Inisiatif Konservasi Lingkungan di Desa Nuhalolon
Desa Nuhalolon, yang kini dipimpin oleh Kades Markus Mulai Keray, sedang mengalami tantangan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sekitarnya. Salah satu masalah utama yang muncul adalah semakin sulitnya warga mendapatkan ikan saat memancing, serta kondisi kegersangan di sepanjang pantai. Dari situasi ini, sekelompok pemuda setempat mulai merancang tindakan nyata untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Kelompok pemuda ini terdiri dari Stefanus Bala Kein, Ifan Pureklolon, Dedi Keray, Tarson Keray, Ifan Kein, dan beberapa lainnya. Mereka memiliki visi yang sama yaitu melindungi terumbu karang, lingkungan pantai, serta menjaga kebersihan perairan. Ide-ide mereka bermula dari obrolan santai, namun berubah menjadi aksi nyata yang sangat berdampak positif bagi masyarakat setempat.
Stefanus Bala Kein, yang dianggap sebagai penasihat oleh kelompok pemuda tersebut, menjelaskan bahwa inisiatif konservasi ini dimulai dari diskusi sederhana. Cerita tentang aktivitas mereka disampaikan dalam acara kunjungan Kadis Lingkungan Hidup dan tim Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur pada 7 Oktober 2025.
Dari obrolan-obrolan itu, mereka menyadari pentingnya menjaga lingkungan. Awalnya hanya sekelompok kecil, tetapi lambat laun konsep ini menyebar ke pemuda-pemuda lain di desa. Semangat mereka semakin kuat dengan dukungan dari rekan-rekan dan Pemdes Nuhalolon.
Gerakan konservasi yang dimulai dari transplatasi terumbu karang ini dilakukan secara swadaya. Seiring waktu, dukungan dari teman-teman, keluarga, dan pemdes yang peduli membuat semangat mereka semakin berkobar. Bahkan, pertemuan dengan aktivis lingkungan Monik Bataona memberikan dorongan tambahan untuk terus berjuang.
“Akhirnya dari dukungan tersebut dan ilmu transplatasi terumbu karang yang diberikan oleh nona Monik, kami melakukan peluncuran penanaman terumbu karang di perairan ini pada 17 September 2025,” ujar Steven Kein.
Di daratan, kelompok Tunas Bahari Nuhalolon juga membangun pos pengawasan di tepi pantai. Bangunan tersebut dibangun secara gotong royong oleh para anggota yang peduli terhadap lingkungan. Tidak menyangka, karya bakti yang awalnya hanya berupa obrolan lepas kini mendapat perhatian dan dukungan yang semakin besar.
Steven Kein dan rekan-rekannya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati serta Kadis Lingkungan Hidup dan Kadis Parbud. Mereka tidak menyangka akan mendapatkan perhatian yang begitu besar.
“Ini di luar dugaan kami. Luar biasa perhatian ini,” kata Steven Kein.
Mereka berharap dukungan tersebut terus berlanjut. Mimpi besar mereka adalah menjadikan Desa Nuhalolon sebagai salah satu destinasi wisata bahari di Flores Timur. Dengan kerja keras dan komitmen yang tinggi, mereka percaya hal tersebut bisa terwujud.





