BANJARBARU – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan secara proaktif terus melakukan berbagai pembenahan dan peningkatan fasilitas di Asrama Haji Banjarbaru. Langkah ini diambil sebagai persiapan matang menghadapi musim haji tahun 2026, serta untuk mengantisipasi potensi perluasan layanan bagi jemaah umrah. Asrama Haji yang berlokasi strategis di Jalan A Yani Kilometer 28, Kelurahan Landasanulin Timur, Kecamatan Landasanulin, Kota Banjarbaru, kini berbenah untuk memberikan kenyamanan dan dukungan optimal bagi para calon tamu Allah.
Peningkatan fasilitas yang sedang digalakkan mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari revitalisasi gedung-gedung yang ada, penambahan kapasitas hunian, hingga penguatan sistem dukungan layanan yang komprehensif bagi jemaah sebelum mereka menempuh perjalanan suci ke Tanah Suci.
Kepala Asrama Haji Banjarbaru, Dr. H. Haris Fadillah, menyatakan optimisme dan kesiapannya dalam menyambut kedatangan jemaah calon haji. Beliau juga menegaskan bahwa pihaknya siap untuk memberikan pelayanan bahkan jika nanti ada kebijakan yang memungkinkan asrama ini juga melayani jemaah umrah.
Salah satu terobosan signifikan dalam peningkatan kapasitas adalah berdirinya satu gedung baru yang mampu menambah daya tampung asrama secara drastis. Gedung baru ini dirancang untuk menampung tambahan 450 orang jemaah. Jika digabungkan dengan kapasitas gedung lama yang mampu menampung 330 orang, maka total kapasitas Asrama Haji Banjarbaru kini mencapai angka impresif 780 orang. Peningkatan kapasitas ini menjadi kabar baik, mengingat antusiasme masyarakat untuk menunaikan ibadah haji yang terus meningkat setiap tahunnya.
“Asrama Haji kini bisa menampung 780 orang,” terang Dr. Haris Fadillah kepada awak media, Selasa (17/2).
Meskipun kapasitas hunian telah meningkat, Dr. Haris Fadillah mengakui bahwa masih terdapat kebutuhan untuk peningkatan di sektor fasilitas lainnya, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang bertugas di asrama. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap jemaah mendapatkan pelayanan yang prima dan sesuai standar.
Lebih lanjut, Dr. Haris Fadillah mengungkapkan adanya kemungkinan besar bahwa jemaah calon haji asal Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) akan kembali bergabung dengan Embarkasi Banjarmasin pada tahun mendatang. Keputusan ini, jika terealisasi, akan semakin memperkuat peran Asrama Haji Banjarbaru sebagai pusat embarkasi penting di wilayah Kalimantan.
Menanggapi wacana dari Kementerian Agama (Kemenag) yang tengah menjajaki kemungkinan penggunaan asrama haji untuk melayani jemaah umrah, para pelaku industri perjalanan umrah menyambut baik potensi tersebut. Salah satu agen perjalanan yang telah menjalin kemitraan, DQI Travel/Umrah Tanahlaut (Tala), melalui perwakilannya, Febriyan, menyatakan kesiapannya untuk mengikuti kebijakan manajemen pusat. Sejak tahun 2023, DQI Travel/Umrah telah menjadi mitra strategis Fandiego Travel, sebuah perusahaan yang berkantor pusat di Cikeas, Bogor, Jawa Barat.
DQI Travel Tala menawarkan berbagai pilihan paket umrah yang dirancang untuk memenuhi beragam kebutuhan dan anggaran jemaah. Tarif normal untuk paket sembilan hari dimulai dari Rp 23,9 juta. Selain itu, mereka juga menyediakan paket yang lebih fleksibel dan dapat disesuaikan dengan keinginan jemaah, termasuk opsi untuk melakukan tur tambahan ke destinasi menarik seperti Turki atau Mesir. Menariknya, pada periode promo khusus, tarif paket umrah bahkan dapat ditekan hingga mencapai Rp 15 juta, menjadikan ibadah umrah lebih terjangkau bagi banyak kalangan.
“Pada prinsipnya kami mengikuti instruksi dari manajemen pusat. Kalau memang ada opsi pemberangkatan lewat asrama haji dan fasilitasnya lebih baik, tentu kami menyambut baik,” ujar Febriyan, Selasa.
Febriyan menambahkan bahwa pola pemberangkatan jemaah umrah yang selama ini telah berjalan dinilainya lancar dan minim kendala. Namun demikian, jika kebijakan baru dari Kementerian Agama yang melibatkan asrama haji dapat memberikan fasilitas yang lebih baik dan optimal bagi jemaah, maka hal tersebut tentu akan disambut dengan tangan terbuka.
“Selama ini tidak ada kendala. Tapi kalau ada opsi dari kementerian dan itu memberikan fasilitas yang lebih baik untuk jemaah, kenapa tidak,” tegasnya.
Salah satu komitmen DQI Travel adalah tidak membatasi jumlah jemaah yang ingin berangkat. Bahkan, Febriyan menegaskan bahwa satu orang jemaah pun akan tetap difasilitasi untuk berangkat. Hal ini dilakukan dengan sistem penggabungan jemaah bersama jamaah lain yang dikelola oleh manajemen pusat. Sebagai ilustrasi, pada hari Selasa, Febriyan secara pribadi mengantarkan salah satu peserta umrah asal Tanahlaut ke Bandara Syamsudin Noor untuk memulai perjalanannya menuju Jakarta, sebagai bagian dari rangkaian keberangkatan ke Tanah Suci.
“Berapa pun jumlahnya tetap kami fasilitasi sampai berangkat ke Mekkah,” pungkasnya, menunjukkan dedikasi penuh dalam melayani setiap jemaah.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…