Persipura Jayapura Kokoh di Puncak Klasemen Wilayah Timur Setelah Kemenangan Meyakinkan
Persipura Jayapura berhasil mengukuhkan posisinya di puncak klasemen wilayah timur kompetisi Championship 2025/2026. Kemenangan telak 4-1 atas Barito Putera pada pekan ke-19, Minggu (15/2/2026), menjadi bukti sahih atas performa gemilang skuad berjuluk Mutiara Hitam ini. Namun, di balik euforia kemenangan besar dan posisi teratas klasemen, Pelatih Kepala Persipura Jayapura, Rahmad Darmawan (RD), menekankan bahwa perjalanan tim masih sangat panjang. Ia berpesan agar para pemain tidak terlena dengan kesuksesan sesaat dan senantiasa menjaga fokus serta kerja keras.
Kemenangan ini bukanlah hasil instan, melainkan buah dari proses pembangunan tim yang terus menerus. Permainan Persipura Jayapura dalam beberapa pertandingan terakhir menunjukkan progres positif yang signifikan, baik dari segi taktik maupun mentalitas para pemain.
“Puji Tuhan, hari ini Tuhan memberikan rezeki kepada kita. Kita sudah menanti kemenangan di kandang sendiri, dan hari ini kita berhasil meraih tiga poin dengan mencetak empat gol. Saya ucapkan terima kasih kepada para pemain dan seluruh masyarakat Papua yang telah hadir memberikan dukungan langsung di stadion, serta yang menyaksikan dari rumah,” ujar Rahmad Darmawan usai pertandingan.
Meskipun meraih hasil yang memuaskan, Rahmad Darmawan mengingatkan pentingnya rasa syukur tanpa diiringi rasa cepat puas. Menurutnya, Persipura masih dihadapkan pada berbagai tantangan berat di laga-laga mendatang, terutama dua pertandingan tandang yang telah menanti. Momentum kemenangan ini harus dijaga dengan baik, bukan untuk berpuas diri, melainkan sebagai motivasi untuk bekerja lebih keras lagi.
Evolusi Taktik dan Kontribusi Pemain
Rahmad Darmawan mengamati perkembangan tim berjalan seiring antara pemain lama dan pemain baru. Kontribusi dari seluruh elemen tim sangatlah luar biasa, yang secara kolektif membawa Persipura menuju performa terbaiknya.
Salah satu sorotan utama dalam pertandingan melawan Barito Putera adalah perubahan pola permainan yang diperlihatkan Persipura. Jika pada laga sebelumnya tim lebih mengandalkan serangan dari bola-bola atas dan umpan silang (crossing), kali ini mereka menampilkan variasi serangan dengan kombinasi umpan-umpan pendek dan permainan satu-dua sentuhan yang dinamis.
“Permainan kombinasi hari ini terlihat lebih menonjol. Karena kami tidak memiliki striker yang memiliki postur tinggi seperti pada pertandingan sebelumnya, kami mengubah cara bermain. Para pemain mampu menerjemahkan instruksi ini dengan sangat baik, termasuk pemain-pemain baru seperti Bima dan Williams,” jelas Rahmad Darmawan.
Di babak kedua, strategi kembali disesuaikan oleh Rahmad Darmawan. Ia memasukkan pemain-pemain dengan postur lebih tinggi untuk mengantisipasi ancaman bola mati dari Barito Putera, yang terindikasi mulai mengandalkan taktik tersebut, termasuk memanfaatkan situasi sepak pojok. “Kami mengantisipasi hal tersebut dengan menurunkan pemain yang lebih tinggi untuk menjaga bola-bola mati,” ungkapnya.
Strategi Rekrutmen dan Apresiasi Individu
Terkait dengan rekrutmen pemain baru, seperti Kamuro, Rahmad Darmawan menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan antisipasi strategis. Keputusan ini diambil jika Reno harus bergabung dengan agenda tim nasional. Ia menegaskan bahwa kebutuhan tim tetap menjadi prioritas utama demi menjaga keseimbangan dan kedalaman skuad.
Rahmad Darmawan juga memberikan apresiasi khusus kepada Reno yang berhasil mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut. Namun, apresiasi itu tetap dibarengi dengan pengingat agar sang pemain tidak cepat berpuas diri dan terus berjuang untuk peningkatan performa.
“Bagi saya, lawan terberat Persipura bukanlah tim lawan, melainkan diri kita sendiri. Jika para pemain mampu menjaga fokus, menjaga kondisi fisik, tetap serius, dan bekerja keras, maka semua lawan yang ada di depan dapat kita taklukkan,” pungkas Rahmad Darmawan, menegaskan filosofi yang dipegangnya dalam mengelola tim Mutiara Hitam.







