Muhammad Saleh (60), seorang marbot sekaligus tukang yang mengabdi di Masjid Babussalam Semparu, Lombok Tengah, memiliki kisah inspiratif yang menarik perhatian banyak orang. Selama kurang dari 3 tahun, pria yang akrab disapa Pak Saleh ini berhasil menyisihkan uang ke dalam celengan unik, yakni di balik pintu triplek masjid.
Aksi ini dimulai sejak Juni 2020, sesaat setelah musim haji. Saleh memutuskan untuk berhenti merokok sama sekali dan mengalihkan dana harian tersebut untuk ditabung. Niatnya hanya satu, memberikan kontribusi bagi pembangunan atau kepentingan masjid yang ia jaga.
Keputusan menabung di pintu masjid didasari oleh pengalaman pribadinya di masa lalu saat bekerja sebagai kusir. Ia mengungkapkan bahwa awal mula menabung itu dimulai sejak lebaran haji, ketika ia memutuskan untuk tidak lagi membeli rokok dan mengubah dana tersebut menjadi tabungan. Uang yang semula digunakan untuk rokok, kini dialihkan untuk keperluan masjid.
Rahasia ini disimpan rapat-rapat selama bertahun-tahun demi menjaga niat dan keamanan. Ia sempat merasa khawatir dan terbebani secara moral jika tabungan tersebut diketahui orang lain sebelum waktunya. Saleh mengakui bahwa tanggung jawab menjaga uang tersebut sangat berat hingga membuatnya sulit tidur.
“Khawatir penuh soal, mun tutup masjid niki, nane jak wah lega wah,” katanya. Awalnya karena khawatir, tetapi sekarang setelah ditemukan uang Rp86,1 juta, ia merasa lega sudah.
Ketika pintu triplek tersebut akhirnya dibongkar pada hari Kamis 2 April 2026, semua orang terkejut, termasuk Saleh sendiri. Jumlah uang yang terkumpul mencapai angka fantastis, yakni Rp 86,1 juta. Angka ini jauh melampaui perkiraan awalnya. Saat ini, Saleh merasa sangat bersyukur dan lega karena niat tulusnya sejak awal telah tersampaikan.
Seluruh uang tersebut diniatkan sepenuhnya untuk kepentingan Masjid Babussalam demi mengharap ridha Allah Ta’ala.
Sebuah pintu triplek tua di Masjid Babussalam, Desa Semparu, Lombok Tengah mendadak menjadi pusat perhatian warga. Di balik permukaan kayu yang usang tersebut, ditemukan tumpukan uang kertas senilai puluhan juta rupiah. Kejutan ini terungkap saat pengurus masjid memutuskan untuk membongkar pintu tersebut dalam rangka renovasi.
Alih-alih hanya menemukan tumpukan kayu, warga justru mendapati gumpalan uang kertas pecahan Rp100.000 dalam jumlah yang sangat banyak. Ketua Pembangunan Masjid Babussalam, TGH Lalu Muhdar Mukhtarullah, mengaku terkejut saat melihat warga sedang menghitung uang di atas pintu yang telah dibobol.
“Saya dibangunkan jamaah, sesampainya di masjid saya sudah temukan orang menghitung uang di atas pintu. Di atas pintu yang sudah dibobol dengan tumpukan uang ratusan ribu yang merah. Sangat banyak kelihatannya masih bertumpuk,” ucap TGH Lalu Muhdar.
Uang fantastis tersebut ternyata merupakan inisiatif mandiri dari marbot masjid dan sang kepala tukang. Rupanya mereka menyisihkan uang, melintingnya kecil-kecil, lalu memasukkannya melalui sebuah lubang sempit di bagian atas pintu yang difungsikan layaknya sebuah celengan raksasa.
Selama masa pembangunan, sosok “Hamba Allah” sering disebut-sebut oleh kepala tukang dan marbot masjid sebagai donatur yang siap membantu kebutuhan masjid, yang ternyata merujuk pada tabungan rahasia tersebut.
“Kalau di kepala tukang sering dia sebut hamba Allah. Ketika kita mau beli lampu gantung atau apalah, insya allah kita punya hamba Allah yang siap menyumbang. Ternyata itu yang dimaksud,” jelas TGH Lalu Muhdar.
Setelah dilakukan penghitungan akhir yang teliti di bank, jumlah uang tersebut mencapai angka Rp86,1 juta, lebih tinggi dari perkiraan awal warga yang sebesar Rp85,4 juta. Keputusan pembongkaran pintu ini pun dinilai tepat waktu agar uang kertas tersebut tidak rusak dimakan rayap.
Kini, seluruh dana tersebut telah masuk ke kas resmi masjid dan akan digunakan untuk mendanai kelanjutan proyek pembangunan yang telah mencapai progres 60 persen. “Uangnya ada di kas masjid dan itu akan digunakan untuk pembangunan masjid yang masih panjang. Kita mulai mengarah pembangunan ke tempat wudu, MTK dan seterusnya itu kita target yang besar karena akan dibangun ulang dari nol,” pungkas TGH Lalu Muhdar.
Tercatat hingga akhir tahun 2005, sekitar 99 persen dari total dana pembangunan masjid sebesar Rp3,6 miliar murni berasal dari donasi warga, baik yang diberikan secara terbuka maupun melalui cara-cara unik seperti celengan rahasia di balik pintu ini.
Maximo Quiles, murid Marc Marquez dan juga rival Veda Ega Pratama, tampak sangat antusias menghadapi…
Pasangan selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina kembali membagikan momen spesial dalam perayaan ulang tahun…
Pergerakan Pasar Wall Street yang Berfluktuasi Pada perdagangan saham hari Kamis (2/4), indeks bursa Wall…
Insiden penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, masih menjadi sorotan publik.…
Penggeledahan di Rumah Ono Surono dan Kontroversi yang Muncul Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan bahwa…
Pengaruh Kecepatan Tinggi pada Konsumsi Energi Kendaraan Listrik Penggunaan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV)…