Warga Toboali Dibedil Air Keras Saat Mengemudi

Teror Air Keras di Bangka: Korban Luka Bakar Parah, Polisi Buru Pelaku

BANGKA – M. Rosidi masih terbaring lemah di atas ranjang perawatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Junjung Besaoh, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Peristiwa mengerikan yang dialaminya sejak semalam terus membayangi, meninggalkan luka fisik dan trauma mendalam.

Rabu (18/2/2026), wajah M. Rosidi terlihat pucat di balik balutan perban tebal yang menutupi sebagian besar wajahnya, terutama di area pipi kanan. Punggungnya disangga oleh sandaran ranjang, sementara tubuh bagian atasnya mengenakan kaos berwarna hitam. Selimut hijau masih menutupi bagian bawah tubuhnya hingga sebatas paha. Detail luka terlihat dari balik perban putih tebal yang membungkus telapak kaki hingga betisnya, serta merambah ke area paha dan pergelangan tangan. Sesekali, luka terbuka berwarna hitam terlihat dari balik balutan, menandakan keparahan luka bakar yang dideritanya.

Bacaan Lainnya

M. Rosidi telah menjalani perawatan intensif sejak malam sebelumnya, setelah menjadi korban penyiraman air keras oleh sejumlah orang tak dikenal (OTK). Ia menceritakan kronologi kejadian yang mengerikan itu kepada awak media, dengan suara lirih namun penuh keprihatinan.

Kronologi Mengerikan: Serangan Mendadak di Lampu Merah

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 22.06 WIB. Saat itu, M. Rosidi baru saja meninggalkan Warung Kopi (Warkop) 77 di Toboali. Ia mengendarai mobil pribadinya dengan kondisi kaca pintu mobil sengaja dibuka untuk membiarkan udara segar masuk.

Dalam perjalanan, ketika mobilnya tiba di persimpangan lampu merah Ampera, dua orang tak dikenal mendekat. Keduanya berboncengan menggunakan sepeda motor matic yang melaju pelan. Tanpa sapaan, tanpa peringatan, dalam hitungan detik, cairan panas langsung disiramkan ke arah tubuh M. Rosidi.

Seketika, rasa panas yang menyengat dan menyakitkan menjalar di kulitnya. M. Rosidi yang sedang fokus menyetir, merasakan sensasi terbakar yang berbeda dari biasanya. Cairan tersebut mengenai tubuhnya, menyebabkan kulitnya terasa seperti terbakar. Para pelaku, dengan cepat dan tanpa belas kasihan, langsung tancap gas dan meninggalkan lokasi kejadian, meninggalkan M. Rosidi dalam kesakitan.

“Pelakunya ada dua orang, berboncengan menggunakan sepeda motor matic,” jelas M. Rosidi, dengan nada getir.

Dugaan Pelaku Telah Memuntuti

M. Rosidi menduga bahwa para pelaku telah membuntutinya sejak ia berada di Warkop 77. Dugaan ini diperkuat dengan adanya rekaman dari sejumlah kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sepanjang ruas jalan tersebut. Ia tidak pernah berinteraksi atau memiliki permasalahan sebelumnya dengan orang yang tidak dikenal di lokasi kejadian. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa serangan tersebut telah direncanakan.

Dampak Luka Bakar yang Parah

Akibat siraman air keras tersebut, M. Rosidi mengalami luka bakar yang cukup parah di beberapa bagian tubuhnya. Luka bakar terparah terdapat pada bagian lutut, paha, hingga selangkangan. Selain itu, pipi kanannya, kedua tangan, dan bagian kaki juga mengalami luka bakar. Hingga kini, ia masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Tim medis di RSUD Junjung Besaoh terus melakukan observasi mendalam terhadap kondisi luka bakar yang dialami M. Rosidi. Upaya ini dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi serta meminimalkan dampak lanjutan dari luka bakar tersebut. Perawatan yang intensif dan pemantauan ketat menjadi kunci untuk pemulihan M. Rosidi.

Harapan Terungkapnya Pelaku dan Motif

M. Rosidi telah menempuh jalur hukum dengan melaporkan kejadian mengerikan ini kepada pihak kepolisian. Ia berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap identitas para pelaku dan motif di balik aksi teror yang menimpanya.

“Saya sudah laporkan kasus ini ke kepolisian. Semoga kasus ini segera terungkap,” ucapnya penuh harap, meski suaranya terdengar lemah.

Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan di lingkungan sekitar, serta pentingnya penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat. Pihak kepolisian diharapkan dapat segera memberikan titik terang dalam kasus ini dan memberikan keadilan bagi M. Rosidi.

Pos terkait