Kisah Santo Timotius dan Titus, Uskup
Senin, 26 Januari 2026
KERJA SAMA DALAM KARYA KESELAMATAN
(2Tim. 1:1-8; Mzm 96:1-2a.2b-3.7-8a.10; Luk. 10:1-9)
Keberhasilan adalah impian setiap individu. Namun, mencapai kesuksesan tidak hanya bergantung pada kerja keras dan penguasaan keterampilan secara individu. Lebih dari itu, dibutuhkan kolaborasi yang baik dengan Tuhan dan sesama rekan kerja, serta semangat juang yang tinggi dalam menghadapi setiap tantangan.
Karya keselamatan umat manusia adalah tugas yang kompleks. Yesus menggambarkan tugas perutusan untuk mewartakan Injil seperti anak domba di tengah serigala. Tugas ini membutuhkan keberanian, ketahanan, dan yang terpenting, iman yang teguh.
Mengajak orang untuk bertobat dan membuka hati mereka untuk menerima Kerajaan Allah demi keselamatan mereka membutuhkan kecerdasan spiritual yang mendalam. Ancaman terhadap nyawa menjadi risiko yang tak terhindarkan.
Sejarah keselamatan membuktikan hal ini. Yesus, Anak Allah, menjadi korban pertama. Para rasul dan banyak rekan kerja lainnya (para pengikut setia-Nya, baik laki-laki maupun perempuan) juga mengalami tantangan serupa. Inilah beratnya tugas perutusan. Tujuh puluh murid yang ditunjuk kemudian diutus berdua-dua.
Berbekal kekuatan dari Tuhan, para utusan saling bekerja sama untuk mengatasi kesulitan. Mereka diajak untuk menyapa dengan kelembutan, namun dengan kekuatan ilahi yang menyertai, kepada setiap orang yang menjadi subjek pelayanan mereka.
Setiap tantangan yang dihadapi menjadi pelajaran berharga untuk lebih cermat dalam menjalankan kehendak Tuhan dalam karya keselamatan. Ini dilakukan melalui pengajaran dan tindakan penyembuhan, tidak hanya fisik tetapi juga batin, agar kesehatan jiwa dapat dipulihkan.
Santo Paulus, rasul Tuhan, menguatkan Timotius melalui doa dan berkat Tuhan dalam perjalanan pewartaannya. Dukungan tulus dari rekan sekerja sangat penting untuk memberikan kekuatan. Allah bekerja melalui Yesus Putra-Nya dalam diri setiap utusan. Paulus menegaskan, “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” (2Tim. 1:7).
Pemazmur menanggapi dengan pujian, “Kobarkanlah dari hari ke hari keselamatan yang datang dari pada-Nya. Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa, kisahkanlah karya-karya-Nya yang ajaib di antara segala suku.” (Mzm 96:2b-3).
Tidak hanya manusia yang membutuhkan Tuhan, Tuhan juga membutuhkan manusia yang setia kepada-Nya dalam tugas perutusan. Setiap orang membutuhkan sesama dan Tuhan. Tuhan mendorong kita untuk saling menguatkan dan meneguhkan agar tetap teguh dalam tugas mewartakan Sabda Allah.
Dalam diri setiap pengikut setia Tuhan, ada roh yang membangkitkan kekuatan kasih yang mengalahkan segala kejahatan.
“Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegurlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.” (Santo Paulus, Rasul). Berjuanglah untuk hidup benar dan saleh di dunia demi pahala hidup surgawi.
Berikut adalah beberapa poin penting untuk direnungkan:
Bagaimana kita dapat menerapkan prinsip-prinsip ini dalam kehidupan sehari-hari?
Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, kita dapat menjadi agen perubahan positif di dunia dan berkontribusi pada karya keselamatan Allah.
PTKIN Semakin diminati oleh Calon Mahasiswa Baru Pergurungan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) kini semakin…
Penataan Pasar Wage Purwokerto: Langkah Penting untuk Kesejahteraan Pedagang Setelah bertahun-tahun berjualan di area trotoar…
Latihan Soal SBdP Kelas 6 SD Semester 2 Kurikulum Merdeka Tahun 2026 Latihan soal SBdP…
Ibadah Fajar Paskah di Mimika Berlangsung Khidmat Ibadah Fajar Paskah di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua…
Upaya Diplomasi di Tengah Ketegangan Laut Merah: Iran Tawarkan Paket Negosiasi Kompleks Situasi keamanan maritim…
Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Kafe Lotta, Polres Pematangsiantar Ungkap Kronologi Kejadian Kepolisian Resor (Polres) Pematangsiantar…