Ibadah Fajar Paskah di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan diikuti oleh ribuan umat Kristiani. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam memperingati kebangkitan Yesus Kristus, yang menjadi simbol harapan dan pembaruan bagi seluruh umat manusia.
Ibadah dimulai pada pukul 02.30 WIT dini hari di halaman Gedung Eme Neme Yauware. Sebelumnya, umat Kristiani mengikuti pawai obor dari Lapangan Pasar Lama menuju Gereja Katedral Tiga Raja. Rute pawai kemudian dilanjutkan melalui Jalan Cenderawasih dan Jalan Budi Utomo hingga tiba di lokasi ibadah utama.
Ketua Pengurus Persekutuan Gereja-gereja Mimika (PGGM), Pdt Pascal Victor Warint STh, menyampaikan khotbah yang diambil dari Kitab 2 Korintus 5:17. Dalam khotbahnya, ia menekankan bahwa menjadi ciptaan baru berarti umat harus berani meninggalkan masa lalu yang kelam dan menjalani hidup dengan pola yang baru.
“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang,” ujarnya.
Pdt Pascal juga menjelaskan bahwa kebangkitan Kristus membawa perubahan besar bagi umat manusia, dari ketakutan menjadi keberanian. Menurutnya, saat Yesus ditangkap dan disalibkan, para murid diliputi rasa takut. Namun setelah kebangkitan-Nya, mereka memperoleh keberanian untuk menjalani hidup dan memberitakan kabar baik.
Ia menekankan bahwa kebangkitan Kristus menjadi dasar pembaruan hidup, di mana setiap orang dipanggil untuk meninggalkan perbuatan dosa dan hidup dalam pola yang baru. Kehidupan baru tersebut harus tercermin dalam sikap, perilaku, serta tutur kata yang baik sehingga menjadi kesaksian bagi sesama.
Selain itu, ia mengajak jemaat untuk berani keluar dari zona nyaman, membangun kehidupan dalam kasih, serta menjadi pembawa damai di tengah kemajemukan. “Kebangkitan Kristus mempersatukan, meruntuhkan tembok pemisah, dan memulihkan hubungan antar sesama,” tambahnya.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Mimika, Ananias Faot, menyampaikan bahwa perayaan Paskah bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, Paskah merupakan simbol kemenangan atas dosa dan membawa harapan baru bagi kehidupan umat manusia.
“Kegiatan ini memiliki makna mendalam sebagai lambang terang Kristus yang harus senantiasa dinyalakan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurut Ananias, nilai-nilai tersebut harus tercermin melalui sikap hidup yang penuh kasih, persaudaraan, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama. Pemerintah Kabupaten Mimika memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini menjadi wujud nyata dalam mempererat persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat,” katanya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk aparat keamanan dan tenaga medis yang telah mendukung jalannya kegiatan hingga berlangsung dengan tertib dan lancar.
Ananias berharap damai dan kasih Kristus senantiasa menyertai seluruh masyarakat dalam menjalani kehidupan, serta membawa Mimika menjadi daerah yang semakin maju, aman, dan sejahtera.
Penataan Pasar Wage Purwokerto: Langkah Penting untuk Kesejahteraan Pedagang Setelah bertahun-tahun berjualan di area trotoar…
Latihan Soal SBdP Kelas 6 SD Semester 2 Kurikulum Merdeka Tahun 2026 Latihan soal SBdP…
Upaya Diplomasi di Tengah Ketegangan Laut Merah: Iran Tawarkan Paket Negosiasi Kompleks Situasi keamanan maritim…
Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Kafe Lotta, Polres Pematangsiantar Ungkap Kronologi Kejadian Kepolisian Resor (Polres) Pematangsiantar…
Prakiraan Cuaca Hari Ini di Kawasan Tangerang Raya Pada hari ini, Minggu 5 April 2026,…
Kim Young Kwang: Bintang Populer Korea yang Selalu Membuat Penonton Baper Kim Young Kwang adalah…