dan Ampunan
Setiap bait puisi di bawah ini mengajak kita untuk meresapi keindahan dan makna Ramadhan lebih dalam. Ia mengingatkan kita akan pentingnya beribadah, memohon ampunan, dan menebar kebaikan.
Ramadhan Harapan
Ketika senja telah tiba, Ramadhan berkah mulai menyapa, menjadi sebuah harapan tuk segenap, seluruh insan.
Letih sudah jiwa ini menapaki hari-hari, bergelimang dengan dosa, membuat jiwa penuh nestapa.
Kuatkan diriku untuk hijrah, tancapkan keyakinan pada diri hamba, tentang janji-Mu yang Engkau sampaikan, bahwa betapapun aku berdosa, kan Kau berikan ampunan.Khilaf dan Dosa
Ya Allah, Ramadhan-Mu telah kembali, mengapa jiwaku yang begitu sepi, tertutupi debu-debu dosa, dipenuhi nafsu angkara murka.
Di antara milyaran manusia, inilah aku seorang hamba, yang berjalan tertatih-tatih menujumu walaupun sedih.
Aku tahu Engkau penyayang, namun diriku mengabaikan, aku tahu azab yang pedih, namun diriku sibuk dengan dunia ini.
Ampunilah dosa-dosaku, khilaf dan dosa yang menggunung, kepada siapa lagi aku mengadu, aku tersesat hatiku bingung.
Pada-Mu jua aku kembali, meletakkan segala harapan, perih hati karena dosa, yang kuharap adalah ampunan.Ramadhan Yang Ku Rindu
Langit malam yang berbintang, di saat cahaya Ramadhan mulai mendekat,
Dalam bulan yang dirindukan, bulan yang sungguh penuh pengampunan.
Bersinar dalam Ramadhan indah, yang selalu dinanti kedatangannya dalam tiap tahunnya.
Marhaban Ya Ramadhan, cahaya kian mendekat, melewati hari demi hari, bulan yang banyak dirindukan umat.
Bulan suci penuh ampunan, segala salah dan dosa kian terkikis, memohon di ampuni di bulan penuh berkah ini.
Marhaban ya Ramadhan, ku rindu hadirmu dalam tiap doa-doaku, bulan tempatku memohon tobat.
ALLAHU YA RABBHI, keagungan-Mu sungguh begitu besar dalam Ramadhan yang indah.Ramadhan yang Kurindukan
Di bulan Ramadhan, hati merindu, bersemi suci, cahaya yang terindu.
Berkumandang azan, merdu di sudut masjid, dirindukan Ramadhan, suci yang tak terpisah lagi.
Puasa dan doa, memohon ampunan, mengalirkan air mata, tanda penitipan.
Di malam yang sunyi, terang bintang bersinar, Ramadhan yang dirindukan, hadir dalam hati yang tak terganti.
Di hari terakhir, cinta dan kasih terpancar, menyambut Syawal dengan rasa syukur.
Namun rindu itu tetap, dalam ingatan yang jelas, Ramadhan, bulan suci, kembali dirindukan, dengan sejuta kenangan yang indah.Bulan Ramadhan yang Dirindukan
Di senja bercahaya, Ramadhan tiba, bulan suci penuh berkah menyapa.
Dirindukan bulan penuh cinta, puasa dan doa, hati penuh hikmah.
Bersujudlah malam di masjid sunyi, rindu pada-Nya, dalam hati resapi.
Dalam setiap sajadah yang terbuka, rahmat-Nya mengalir, tak terbatas waktu.
Bulan Ramadhan, peluk hangat kasih, menghadirkan kedamaian di setiap sujud.
Rindu pada pelukan-Mu yang suci, bulan yang dirindukan, syukur yang tulus.Marhaban Ya Ramadhan
Terima kasih Ya Allah, Kau mempertemukan hambamu dengan bulan yang ku dambakan.
Kau berikan kami tuk harapkan sebuah ampunan, sebuah ampunan di bulan suci Ramadhan.
Rasa bahagia yang tak bisa terucap oleh kata-kata, hanya kata syukur yang terucap penuh rasa pengagungan.
Rasa pengagungan penuh kebahagiaan karena diberi kesempatan bertemu bulan yang Kau agungkan.
Ku bersihkan jiwa dan raga untuk menyambutnya, ku tanamkan rasa penyesalan di hari-hari sebelumnya.
Ku sucikan batin tanpa rasa iri tuk memuliakan bulan yang Engkau muliakan.
Ku bersujud padamu Tuhan semesta alam, lantunan ayat-ayat Alquran aku dendangkan tuk memuliakan bulan yang Engkau muliakan.
Demi namamu Allah ku harapkan belas kasihan dan kuharapkan kekuatan tuk mengisi bulan yang Engkau muliakan dengan kebaikan.
Marhaban ya Ramadhan.Puisi Ramadhan
Ya Allah, Kau datangkan lagi Ramadhan buatku, ketika aku masih saja tak mampu mensyukuri Ramadhan-Mu yang lalu.
Hari-hari-Mu masih saja kulalui, tanpa isi, tanpa makna, tanpa syukur, bahkan dengan sikap takabur.
Kadang kami masih saja lupa bahwa Engkaulah Penentu, kadang kami masih saja merasa kebenaran itu hanya punyaku, yang lain bukan makhluk-Mu, yang lain bukan umat-Mu.
Dalam Doaku, sering kusampaikan dengan memaksa, seolah akulah yang lebih tahu dari-Mu, Sang Mahatahu.
Doaku bukan harapan, tapi itu keharusan, dan ketika ada satu yang tak KAU kabulkan, seolah hilang seluruh nikmat yang KAU limpahkan.
Tiada kata yang dapat terucap, hati merasa malu, dalam kalbu aku bisa menjerit Tuhan, batin menangis.
Betapapun dosa itu, aku yakin KAU maha pengampun, saat aku sedih, hanya pada-Mulah aku cerita.
Saat aku merasa sendiri, aku yakin Kaupun bersamaku Tuhan.
Aku rela saat ini jika harus menghadapmu, jika ITU LEBIH BAIK, Ridho-MUlah yang senantiasa aku harap.
Maafkan dosaku Tuhan, maafkan aku wahai semua hamba Allah yang ada dialam fana ini.
“Marhaban Ya Ramadhan” Mohon maaf lahir dan bathin.Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan, bulan yang paling aku nantikan, aku sambut dengan suka cita.
Aku tidak ingin Ramadhan cepat berlalu, bulan yang penuh keberkahan.
Mari kita berlomba-lomba mencari pahala sebanyak mungkin.
Bulan Ramadhan, bulan yang sungguh mulia, hatiku senang menjalani puasa.
Semoga puasaku nanti penuh keberkahan.MARHABAN YA RAMADHAN
Ramadhan, kini kau akan datang, menyejukan hati yang kekeringan, mengharumkan nafas yang tertahan, menenangkan rasa kegelisahan.
Ramadhan, aku sangat senang, kurasakan ada kedamaian, menjalankan ibadahpun tenang, tiada pengganggu berkeliaran.
Ramadhan, namamu suci nan menawan, membuat insan tertawan, menjalankan ibadah penuh keikhlasan, demi gandanya pahala dan kemenangan.
Seuntai kata kurangkaikan untukmu Bulan suci Ramadhan, karena kedatanganmu mengesankan dan selalu dirindukan umat beriman.
Marhaban ya Ramadhan, Marhaban ya Ramadhan.RAMADHAN TIBA
Bila Ramadhan telah tiba, berubahlah semua suasana, semua muslim bersuka ria, menerima bulan Ramadhan yang mulia.
Siang hari harus ditahan lapar dan dahaga, sore hari boleh kita berbuka, malam hari didirikan shalat malam, tiada hentinya orang membaca Al-Qur’an.
Bulan Ramadhan bulan mulia, sungguh beruntung orang yang pandai mengisinya, dapat mencapai kesucian dirinya, memperoleh pahala berlipat ganda.
Berpuasa sungguh mulia, walaupun berat dirasa, menahan makan sejak fajar, menahan diri dengan hati sabar.
Adzan Maghrib telah terdengar, kita berbuka terasa segar, akhir malam makan sahur, tak lupa kita bersyukur.
Jejak Spiritual di Bulan Penuh Keberkahan
Puisi-puisi ini mengajak kita untuk merenungkan kembali arti penting Ramadhan dalam kehidupan kita. Ia mengingatkan kita untuk selalu bersyukur, memohon ampunan, dan menebar kebaikan.
Puisi Ramadhan : Malam Ramadhan
Malam ini, kan ku rangkai jerit suara hati, kan ku ukir disetiap jiwaku ini.
Wahai malam yang sunyi, dapatkah kau memberi arti, pekatnya malam gulita yang kau beri.
Wahai sunyi aku rapuh, aku hampa tak berarti, bila tak ada kasih pelita yang menghampiri.
Hatiku resah hatiku galau tak bertepi, andai tak ada kasih yang abadi.
Ya Allah yang abadi, berilah kamu petunjuk walau jalan itu berduri, berilah kami kekuatan hati lapang hidup ini.
Agar setiap galau yang menghampiri dapat kami suruh untuk pergi dan tak kembali.
Ya Allah yang maha suci, sucikanlah kami dan hati kami ini, agar aku tak sesat, tak tenggelam di samudra sunyi.
Abadilah kamu, abadilah cinta nurani.Puisi Ramadhan : Mu’jizat Di Atas Doa
Segudang harapan manusia, tersimpan dalam kata – kata, terpanjatkan bersama untaian suara yang berisi harapan tuk kehidupan.
Untukmu para siswa Indonesia, untaian harapanmu tersimpan dalam doa.
Terus dan teruslah berdoa, mendekatlah kepada sang pencipta, kuasa ada bersama-Nya.
Tak perlu kau resah apabila harapan tidak terwujudkan, janganlah berputus asa dan tetap berdoa, karena doa adalah mu’jizat-Nya.Puisi Ramadhan : DI PENGHUJUNG RAMADHAN
Kala kerinduan belumlah usai, kala penghayatan dalam doa belumlah sempurna, menapaki lajunya perjalanan yang tiada henti, menyusuri lorong yang penuh liku menghadang.
Kuingin Kau basuh dalam renunganku, saat Kau pancarkan cahaya dalam bulan nan mulia, mengharapkan ampunan dalam sujudku yang panjang.
Masihkah kan kupalingkan wajah ini? Ingin kuhapus semua noda dan dosa, ingin kuhempas semua kobaran emosi dalam dada.
Meluruhkan jiwa yang sarat dengan hasrat, tenggelam dalam tangisan penuh sesal.
Sanggupkah kan kutapaki hariku? Menyongsong esok yang t’lah siap menanti.
Semoga di penghujungmu ya Ramadhan, ampunan Illahi kan terpancar lewat pribadi nan luhur.Puisi Ramadhan : DOA RAMADHAN
Ya Allah….. Dalam dekapan Ramadhan suci ini, berikan hambamu ini kesadaran betapa bulan ini adalah gudang yang menyimpan stok rahmat.
Dalam sepuluh ruang tamunya, berikan pada hamba makna luas ruang maghfirah-Mu yang tersembunyi dalam sepuluh ruang keluarga.
Tancapkan keyakinan pada diri hamba tentang janji-Mu yang terlukis dalam sepuluh ruang tidur bulan-Mu, menggambar kebebasan dari api abadi-Mu.
Ya Allah… hamba ingin menjadi penebar ayat-ayat-Mu, merangkul tiang rumah-Mu, merayu-Mu tiap malam, mengingat-Mu dalam dua puluh gerak istirahatku, menjenguk-Mu dalam detik-detik sahurku, menemani mata hati mengelilingi hari-hari-Mu.
Ya Allah… hamba bersimpuh dalam belai kuasamu, mengakui kelemahan dan kesalahan nafsi, membeberkan aib sendiri, membuka rahasia pribadi kepada-Mu! Menggorek dosa-dosa satu persatu, berharap siraman deras ampunan-Mu.
Ya Allah….. Bersama laju bulan penuh rahmat ini, hamba lontarkan ide-ide hamba, menjelaskan planning, mendiskusikan visi masa depan, mengadukan keinginan, menumpuk harapan-harapan dan meletakkanya diatas tangan-Mu.
Ya Allah… sedikit sekali yang kuminta dalam luas kuasamu yang terbuka.Puisi : Ramadhan yang Indah
Mungkin kita tidak tahu kapan kita mati dan hidup, mungkinkah kita bisa berpuasa di saat bulan Ramadhan ini.
Janganlah engkau tidak berpuasa hanya karena tidak kuat menahan hawa nafsu yang terus berdatangan.
Kita sebagai manusia adalah makhluk Allah SWT yang sempurna, yang punya akal pikiran yang jernih.
Saat kita melakukan dosa dan kesalahan yang sudah kita perbuat setiap kita melangkah dan berjalan, hanya dengan berpuasa dan sholatlah dosa kita bisa hilang sedikit demi sedikit walupun dosa kita yang kita perbuat banyak.
Marilah kita berpuasa di bulan Ramadhan yang indah ini dan bertobatlah sebelum nyawa kita diambil oleh Allah SWT.Bila Ramadhan Memanggil
Bila Ramadhan memanggilmu, mengetuk pintu hidupmu, sambut ia sepenuh rindumu, dekap ia sepenuh cinta.
Dan biarkan jemari indahnya merengkuhmu dalam ampunan-Nya.
Bila Ramadhan memanggilmu, sambutlah ia bak tamu istimewa.
Kenanglah kelopak hari-hari yang telah luruh berguguran, kenanglah seumpama pertanda bagi engkau sang penerus perjalanan.
Bersiaplah menjemput giliran bila tak lagi kau jumpai ia Ramadhan di tahun depan.
Bila Ramadhan memanggilmu, bersihkan hati dari segala dengki, sucikan jiwa dari segala prasangka, bersihkan raga dari segala dosa.
Bila Ramadhan memanggilmu, berlarilah menjemput panggilan-Nya.Ramadhan Tiba
Bila Ramadhan telah tiba, berubahlah semua suasana, semua muslim bersuka ria, menerima bulan Ramadhan yang mulia.
Siang hari harus ditahan lapar dan dahaga, sore hari boleh kita berbuka, malam hari didirikan shalat malam, tiada hentinya orang membaca Al-Qur’an.
Bulan Ramadhan bulan mulia, sungguh beruntung orang yang pandai mengisinya, dapat mencapai kesucian dirinya, memperoleh pahala berlipat ganda.
Berpuasa sungguh mulia, walaupun berat dirasa, menahan makan sejak fajar, menahan diri dengan hati sabar.
Adzan Maghrib telah terdengar, kita berbuka terasa segar, akhir malam makan sahur, tak lupa kita bersyukur.Taubat di Bulan Ramadhan
Dulu tidak serajin ini, shalat lima waktu, mengaji tadarus, melengkapi dengan shalat sunah hingga berdzikir disela kesibukan.
Dulu acuh tak acuh, bermain sampai lelah, tidur pulas hingga pagi, meninggalkan serangkaian shalat, hingga mengucap kata-kata tak pantas.
Sekarang berbeda, bulan Ramadhan mendapat berkah.
Telapak tangannya dicuci bersih, mulutnya dikumur bersih, kotoran hidungnya menghilang bersih, wajahnya cerah bersinar.
Lengannya lembab bersih, rambutnya basah dan segar, telinganya terbasuh sejauh, hingga kakinya dingin bersih… dan kembali ke jalan Allah di bulan suci Ramadhan ini.Ramadhan
Ya Allah Kau datanglah lagi Ramadhan buatku, ketika kku masih saja tak mampu mensyukuri Ramadhan-Mu yang lalu.
Hari-hari-Mu masih saja ku lalui, tanpa isi, tanpa makna, tanpa syukur, bahkan dengan sikap takabur.
Kadang kami masih saja lupa bahwa Engkau penentu, kadang kami masih merasa kebenaran itu hanya punyaku, yang lain bukan makhluk-Mu, yang lain bukan umat-Mu.
Dalam doaku, sering ku memaksa, seolah ku yang lebih tahu dari-Mu Sang Maha Tahu.
Doaku bukan harapan, tapi keharusan, dan ketika ada satu yang tak Kau kabulkan, seolah hilang seluruh nikmat yang Kau limpahkan.Indah Ramadhan
Ada sekuntum hari, wanginya mengharumi bumi, saat itulah kemurahan Sang Khalik berlimpah, menyatu pada segala inti hidup.
Adalah Ramadhan, Ia bertelaga bening, airnya mutiara maghfirah, gerincingnya dzikir dan tadarus, tepiannya doa lemah lembut, lirih dan pasrah.
Siapa tak ingin jadi ikannya? Mari berenang dengan kesunyian nafsu agar setiap sirip kita tak patah sia-sia.
Ia rahasia, tak sekedar lapar dahaga, tapi itulah sesungguhnya hakikat cinta dan salah satu cara bertegur sapa dengan Allah.
Karena dengan lapar dan haus, kita lebih bisa menyadari bahwa kita tak berpunya, bisa lebih memahami bahwa kita tak lebih dari sebutir debu di antara keMaha luasan-Nya.
Ia sepantasnya dirindukan, karena ia lebih.
Momen Berharga di Bulan Penuh Rahmat
Kumpulan puisi ini memberikan berbagai perspektif tentang bagaimana kita dapat memaknai Ramadhan. Dari kerinduan yang mendalam hingga penyesalan atas khilaf, semuanya terangkum dalam untaian kata yang indah.
Contoh 31
Di bulan suci Ramadhan ini, banyak hal yang kuharapkan saat ini, terlebih, belum sepenuhnya pandemi hilang dari muka bumi.
Tapi, ini tak akan menyurutkan ku ‘tuk dapat beribadah secara khusyuk kepada-Mu, memanjatkan doa dan harapku di atas sajadah di setiap sepertiga malamku.
Contoh 32
Langit malam yang berbintang, di saat cahaya Ramadan mulai mendekat, dalam bulan yang dirindukan, bulan yang sungguh penuh pengampunan.
Bersinar dalam Ramadan indah, yang selalu dinanti kedatangannya dalam tiap tahunnya.
Marhaban Ya Ramadan, cahaya kian mendekat, melewati hari demi hari, bulan yang banyak dirindukan umat.
Bulan suci penuh ampunan, segala salah dan dosa kian terkikis, memohon ampun di bulan penuh berkah ini.
Marhaban ya Ramadan, ku rindu hadirmu dalam tiap doa-doaku, bulan tempatku memohon tobat.
Allahu Ya Rabbhi, keagungan-Mu sungguh begitu besar dalam Ramadan yang indah.
Contoh 33
Jangan tinggalkan puasa Ramadhan, walaupun apa yang terjadi, ini adalah kesempatan untuk kita perbaiki diri.
Tinggalkan segala maksiat, jangan pernah diteruskan, supaya jangan kita tersesat, buka lembar dosa terjerumuskan.
Walau banyak salah dan dosa, datanglah kita kepada-Nya, memohon ampunan dari segala kesalahan.
Banyak-banyak kita berdoa untuk dunia dan akhirat kita, semoga kita diberi kemudahan dalam ibadah dan kehidupan.
Contoh 34
Marhaban Ya Ramadan, bulan suci telah tiba.
Mari kita berlomba-lomba menambang amal saleh, menggali kebaikan demi meraih surga Firdaus yang dinanti.
Setan-setan yang terikat seakan pergi menjauh, lapar dan dahaga mewarnai aksi kita tuk beraksi berbuat kebaikan.
Ayat-ayat suci dilantunkan, hatamkan Al-Qur’an sebagai tujuan.
Ikhlas itu tidak terucap, tapi tertanam dalam hati. Insya Allah jadi berkah.
Contoh 35
Akhirnya penantian ini berakhir, bulan yang ditunggu-tunggu ia datang membawa berkah.
Ya, benar dia adalah Ramadhan, kini ia telah tiba. Tak akan ku lewatkan kali ini, ku sambut ia dengan kebahagiaan, menikmati pertemuan sepanjang hari dengan Al-Quran.
Hai Ramadhan, kali ini kita bertemu lagi, kan kujadikan diri ini menjadi versi yang terbaik.
Jangan pergi terlalu cepat, diri ini tak sanggup untuk kau tinggalkan dan tak sanggup untuk rindu padamu lagi.
Contoh 36
Senandung rindu bergema riuh perihal Ramadhan akan berlabuh, temu sapa singkat sebulan penuh untuk temani hati bersihkan keruh.
Di dekapnya terjanji limpahan kasih, tebus dosa dengan pahala berlebih, telaga ampunan tampak begitu jernih, sertanya malam seribu bulan diraih.
Terlihat angkasa berderai melodi tasbih, juga lantunan ayat mengalun tiada letih.
Andai kunjungnya bukan sekadar singgah, seribu tahun pun aku betah jadi rumah.
Duhai kawan, buktikan rindumu tak sekadar gaduh, peluk kado-Nya dengan sujud simpuh.
Keraplah memohon kala gulita menyeluruh, barangkali tahun depan nyawa tak lagi utuh.
Contoh 37
Sebentar lagi kau kan berlalu, meninggalkan semua kemuliaan & cinta yang ada padamu.
Sedangkan ku disini masih saja tak bisa melakukan apa yang seharusnya dilakukan saat bersamamu, menganggapmu tak lebih dari yang lainnya, melewatimu seperti hal yang sudah biasa terjadi.
Bahkan di penghujung keberadaanmu, kau selalu memberikan kerinduan & keinginan yang diharapkan setiap insan.
Di saat-saat terakhirmu segala kemuliaan & keagungan kau taburkan ke seluruh alam semesta, segala rahmat & cinta bagaikan air hujan yang turun membasahi bumi, yang setiap tetesanmu takkan mungkin terhitung.
Akankah ku kan berjumpa lagi denganmu? Menikmati segala kemuliaan yang ada padamu, ku kan selalu merindukanmu.
Contoh 38
Ketika dahaga sudah biasa kita tahan, ketika itu puasa pun kan berakhir.
Di pengh







