Peningkatan Volume Sampah di Kota Toboali Selama Momentum Lebaran
Peningkatan volume sampah yang signifikan selama momentum Lebaran di Kota Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Hal ini disebabkan oleh aktivitas masyarakat yang meningkat, terutama konsumsi rumah tangga dan penggunaan kemasan sekali pakai. Dengan adanya tren peningkatan tersebut, pihak berwenang melakukan langkah-langkah antisipatif agar tidak terjadi penumpukan sampah di sejumlah titik strategis.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Selatan, Agung Prasetyo Rahmadi, menjelaskan bahwa volume sampah selama Lebaran mengalami kenaikan cukup tajam. Berdasarkan data yang dihimpun, peningkatan mencapai sekitar 20 persen dari hari normal. Jika pada hari biasa produksi sampah berkisar antara 38 hingga 40 ton per hari, selama Lebaran angkanya melonjak hingga 50 sampai 58 ton per hari. Kenaikan tersebut setara dengan tambahan sekitar 12 hingga 18 ton per hari atau sekitar 20 persen dari volume harian.
“Dari data yang kami himpun ada peningkatan kurang lebih sekitar 20 persen dari volume pada hari biasa,” ujar dia.
Agung Prasetyo Rahmadi menambahkan bahwa lonjakan tertinggi terjadi pada H-1, hari H, hingga H+1 Lebaran. Jenis sampah yang paling dominan berasal dari limbah rumah tangga, terutama plastik dari kemasan makanan dan minuman. Kondisi ini menunjukkan tingginya konsumsi masyarakat yang berdampak langsung pada produksi limbah.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pihaknya telah melakukan sejumlah langkah strategis sejak jauh hari. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengeluarkan surat edaran terkait gerakan Lebaran minim sampah. Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga terus digencarkan agar lebih bijak dalam mengelola limbah.
“Memang kami melakukan beberapa upaya untuk mengantisipasi lonjakan sampah pada momentum Lebaran, dengan mengeluarkan surat edaran untuk Lebaran minim sampah,” jelas Agung Prasetyo Rahmadi.
Di sisi operasional, Dinas Lingkungan Hidup juga menambah armada pengangkutan sampah selama periode Lebaran. Khusus di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, disiapkan dua unit armada tambahan untuk memastikan sampah tidak menumpuk. Upaya ini dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya aktivitas masyarakat di pusat kota.
Selain itu, pengangkutan sampah tetap dilakukan secara intensif meskipun bertepatan dengan cuti bersama petugas kebersihan. Dinas Lingkungan Hidup menyusun jadwal khusus agar pelayanan tetap berjalan tanpa mengabaikan hak petugas untuk merayakan Lebaran bersama keluarga. Strategi ini dinilai efektif dalam menjaga kebersihan kota selama periode padat aktivitas tersebut.
“Kami sudah mengantisipasi jadwal petugas untuk mereka tetap melakukan pengangkutan sampah, karena kita juga menghargai mereka agar bisa berkumpul dengan keluarga saat momentum Lebaran,” tuturnya.
Pengangkutan sampah dilakukan dua kali dalam sehari, yakni pada pagi dan sore hari, dengan fokus pada titik-titik rawan penumpukan. Lokasi yang menjadi perhatian antara lain kawasan pasar terminal, Lapangan Merdeka, serta sejumlah perumahan warga. Secara keseluruhan terdapat lima titik yang dipetakan sebagai area rawan sampah.
“Pengangkutan kita lakukan sebanyak dua kali pada pagi dan sore hari, karena ada beberapa titik tertentu yang kita petakan sebagai lokasi pembuangan sampah masyarakat,” pungkas Agung Prasetyo Rahmadi.







