Masyarakat Padati Upacara Pemakaman Kopda Farizal di Yogyakarta



Prosesi pemakaman Kopda anumerta Farizal Rhomadhon, salah satu prajurit TNI yang gugur sebagai pasukan perdamaian PBB di Libanon (UNIFIL), berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri oleh banyak masyarakat. Acara tersebut digelar pada hari Minggu pagi, 5 April 2026, dan dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan Giripeni Wates Kulon Progo, Yogyakarta.

Pemakaman ini menjadi momen penting bagi keluarga besar TNI serta masyarakat setempat. Sejak pagi hari, jalanan menuju lokasi pemakaman telah disterilkan oleh aparat kepolisian. Area sekitar patung Nyi Ageng Serang hingga ke selatan lokasi makam ditutup sementara untuk menghindari kemacetan dan memastikan kelancaran prosesi pemakaman. Pemakaman sendiri direncanakan berlangsung pada pukul 09.00 secara militer.

Bacaan Lainnya

Di area makam juga diperketat pengamanannya. Masyarakat hanya diizinkan melihat prosesi pemakaman dari balik pagar. Di kompleks TMP Giripeni, telah disiapkan upacara pemakaman jenazah secara militer, termasuk perwira inspektur upacara dan para peserta upacara lainnya.

Jenazah Kopda Farizal tiba di lokasi rumah duka, Ledok, Lendah, Kulon Progo, pada Sabtu malam sekitar pukul 22.44 WIB. Jenazah tiba setelah mendarat di Bandara Adisutjipto. Sebelumnya, jenazah dibawa dari Bandara Soekarno-Hatta menggunakan pesawat Hercules. Kedatangan jenazah disambut dengan isak tangis oleh anggota keluarga yang telah menunggu sejak gugurnya Farizal pada hari Ahad, 29 Maret 2026, di wilayah Libanon.

Prosesi pemakaman dihadiri oleh berbagai tokoh dan pejabat TNI. Inspektur upacara pemakaman di TMP Giripeni adalah Asisten Perencanaan Umum Panglima TNI, Letjen Chandra Wijaya. Ia hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Kopda Farizal, yang gugur dalam menjalankan tugas negara sebagai bagian dari misi perdamaian PBB.

Berikut beberapa hal yang terjadi selama prosesi pemakaman:

  • Pengamanan ketat dilakukan oleh aparat kepolisian dan TNI sejak pagi hari.
  • Jalanan sekitar lokasi pemakaman ditutup sementara untuk memastikan kelancaran prosesi.
  • Masyarakat hanya bisa melihat dari balik pagar karena adanya pembatasan akses.
  • Upacara pemakaman dilakukan secara militer dengan partisipasi para perwira dan prajurit TNI.
  • Keluarga besar Kopda Farizal sangat terpukul atas kematian saudara mereka, yang gugur dalam menjalankan tugasnya.



Acara pemakaman ini tidak hanya menjadi momen penghormatan bagi almarhum, tetapi juga menjadi bentuk dukungan moral bagi keluarga besar TNI. Dalam upacara tersebut, terlihat rasa duka yang mendalam dan kepercayaan bahwa jasa-jasa Kopda Farizal akan selalu diingat sebagai bagian dari sejarah bangsa Indonesia.

Pos terkait