Reaksi Keras Dewan Penasihat Semen Padang FC Terhadap Kekalahan dari Persita Tangerang
Kekalahan yang dialami oleh Semen Padang FC dalam pertandingan melawan Persita Tangerang di Indomilk Arena, Tangerang, pada Sabtu (4/10) lalu, memicu reaksi keras dari Dewan Penasihat klub, Andre Rosiade. Tim yang dikenal dengan nama Kabau Sirah kalah dengan skor 0-2, setelah gawang mereka dikoyak oleh dua gol masing-masing dari Bae Sin-yong (25′) dan Ahmad Nur Hardianto (73′).
Ini menjadi kekalahan kelima yang dialami Semen Padang dalam Super League 2025/2026. Empat kekalahan terjadi secara beruntun, termasuk dalam tiga laga sebelum menghadapi Persita. Pada laga sebelumnya, Semen Padang kalah dari PSBS Biak (1-2), Persebaya Surabaya (0-1), dan Bali United FC (1-3). Performa yang buruk ini semakin memperparah posisi tim di klasemen.
Pengumuman Singkat dari Andre Rosiade
Andre Rosiade, selaku Dewan Penasihat Semen Padang FC, mengekspresikan kekecewaannya melalui media sosial Instagram. Ia menulis singkat bahwa Eduardo Almeida, pelatih tim saat ini, telah “out” atau keluar dari tim. Pesan singkat tersebut langsung mendapat respons besar dari warganet, khususnya penggemar Semen Padang.
Unggahan itu sudah dipenuhi lebih dari 2.200 komentar hingga Minggu (5/10) pagi. Banyak dari komentar tersebut menyambut baik keputusan yang diambil oleh Andre Rosiade. Mereka percaya bahwa perubahan diperlukan untuk membangkitkan performa Semen Padang.
- “Kami bersamamu, Pak. Buatlah beberapa revolusi untuk marwah Ranah Minang,” tulis salah satu komentator.
- “Semoga mengangkat performa Semen Padang di tangan pelatih yang baru, Pak,” ujar komentator lainnya.
Posisi Kritis di Klasemen Super League
Situasi Semen Padang dalam klasemen Super League 2025/2026 terbilang sangat kritis. Tim yang bermarkas di Sumatera Barat ini terjebak di dasar klasemen. Hingga pekan ketujuh, Semen Padang hanya meraih empat angka dari satu kemenangan dan satu hasil imbang.
Perolehan poin ini jauh lebih rendah dibandingkan PSBS Biak dan Persis Solo, yang sama-sama berada di zona merah dengan lima poin. Bahkan, Semen Padang tertinggal tiga angka dari Madura United FC yang berada di zona aman. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi tim semakin mengkhawatirkan.
Tantangan Besar yang Menghadang
Dengan posisi yang tidak stabil dan performa yang terus menurun, Semen Padang harus segera melakukan perubahan strategis. Pelatih yang baru akan diharapkan mampu memberikan arah yang lebih jelas bagi tim. Selain itu, dukungan dari para penggemar juga sangat penting dalam membangkitkan semangat pemain.
Pengelolaan tim yang lebih baik, peningkatan kualitas latihan, serta pemilihan pemain yang tepat menjadi faktor kunci untuk mengangkat prestasi Semen Padang. Dengan begitu, Kabau Sirah bisa kembali bangkit dan menempati posisi yang lebih baik di klasemen Super League.







