Ratusan Warga Terdampak Angin Puting Beliung di Mojokerto Terima Bantuan
Mojokerto, Jawa Timur – Bencana angin puting beliung yang menerjang tiga desa di Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, pada Jumat (6/2/2026) lalu, telah menimbulkan dampak signifikan bagi ratusan warganya. Sebanyak 193 kepala keluarga (KK) dilaporkan terdampak langsung oleh fenomena cuaca ekstrem ini, yang menyebabkan kerusakan pada rumah tinggal mereka.
Menanggapi situasi darurat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan langsung kepada para korban. Bantuan tersebut difokuskan untuk meringankan beban warga yang kehilangan atau mengalami kerusakan pada tempat tinggal mereka.
Bantuan Langsung untuk Korban
Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, yang akrab disapa Gus Barra, di Kantor Desa Balongmasin. Bantuan yang diberikan mencakup paket sembako untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari serta satu set peralatan kebersihan rumah tangga bagi setiap kepala keluarga yang terdampak.
Secara rinci, desa-desa yang menerima bantuan adalah Desa Balongmasin, Desa Tunggalpager, dan Desa Jabontegal. Data yang dihimpun menunjukkan bahwa Desa Balongmasin menjadi wilayah dengan jumlah rumah terdampak paling banyak, yaitu 186 rumah. Sementara itu, Desa Jabontegal terdampak 2 rumah dan Desa Tunggalpager sebanyak 5 rumah.
Selain bantuan kebutuhan pokok dan kebersihan, Pemkab Mojokerto juga memberikan perhatian khusus pada perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan parah. Sebanyak 5 rumah dilaporkan mengalami kerusakan bangunan yang cukup serius akibat terjangan angin kencang. Untuk itu, pemerintah daerah akan menyalurkan bantuan berupa material bangunan guna membantu proses perbaikan agar rumah warga dapat segera ditempati kembali dengan layak.
Penanganan Fasilitas Umum Juga Menjadi Prioritas
Bupati Gus Barra menekankan bahwa penanganan pasca bencana tidak hanya berfokus pada rumah warga, tetapi juga menyasar fasilitas umum yang turut menjadi korban angin puting beliung. Beberapa fasilitas pendidikan dan kesehatan dilaporkan mengalami kerusakan.
Dua Sekolah Dasar (SD) yaitu SDN Balongmasin 1 dan SDN Balongmasin 2, serta satu Puskesmas Pembantu (Pustu), masuk dalam daftar fasilitas umum yang memerlukan penanganan segera. Bupati telah menginstruksikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, untuk segera melakukan asesmen dan analisis mendalam terhadap kerusakan yang terjadi pada ketiga fasilitas tersebut.
“Terkait fasilitas SD Balongmasin 1, SD Balongmasin 2, dan Pustu nanti diasesmen hasilnya disampaikan kepada dinas terkait (Dinas Pendidikan) agar kemudian dapat bantuan fasilitas terdampak angin puting beliung,” ujar Bupati Gus Barra. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan fungsi fasilitas umum, sehingga aktivitas belajar mengajar dan pelayanan kesehatan dapat kembali berjalan normal.
Imbauan Kewaspadaan Menghadapi Puncak Musim Hujan
Menyusul peristiwa angin puting beliung ini, Bupati Gus Barra turut menyampaikan imbauan penting kepada seluruh masyarakat Kabupaten Mojokerto. Ia mengajak masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu berbagai bencana hidrometeorologi lainnya, terutama mengingat saat ini adalah puncak musim hujan.
“Kami imbau masyarakat karena kondisi cuaca sekarang ini tidak bisa ditebak maka harus waspada, saling membantu dan menjaga,” tegas Bupati. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan solidaritas antarwarga dalam menghadapi ancaman bencana, serta pentingnya menjaga lingkungan sekitar agar tidak memperparah risiko bencana.
Upaya Optimal BPBD dalam Penanggulangan Bencana
Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui BPBD menunjukkan komitmennya dalam penanggulangan bencana hidrometeorologi yang terjadi di wilayahnya. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, mengonfirmasi bahwa pemerintah daerah telah berupaya optimal dalam menangani berbagai insiden yang terjadi, terutama di masa puncak musim hujan ini.
Selain angin puting beliung, BPBD juga menangani laporan pohon tumbang di beberapa lokasi di Mojosari dan Pungging, serta di sepanjang Jalan Raya Bangsal. Kejadian pohon tumbang ini juga berdampak pada beberapa rumah warga yang tertimpa reruntuhan, membutuhkan penanganan segera dari tim BPBD.
“Rumah warga dan 5 Fasum terdampak angin kencang di Desa Balongmasin, Desa Jabontegal dan Desa Tunggalpager, Kecamatan Pungging,” pungkas Rinaldi, merangkum cakupan penanganan bencana yang telah dilakukan. Upaya ini menunjukkan respons cepat dan terpadu dari pemerintah daerah dalam melindungi warganya dari dampak bencana alam.







