Proyek pembangunan ruas jalan Manado Outer Ring Road (MORR) III kini memasuki babak baru dengan kelanjutan pembangunan yang disambut antusias oleh masyarakat. Proyek vital yang menghubungkan Kalasey di Kabupaten Minahasa dengan Winangun di Kota Manado ini tidak hanya diharapkan dapat memperlancar arus transportasi, tetapi juga membuka berbagai peluang ekonomi baru, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar jalur pembangunan, seperti di Desa Sea, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.
Proyek MORR III ini telah memasuki tahap IV, dengan anggaran sebesar Rp 26 miliar dialokasikan untuk tahun 2026. Keberlanjutan proyek ini menjadi angin segar bagi masyarakat Desa Sea, yang lokasinya strategis diapit oleh jalur pembangunan. Desa Sea sendiri, yang berjarak sekitar 8 kilometer dari pusat Kota Manado, kini tengah berdinamika dengan pemilihan calon Hukum Tua (Kepala Desa), di mana isu pembangunan MORR III diprediksi akan menjadi salah satu topik krusial yang diperbincangkan para calon pemimpin desa.
Peluang Ekonomi Baru di Desa Sea
Warga Desa Sea menyambut baik kelanjutan pembangunan MORR III. Mereka melihat potensi besar untuk peningkatan kesejahteraan melalui pemanfaatan jalan lingkar baru ini. Alex, salah seorang warga, menyatakan optimisme bahwa dengan semakin banyaknya kendaraan yang melintas ketika MORR III difungsikan, peluang ekonomi bagi masyarakat akan semakin terbuka lebar.
“Kalau jalan ini sudah dibuka dan kendaraan banyak lewat, itu jadi peluang besar bagi desa. Apalagi di Desa Sea penghasil buah pisang. Mungkin bisa dibuat oleh-oleh dalam kemasan supaya bisa menambah pemasukan desa dan masyarakat,” ujar Alex. Ia menggarisbawahi potensi produk unggulan desa, seperti pisang, yang dapat diolah lebih lanjut menjadi produk bernilai tambah dan dipasarkan kepada pengguna jalan.
Selain pengolahan hasil pertanian, harapan lain yang mengemuka adalah kesiapan pemerintah desa dalam menyediakan ruang usaha bagi masyarakat. Wendy, warga lainnya, berpendapat bahwa dengan adanya pembinaan yang tepat bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), produk lokal Desa Sea dapat dikemas secara lebih menarik dan menjangkau pasar yang lebih luas.
“Dengan adanya pembinaan bagi pelaku usaha kecil agar produk lokal Desa Sea bisa dikemas lebih menarik dan dipasarkan kepada pengguna jalan yang melintas. Apalagi banyak juga masyarakat yang berjualan sebagai UMKM, ini bisa jadi peluang untuk mendongkrak mereka,” jelas Wendy. Ia juga menekankan pentingnya penataan ruang di sekitar jalur MORR III agar tetap tertib, tidak semrawut, dan tidak mengganggu fungsi jalan, sekaligus memastikan UMKM dapat berkembang.
Perkembangan Proyek dan Kendala Lahan
Informasi mengenai kelanjutan proyek MORR III ini terungkap setelah Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPRD Sulawesi Utara pada awal Februari 2026. Proyek yang menghubungkan Kalasey, Minahasa, dengan Winangun, Manado, ini memiliki panjang total sekitar 11,39 kilometer.
Kepala Satuan Kerja (Satker) PJN Wilayah I Sulawesi Utara, Ringgo Radetyo, menegaskan bahwa MORR III merupakan salah satu proyek strategis untuk konektivitas di wilayah tersebut. Kendala utama yang sempat menghambat proyek, yaitu pembebasan lahan, kini dilaporkan telah mendapatkan solusi.
“Saat ini, tahapan telah memasuki proses konsinyasi di pengadilan. Kami sedang menunggu proses pencairan konsinyasi bagi pihak penerima hak atas nama sertifikat yang ada di lokasi tersebut,” ungkap Ringgo dalam RDP. Ia menjelaskan bahwa Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Sulut telah menyelesaikan proses penyiapan anggaran terkait pembebasan lahan.
BPJN menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Badan Pertanahan Nasional (BPN) Minahasa, untuk mempercepat proses pemberkasan dan penyelesaian administrasi yang diperlukan. Dengan demikian, diharapkan proyek strategis ini dapat berjalan lancar, mempercepat pemerataan infrastruktur, dan mengurai kemacetan di wilayah penyangga Kota Manado.
Rincian Anggaran dan Tahapan Pembangunan MORR III
Proyek MORR III ini direncanakan sebagai proyek multiyears dengan total anggaran mencapai Rp 94 miliar hingga tahun 2027. Rincian alokasi anggaran per tahun adalah sebagai berikut:
Pembangunan tahap IV dan V MORR III menyisakan sekitar 6,3 kilometer jalan yang akan diselesaikan. MORR III berawal di Kalasey, tepat di bibir Teluk Manado, dan akan berakhir di Winangun, terhubung dengan Ring Road I. Titik pertemuan ini akan dibangun Simpang Winangun, sebuah underpass dan underbout yang dirancang untuk mengurai arus kendaraan dari empat arah: Ring Road I, Manado, Tomohon, dan Kalasey.
Selain itu, proyek ini juga mencakup pembangunan dua jembatan, yaitu Jembatan Pineleng I dan Jembatan Pineleng II di sepanjang MORR III. Salah satu jembatan akan memiliki panjang hingga 50 meter, mengingat kontur daratan yang dilalui cukup cekung.
Ringkasan Tahapan Pembangunan MORR III:
Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Sulut yang membahas proyek ini dipimpin oleh Ketua Komisi III, Berty Kapojos, didampingi Wakil Ketua Nick Adicipta Lomban, serta anggota lainnya. Kelanjutan proyek ini diharapkan tidak hanya meningkatkan konektivitas, tetapi juga menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi lokal, membawa manfaat nyata bagi masyarakat di sekitarnya.
PTKIN Semakin diminati oleh Calon Mahasiswa Baru Pergurungan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) kini semakin…
Penataan Pasar Wage Purwokerto: Langkah Penting untuk Kesejahteraan Pedagang Setelah bertahun-tahun berjualan di area trotoar…
Latihan Soal SBdP Kelas 6 SD Semester 2 Kurikulum Merdeka Tahun 2026 Latihan soal SBdP…
Ibadah Fajar Paskah di Mimika Berlangsung Khidmat Ibadah Fajar Paskah di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua…
Upaya Diplomasi di Tengah Ketegangan Laut Merah: Iran Tawarkan Paket Negosiasi Kompleks Situasi keamanan maritim…
Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Kafe Lotta, Polres Pematangsiantar Ungkap Kronologi Kejadian Kepolisian Resor (Polres) Pematangsiantar…