Panduan Lengkap Jadwal Imsak dan Buka Puasa Ramadhan 1447 H di Kabupaten Berau
Bagi umat Muslim di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kehadiran jadwal imsak dan buka puasa Ramadhan 1447 Hijriah menjadi komponen krusial dalam menjalankan ibadah selama sebulan penuh. Informasi ini tidak hanya berfungsi sebagai penanda waktu, tetapi juga sebagai pedoman agar setiap Muslim dapat mengatur aktivitas harian mereka, mulai dari sahur hingga berbuka, dengan lebih tertata dan khusyuk. Dengan perencanaan yang matang berdasarkan jadwal ini, diharapkan setiap detik di bulan suci Ramadhan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal kebaikan.
Untuk memudahkan masyarakat, jadwal ini tersedia dalam format yang mudah diakses. Bagi yang ingin melakukan analisis lebih lanjut atau mengelola data secara digital, jadwal ini juga dapat diunduh dalam format Excel.
Jadwal Imsakiyah dan Shalat Kabupaten Berau, Ramadhan 1447 H
Berikut adalah rincian jadwal imsak, waktu shalat fardhu, serta waktu terbit dan dhuha untuk wilayah Kabupaten Berau selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah:
1 Ramadan 1447 H:
- Imsak: 04:56
- Subuh: 05:06
- Terbit: 06:19
- Dhuha: 06:46
- Zuhur: 12:27
- Asar: 15:45
- Magrib: 18:29
- Isya: 19:38
2 Ramadan 1447 H:
- Imsak: 04:56
- Subuh: 05:06
- Terbit: 06:19
- Dhuha: 06:46
- Zuhur: 12:27
- Asar: 15:44
- Magrib: 18:29
- Isya: 19:38
3 Ramadan 1447 H:
- Imsak: 04:56
- Subuh: 05:06
- Terbit: 06:19
- Dhuha: 06:46
- Zuhur: 12:27
- Asar: 15:44
- Magrib: 18:29
- Isya: 19:38
4 Ramadan 1447 H:
- Imsak: 04:56
- Subuh: 05:06
- Terbit: 06:18
- Dhuha: 06:46
- Zuhur: 12:27
- Asar: 15:43
- Magrib: 18:28
- Isya: 19:38
5 Ramadan 1447 H:
- Imsak: 04:56
- Subuh: 05:06
- Terbit: 06:18
- Dhuha: 06:46
- Zuhur: 12:27
- Asar: 15:43
- Magrib: 18:28
- Isya: 19:37
6 Ramadan 1447 H:
- Imsak: 04:56
- Subuh: 05:06
- Terbit: 06:18
- Dhuha: 06:45
- Zuhur: 12:27
- Asar: 15:42
- Magrib: 18:28
- Isya: 19:37
7 Ramadan 1447 H:
- Imsak: 04:56
- Subuh: 05:06
- Terbit: 06:18
- Dhuha: 06:45
- Zuhur: 12:27
- Asar: 15:42
- Magrib: 18:28
- Isya: 19:37
8 Ramadan 1447 H:
- Imsak: 04:56
- Subuh: 05:06
- Terbit: 06:18
- Dhuha: 06:45
- Zuhur: 12:26
- Asar: 15:41
- Magrib: 18:28
- Isya: 19:37
9 Ramadan 1447 H:
- Imsak: 04:56
- Subuh: 05:06
- Terbit: 06:17
- Dhuha: 06:45
- Zuhur: 12:26
- Asar: 15:41
- Magrib: 18:28
- Isya: 19:37
10 Ramadan 1447 H:
- Imsak: 04:55
- Subuh: 05:05
- Terbit: 06:17
- Dhuha: 06:44
- Zuhur: 12:26
- Asar: 15:40
- Magrib: 18:28
- Isya: 19:36
11 Ramadan 1447 H:
- Imsak: 04:55
- Subuh: 05:05
- Terbit: 06:17
- Dhuha: 06:44
- Zuhur: 12:26
- Asar: 15:40
- Magrib: 18:28
- Isya: 19:36
12 Ramadan 1447 H:
- Imsak: 04:55
- Subuh: 05:05
- Terbit: 06:17
- Dhuha: 06:44
- Zuhur: 12:26
- Asar: 15:39
- Magrib: 18:28
- Isya: 19:36
13 Ramadan 1447 H:
- Imsak: 04:55
- Subuh: 05:05
- Terbit: 06:16
- Dhuha: 06:44
- Zuhur: 12:25
- Asar: 15:38
- Magrib: 18:27
- Isya: 19:36
14 Ramadan 1447 H:
- Imsak: 04:55
- Subuh: 05:05
- Terbit: 06:16
- Dhuha: 06:43
- Zuhur: 12:25
- Asar: 15:38
- Magrib: 18:27
- Isya: 19:36
15 Ramadan 1447 H:
- Imsak: 04:55
- Subuh: 05:05
- Terbit: 06:16
- Dhuha: 06:43
- Zuhur: 12:25
- Asar: 15:37
- Magrib: 18:27
- Isya: 19:35
16 Ramadan 1447 H:
- Imsak: 04:54
- Subuh: 05:04
- Terbit: 06:16
- Dhuha: 06:43
- Zuhur: 12:25
- Asar: 15:36
- Magrib: 18:27
- Isya: 19:35
17 Ramadan 1447 H:
- Imsak: 04:54
- Subuh: 05:04
- Terbit: 06:15
- Dhuha: 06:42
- Zuhur: 12:25
- Asar: 15:36
- Magrib: 18:27
- Isya: 19:35
18 Ramadan 1447 H:
- Imsak: 04:54
- Subuh: 05:04
- Terbit: 06:15
- Dhuha: 06:42
- Zuhur: 12:24
- Asar: 15:35
- Magrib: 18:27
- Isya: 19:35
19 Ramadan 1447 H:
- Imsak: 04:54
- Subuh: 05:04
- Terbit: 06:15
- Dhuha: 06:42
- Zuhur: 12:24
- Asar: 15:34
- Magrib: 18:26
- Isya: 19:35
20 Ramadan 1447 H:
- Imsak: 04:53
- Subuh: 05:03
- Terbit: 06:14
- Dhuha: 06:42
- Zuhur: 12:24
- Asar: 15:33
- Magrib: 18:26
- Isya: 19:34
21 Ramadan 1447 H:
- Imsak: 04:53
- Subuh: 05:03
- Terbit: 06:14
- Dhuha: 06:41
- Zuhur: 12:24
- Asar: 15:33
- Magrib: 18:26
- Isya: 19:34
22 Ramadan 1447 H:
- Imsak: 04:53
- Subuh: 05:03
- Terbit: 06:14
- Dhuha: 06:41
- Zuhur: 12:23
- Asar: 15:32
- Magrib: 18:26
- Isya: 19:34
23 Ramadan 1447 H:
- Imsak: 04:52
- Subuh: 05:02
- Terbit: 06:14
- Dhuha: 06:41
- Zuhur: 12:23
- Asar: 15:31
- Magrib: 18:26
- Isya: 19:34
24 Ramadan 1447 H:
- Imsak: 04:52
- Subuh: 05:02
- Terbit: 06:13
- Dhuha: 06:40
- Zuhur: 12:23
- Asar: 15:30
- Magrib: 18:25
- Isya: 19:33
25 Ramadan 1447 H:
- Imsak: 04:52
- Subuh: 05:02
- Terbit: 06:13
- Dhuha: 06:40
- Zuhur: 12:22
- Asar: 15:29
- Magrib: 18:25
- Isya: 19:33
26 Ramadan 1447 H:
- Imsak: 04:51
- Subuh: 05:01
- Terbit: 06:13
- Dhuha: 06:40
- Zuhur: 12:22
- Asar: 15:28
- Magrib: 18:25
- Isya: 19:33
27 Ramadan 1447 H:
- Imsak: 04:51
- Subuh: 05:01
- Terbit: 06:12
- Dhuha: 06:39
- Zuhur: 12:22
- Asar: 15:27
- Magrib: 18:25
- Isya: 19:33
28 Ramadan 1447 H:
- Imsak: 04:51
- Subuh: 05:01
- Terbit: 06:12
- Dhuha: 06:39
- Zuhur: 12:22
- Asar: 15:26
- Magrib: 18:24
- Isya: 19:32
29 Ramadan 1447 H:
- Imsak: 04:50
- Subuh: 05:00
- Terbit: 06:11
- Dhuha: 06:38
- Zuhur: 12:21
- Asar: 15:25
- Magrib: 18:24
- Isya: 19:32
30 Ramadan 1447 H:
- Imsak: 04:50
- Subuh: 05:00
- Terbit: 06:11
- Dhuha: 06:38
- Zuhur: 12:21
- Asar: 15:24
- Magrib: 18:24
- Isya: 19:32
Tuntunan Doa Selama Ramadhan
Selain jadwal waktu, pemahaman mengenai doa-doa yang relevan selama Ramadhan juga sangat penting untuk memperkaya spiritualitas.
Doa Sahur dan Niat Puasa Ramadhan
Momen sahur adalah waktu yang penuh berkah untuk memulai ibadah puasa. Membaca niat puasa saat sahur merupakan salah satu sunnah yang dianjurkan. Berikut adalah bacaan niat puasa Ramadhan yang dapat diamalkan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghodin ‘an adaa’i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta’aalaa.
Artinya: Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’aala.
Doa Buka Puasa Ramadhan
Ketika tiba waktu berbuka puasa, disunnahkan untuk membaca doa. Terdapat beberapa lafaz doa buka puasa yang diajarkan, di antaranya:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
Latin: Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah.
Artinya: “Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah.” (HR Abu Dawud)
Selain doa di atas, terdapat pula lafaz doa buka puasa lainnya yang juga sering diamalkan:
اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Latin: Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin.
Artinya: “Ya Allah kerana-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, wahai Allah Tuhan Maha Pengasih.”
Syarat Wajib dan Sah Puasa
Memahami syarat-syarat puasa adalah bagian penting dari ibadah Ramadhan. Berikut adalah syarat-syarat yang perlu dipenuhi untuk menjalankan ibadah puasa.
Syarat Wajib Puasa
Agar seseorang wajib menjalankan ibadah puasa Ramadhan, terdapat beberapa kriteria yang harus dipenuhi, yaitu:
- Muslim: Ibadah puasa adalah kewajiban bagi setiap Muslim.
- Balig atau Sudah Dewasa (Pubertas): Seseorang dianggap wajib puasa ketika sudah mencapai usia balig atau melewati masa pubertas.
- Berakal Sehat: Orang yang berakal sehat wajib menjalankan puasa. Bagi yang hilang akal (gila), kewajiban puasa gugur.
- Mampu Menjalankan Ibadah Puasa: Seseorang harus memiliki kemampuan fisik dan mental untuk menjalankan puasa. Bagi yang sakit atau memiliki kondisi tertentu yang menghalangi, ada keringanan atau kewajiban mengganti di lain waktu.
Syarat Sah Puasa
Agar ibadah puasa yang telah dilaksanakan dianggap sah secara syariat, beberapa syarat berikut harus terpenuhi:
- Beragama Islam: Puasa hanya sah jika dilaksanakan oleh seorang Muslim.
- Mumayiz (Sudah Dapat Membedakan Mana yang Baik dan Mana yang Tidak Baik): Seseorang yang sudah mumayiz (biasanya sekitar usia tamyiz) puasanya dianggap sah.
- Suci dari Darah Haid dan Nifas: Wanita yang sedang dalam masa haid atau nifas tidak sah puasanya dan wajib menggantinya di kemudian hari.
- Dalam Waktu yang Diperbolehkan untuk Berpuasa: Puasa harus dilaksanakan pada hari-hari yang memang diperintahkan untuk berpuasa, yaitu sepanjang bulan Ramadhan, kecuali pada hari-hari yang dilarang berpuasa seperti Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.







