Lebak, Banten – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak secara resmi telah mengeluarkan surat seruan yang ditujukan kepada seluruh masyarakatnya. Surat bernomor B.400/10-Bag.Kesra/II/2026 ini, yang ditandatangani langsung oleh Bupati Lebak, Moch Hasbi Jayabaya, memuat enam poin imbauan penting untuk menjaga kekhusyukan dan kenyamanan ibadah selama bulan penuh berkah tersebut.
Tujuan utama dari seruan ini adalah untuk menciptakan suasana yang aman, tertib, dan penuh toleransi di tengah masyarakat. Hal ini diharapkan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa.
Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, saat memberikan keterangan, mengklarifikasi bahwa Pemkab Lebak tidak sepenuhnya melarang rumah makan untuk beroperasi pada siang hari. Namun, ia menekankan pentingnya penyesuaian dalam cara berjualan.
“Kalau buka minimal ditutup pake kain, jangan terlalu bebas. Takutnya ada non Islam yang tidak berpuasa, atau orang Islam yang tengah mengalami gangguan,” jelas Amir Hamzah melalui sambungan telepon pada Rabu (18/2/2026). Beliau menambahkan bahwa penutupan ini dilakukan agar tidak terlalu mencolok atau terbuka di tengah masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Lebih lanjut, orang nomor dua di Kabupaten Lebak ini kembali mengingatkan seluruh masyarakat untuk memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum terbaik untuk memperbanyak ibadah. “Harus banyak beribadah. Karena bulan Ramadan adalah kesempatan kita mencari pahala yang sebanyak-banyaknya,” pungkasnya, seraya mengajak warga untuk giat melaksanakan salat tarawih dan membaca ayat suci Al-Qur’an.
Sementara itu, pemerintah pusat melalui Kementerian Agama Republik Indonesia telah secara resmi menetapkan bahwa awal bulan Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan ini diumumkan setelah dilaksanakannya sidang isbat yang bertempat di Hotel Borobudur Jakarta pada Selasa, 17 Februari 2026.
Penetapan awal bulan suci Ramadan ini disampaikan langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. Beliau memimpin jalannya musyawarah yang melibatkan para ulama, ahli falak (astronomi), serta perwakilan dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia. Hasil sidang isbat ini menjadi pedoman bagi seluruh umat Muslim di Tanah Air untuk memulai ibadah puasa.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…