Kabupaten Kediri Bersiap Bangun Underpass untuk Atasi Persimpangan Kereta Api
Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, tengah merencanakan pembangunan underpass atau terowongan bawah tanah sebagai solusi rekayasa lalu lintas di beberapa perlintasan sebidang jalur kereta api (KA). Langkah ini diambil sebagai upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan mengurangi potensi kemacetan yang kerap terjadi di area tersebut.
Rencananya, proyek ambisius ini akan difokuskan pada beberapa titik perlintasan langsung (JPL) yang dianggap krusial, yaitu:
- JPL 289: Terletak di petak jalan Stasiun Papar-Purwoasri.
- JPL 299: Juga berada di petak jalan Stasiun Papar-Purwoasri.
- JPL 301: Berada di petak jalan Stasiun Purwoasri-Kertosono.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kediri, M Nizam Subekhi, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas ini sangat diperlukan mengingat tingginya kebutuhan di sejumlah titik JPL tersebut. Pembangunan underpass diharapkan dapat menjadi solusi komprehensif untuk berbagai permasalahan yang ada.
Tujuan utama dari proyek ini adalah:
- Meningkatkan keselamatan pengguna jalan: Mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan sebidang yang seringkali membahayakan.
- Mengurai kemacetan: Memperlancar arus lalu lintas yang sering tersendat akibat antrean panjang di perlintasan kereta api.
- Meningkatkan efisiensi lalu lintas: Mempersingkat waktu tempuh perjalanan dan mengurangi biaya operasional kendaraan.
- Meningkatkan keselamatan perkeretaapian: Mengurangi potensi gangguan perjalanan kereta api akibat lalu lintas jalan raya.
“Kami berkomitmen penuh untuk menjaga keselamatan pada perlintasan sebidang,” tegas Nizam Subekhi. Ia menambahkan bahwa pembangunan underpass ini merupakan langkah strategis untuk mengubah perlintasan sebidang menjadi tidak sebidang, sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalisir.
Saat ini, rencana pembangunan underpass masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut dengan pihak Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya. BTP Kelas I Surabaya merupakan unit pelaksana teknis bidang prasarana di bawah Direktorat Jenderal Perekeretaapian, Kementerian Perhubungan. Keterlibatan BTP sangat penting karena mereka memiliki keahlian dan otoritas dalam bidang perkeretaapian.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya, Denny Michels Adlan, menyambut baik inisiatif dari Dishub Kabupaten Kediri. Ia menyatakan bahwa idealnya, seluruh perlintasan kereta api memang seharusnya tidak sebidang untuk menjamin keselamatan.
“Namun nantinya diperlukan kajian yang komprehensif, tidak hanya di Kediri, tetapi di tempat lain,” ujarnya. Kajian ini akan meliputi berbagai aspek, seperti analisis dampak lingkungan, studi kelayakan teknis, dan perhitungan biaya.
Denny juga menekankan pentingnya upaya berkelanjutan dalam meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang. Selain pembangunan underpass, langkah-langkah lain juga perlu dilakukan, seperti:
- Peningkatan pengawasan: Memastikan petugas penjaga perlintasan (PJL) selalu siaga dan menjalankan tugasnya dengan baik.
- Sosialisasi keselamatan: Mengintensifkan kampanye edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya berhati-hati saat melintasi rel kereta api.
“Selain shifting pada pegawai PJL, kami ingin agar terus dikuatkan sosialisasi untuk berhati-hati di perlintasan sebidang, sembari menunggu progres underpass ini rampung,” pungkasnya. Dengan kombinasi berbagai upaya ini, diharapkan keselamatan di perlintasan kereta api dapat ditingkatkan secara signifikan, sambil menunggu realisasi pembangunan underpass yang diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang. Proyek ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengatasi permasalahan perlintasan sebidang kereta api.







