Kabupaten Kediri Bersiap Bangun Underpass untuk Atasi Persimpangan Kereta Api
Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, tengah merencanakan pembangunan underpass atau terowongan bawah tanah sebagai solusi rekayasa lalu lintas di beberapa perlintasan sebidang jalur kereta api (KA). Langkah ini diambil sebagai upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan mengurangi potensi kemacetan yang kerap terjadi di area tersebut.
Rencananya, proyek ambisius ini akan difokuskan pada beberapa titik perlintasan langsung (JPL) yang dianggap krusial, yaitu:
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kediri, M Nizam Subekhi, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas ini sangat diperlukan mengingat tingginya kebutuhan di sejumlah titik JPL tersebut. Pembangunan underpass diharapkan dapat menjadi solusi komprehensif untuk berbagai permasalahan yang ada.
Tujuan utama dari proyek ini adalah:
“Kami berkomitmen penuh untuk menjaga keselamatan pada perlintasan sebidang,” tegas Nizam Subekhi. Ia menambahkan bahwa pembangunan underpass ini merupakan langkah strategis untuk mengubah perlintasan sebidang menjadi tidak sebidang, sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalisir.
Saat ini, rencana pembangunan underpass masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut dengan pihak Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya. BTP Kelas I Surabaya merupakan unit pelaksana teknis bidang prasarana di bawah Direktorat Jenderal Perekeretaapian, Kementerian Perhubungan. Keterlibatan BTP sangat penting karena mereka memiliki keahlian dan otoritas dalam bidang perkeretaapian.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya, Denny Michels Adlan, menyambut baik inisiatif dari Dishub Kabupaten Kediri. Ia menyatakan bahwa idealnya, seluruh perlintasan kereta api memang seharusnya tidak sebidang untuk menjamin keselamatan.
“Namun nantinya diperlukan kajian yang komprehensif, tidak hanya di Kediri, tetapi di tempat lain,” ujarnya. Kajian ini akan meliputi berbagai aspek, seperti analisis dampak lingkungan, studi kelayakan teknis, dan perhitungan biaya.
Denny juga menekankan pentingnya upaya berkelanjutan dalam meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang. Selain pembangunan underpass, langkah-langkah lain juga perlu dilakukan, seperti:
“Selain shifting pada pegawai PJL, kami ingin agar terus dikuatkan sosialisasi untuk berhati-hati di perlintasan sebidang, sembari menunggu progres underpass ini rampung,” pungkasnya. Dengan kombinasi berbagai upaya ini, diharapkan keselamatan di perlintasan kereta api dapat ditingkatkan secara signifikan, sambil menunggu realisasi pembangunan underpass yang diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang. Proyek ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengatasi permasalahan perlintasan sebidang kereta api.
Perbandingan Krisis Minyak 1970-an dan Situasi Saat Ini Penutupan Selat Hormuz selama sebulan telah memicu…
Kyra Talita Sakhi dan Dalimin Harjo Sumarto, Jemaah Haji Termuda dan Tertua dari Jawa Tengah…
Bupati Brebes Tinjau Lokasi Jembatan Kalibuntu yang Ambruk Bupati Kabupaten Brebes, Paramitha Widya Kusuma, melakukan…
Pengamanan Ibadah Paskah di Kabupaten Mamuju Tengah Polres Mamuju Tengah telah menerjukan sebanyak 46 personel…
Kekhawatiran terkait performa Pulisic menjelang tahun 2026 Pulisic mengalami penurunan performa setelah awal musim yang…
Aksi Catcalling di Surabaya Viral di Media Sosial Sebuah aksi catcalling yang terjadi di Surabaya…