Awak Tugboat Tenggelam di Tanjung Batu Ditemukan Meninggal

Tragedi di Perairan Kutai Kartanegara: Tugboat Kayu Tenggelam, Satu Awak Kapal Meninggal Dunia

Sebuah insiden tragis mengguncang perairan Desa Tanjung Batu, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Minggu (15/2/2026). Sebuah kapal tugboat kayu yang sedang bersandar di lokasi tersebut tiba-tiba saja tenggelam, merenggut nyawa salah satu awak kapalnya. Peristiwa nahas ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 06.10 Waktu Indonesia Tengah (Wita), menyebabkan kepanikan dan upaya penyelamatan yang intensif.

Korban yang diketahui bernama Yogi, berusia 30 tahun dan merupakan warga Desa Sido Mulyo, Kecamatan Tabang, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah terjebak di dalam kapal yang karam. Sementara itu, satu awak kapal lainnya berhasil diselamatkan dan dilaporkan selamat dari kejadian yang mendadak tersebut.

Bacaan Lainnya

Menurut keterangan dari warga sekitar, kapal tersebut mulai tenggelam secara tiba-tiba tanpa peringatan. Saat menyadari situasi kritis tersebut, Yogi dilaporkan sempat berusaha membangunkan rekannya yang masih berada di dalam kapal. Namun, dalam hitungan menit yang menegangkan, kondisi kapal memburuk drastis, dan nahasnya, Yogi justru terperangkap di dalam lambung kapal yang perlahan tenggelam ke dasar perairan.

Respons Cepat Tim Penyelamat

Laporan mengenai kejadian tenggelamnya tugboat kayu ini diterima oleh Markas Komando (Mako) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kutai Kartanegara pada pukul 07.11 Wita. Menanggapi laporan darurat tersebut, tim penyelamat dari Damkarmatan Kukar segera bergerak menuju lokasi kejadian.

Kepala Dinas Damkarmatan Kukar, Fida Hurasani, menyatakan bahwa timnya langsung diterjunkan begitu laporan diterima. “Setelah laporan masuk ke Mako Damkarmatan Kukar, tim langsung bergerak ke lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan warga lokal serta semua unsur terkait,” ujar Fida Hurasani. Koordinasi yang cepat dan efektif dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat, menjadi kunci dalam upaya pencarian dan penyelamatan selanjutnya.

Informasi awal yang dihimpun dari warga menyebutkan bahwa kapal tugboat kayu tersebut dalam keadaan bersandar dan hanya terdapat dua orang awak di dalamnya saat insiden terjadi. Tanpa ada indikasi sebelumnya, kapal tersebut mendadak tenggelam. Kejadian ini menegaskan betapa cepatnya situasi dapat berubah di perairan, dan betapa pentingnya kesiapan serta kewaspadaan.

Kronologi Mengharukan dan Upaya Pencarian

Kesaksian dari warga menggambarkan momen-momen dramatis saat kapal mulai tenggelam. Diketahui bahwa ketika kapal mulai oleng dan tenggelam, Yogi berupaya membangunkan rekan kerjanya. Namun, takdir berkata lain. Beberapa menit kemudian, kapal semakin tenggelam dan korban justru terkurung di dalam kapal.

Proses pencarian korban melibatkan kerja sama lintas instansi dan komunitas yang solid. Tim yang dikerahkan mencakup personel dari Damkar Kukar, Babinsa (Bintara Pembina Desa), Bhabinkamtibmas (Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), Linmas (Perlindungan Masyarakat), Posko Tenggarong Seberang, Regu Pemadam Kebakaran (Redkar) Embalut, Redkar Tanjung Batu, pemerintah desa setempat, keluarga korban, serta partisipasi aktif dari warga setempat yang peduli.

Untuk memaksimalkan area pencarian, tim penyelamat mengerahkan unit mobil rescue boat politolin. Alat ini digunakan untuk menyisir perairan di sekitar lokasi kejadian secara sistematis, dengan harapan dapat segera menemukan korban.

Upaya pencarian yang dilakukan dengan gigih akhirnya membuahkan hasil. Korban, Yogi, berhasil ditemukan pada pukul 11.00 Wita. Ia ditemukan di kedalaman kurang lebih lima meter dari permukaan air. Segera setelah ditemukan, jenazah korban dievakuasi dari lokasi kejadian dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman lebih lanjut. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian yang telah dilakukan secara intensif secara resmi dihentikan.

Imbauan Keselamatan Kerja di Perairan

Menyikapi insiden tragis ini, pihak Damkarmatan Kukar tidak lupa untuk menyampaikan imbauan penting kepada seluruh masyarakat, terutama mereka yang beraktivitas di wilayah perairan. Keselamatan kerja dan kewaspadaan menjadi prioritas utama yang harus selalu diutamakan.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang bekerja di atas kapal atau di perairan, agar selalu mengutamakan keselamatan dan memastikan kondisi kapal dalam keadaan aman sebelum beraktivitas. Gunakan alat keselamatan dan jangan abaikan potensi risiko,” tegas Fida Hurasani. Imbauan ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi semua pihak untuk selalu berhati-hati dan memprioritaskan keselamatan dalam setiap aktivitas di lingkungan perairan yang memiliki potensi risiko tersendiri. Peristiwa seperti ini menjadi pelajaran berharga agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Pos terkait