Categories: Local

Tragedi Panah Ikan: Warga Lorong Ayam Ditemukan Tewas di Perairan Wuring

Tragedi di Perairan Wuring: Seorang Pemancing Ditemukan Meninggal Dunia

Maumere, Sikka – Sebuah insiden tragis menggemparkan warga di Perairan Wuring, Kota Maumere, Kabupaten Sikka. Mateus Rohi (42), seorang warga dari Lorong Ayam, Kilo Dua, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Nusa Tenggara Timur, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada Rabu pagi, 18 Februari 2026. Penemuan ini mengakhiri pencarian yang dilakukan setelah korban dilaporkan hilang sehari sebelumnya.

Peristiwa nahas ini bermula pada Selasa dini hari, 17 Februari 2026. Sekitar pukul 03.00 Wita, Mateus Rohi bersama dua orang rekannya memutuskan untuk pergi memanah ikan di Perairan Wuring. Aktivitas memancing ikan dengan tombak atau alat serupa ini merupakan kegiatan yang umum dilakukan oleh sebagian masyarakat pesisir untuk memenuhi kebutuhan atau sebagai mata pencaharian sampingan.

Namun, nasib nahas menimpa Mateus. Sekitar pukul 06.00 Wita, kedua rekannya telah selesai memanah ikan dan kembali ke daratan. Sayangnya, Mateus tidak ikut kembali. Ia tak kunjung muncul ke permukaan air, menimbulkan kekhawatiran bagi teman-temannya. Upaya pencarian awal oleh keluarga secara mandiri dilaporkan belum membuahkan hasil.

Menyadari situasi yang semakin mengkhawatirkan, pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian hilangnya Mateus Rohi ke Kantor SAR Maumere. Laporan ini diterima pada tanggal 17 Februari 2026, memicu dimulainya operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) oleh tim gabungan.

Operasi SAR Gabungan Dilancarkan

Kepala Kantor SAR Maumere, yang juga bertindak sebagai SAE Mission Coordinator (SMC), Fatur Rahman, menjelaskan kronologi kejadian. “Kronologi yang disampaikan pelapor pada tanggal 17 Februari 2026 bahwa korban bersama dua orang temannya pada Pukul 03.00 Wita (17/2/2026) dini hari berangkat memanah ikan di Perairan Wuring. Pada Pukul 06.00 Wita kedua teman korban telah selesai memanah ikan dan naik ke daratan. Namun korban tak kunjung muncul di atas permukaan. Keluarga telah melakukan pencarian mandiri namun belum membuahkan hasil dan mereka melaporkan kejadian tersebut ke Kantor SAR Maumere guna pencarian korban,” terang Fathur.

Fatur menegaskan bahwa Tim SAR Gabungan langsung bergerak sejak menerima informasi pada hari pertama. Operasi SAR memasuki hari kedua pada Rabu, 18 Februari 2026. Berbagai sumber daya dikerahkan untuk memaksimalkan upaya pencarian.

Peralatan yang diturunkan dalam operasi ini meliputi:

  • RIB (Rigid Inflatable Boat) Kantor SAR Maumere: Kapal cepat yang lincah dan mampu beroperasi di berbagai kondisi laut.
  • Searider Ditpolairud Polda NTT: Kapal patroli perairan yang dilengkapi dengan peralatan navigasi dan komunikasi canggih.
  • Rubber Boat: Perahu karet yang fleksibel dan mudah dibawa ke lokasi yang sulit dijangkau.
  • Peralatan Selam: Termasuk alat bantu pernapasan dan perlengkapan penyelam untuk melakukan pencarian di bawah permukaan air.

Penemuan Jenazah Korban

Setelah kerja keras tim SAR gabungan selama berjam-jam, harapan untuk menemukan korban dalam keadaan selamat perlahan memudar. Namun, pada akhirnya, ada secercah titik terang yang menyertai duka. Pada pukul 07.10 Wita, Rabu, 18 Februari 2026, saat tim SAR gabungan sedang melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian, sebuah penemuan tragis terjadi.

Tim berhasil menemukan korban, Mateus Rohi, dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban ditemukan berjarak sekitar 0.59 Nautical Mile (NM) dari perkiraan lokasi tenggelam. Lokasi penemuan ini tercatat pada koordinat geografis 08°35’4.97″S – 122°12’0.23″E.

Setelah ditemukan, jenazah korban segera dievakuasi oleh tim SAR gabungan. Proses evakuasi dilakukan menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) TC Hillers Maumere untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Saat ini, jenazah Mateus Rohi telah diserahkan kepada pihak keluarga. Rencananya, jenazah akan segera dimakamkan sesuai dengan adat dan tradisi yang berlaku, mengakhiri rangkaian peristiwa pilu yang meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Kejadian ini menjadi pengingat akan bahaya yang mengintai di laut, bahkan saat melakukan aktivitas yang terlihat rutin.

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Puluhan Tahun di Jalan Vihara, Ratusan Pedagang Pasar Wage Akhirnya Ditempatkan

Penataan Pasar Wage Purwokerto: Langkah Penting untuk Kesejahteraan Pedagang Setelah bertahun-tahun berjualan di area trotoar…

37 menit ago

Soal Ujian SBdP Kelas 6 SD Semester 2 2026 Lengkap Kunci Jawaban

Latihan Soal SBdP Kelas 6 SD Semester 2 Kurikulum Merdeka Tahun 2026 Latihan soal SBdP…

48 menit ago

Mimika Menyambut Era Baru, Paskah 2026 Jadi Awal Kehidupan Baru

Ibadah Fajar Paskah di Mimika Berlangsung Khidmat Ibadah Fajar Paskah di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua…

2 jam ago

Damai Hormuz: Trump Tawarkan Gencatan Senjata ke Iran

Upaya Diplomasi di Tengah Ketegangan Laut Merah: Iran Tawarkan Paket Negosiasi Kompleks Situasi keamanan maritim…

3 jam ago

Polres Pematangsiantar Rekonstruksi 11 Adegan Pembunuhan di Kafe Lotta

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Kafe Lotta, Polres Pematangsiantar Ungkap Kronologi Kejadian Kepolisian Resor (Polres) Pematangsiantar…

3 jam ago

Prakiraan Cuaca Tangsel, Tangerang, dan Kota Tangerang Pada Minggu 5 April 2026: Hujan Ringan Menghiasi Hari

Prakiraan Cuaca Hari Ini di Kawasan Tangerang Raya Pada hari ini, Minggu 5 April 2026,…

4 jam ago