Perayaan Paskah di Mamuju Tengah: Kebangkitan Yesus dan Persatuan Antarumat Beragama
Paskah adalah momen penting dalam perjalanan iman umat Kristiani. Dalam perayaan ini, umat memperingati kebangkitan Yesus Kristus setelah kematian-Nya pada Jumat Agung. Momen ini tidak hanya menjadi pengingat akan kekuatan iman, tetapi juga menjadi ajang untuk memperkuat keyakinan dan semangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Menurut Pdt. Abner, Paskah memiliki makna mendalam yang mendorong umat Kristiani untuk terus percaya pada kuasa Tuhan. Ia menyampaikan bahwa kebangkitan Yesus memberi semangat bagi para pengikut-Nya. “Lalu bangkit pada hari ketiga, tepatnya Minggu Paskah,” ujarnya. Hal ini menjadi bukti bahwa iman kepada Kristus telah mengalahkan kuasa maut.
Selain itu, Paskah juga menjadi kesempatan untuk mempererat persatuan antarumat beragama. Di Bumi Lalla’ Tassisara’, yaitu wilayah Kabupaten Mamuju Tengah, perayaan Paskah mencerminkan harmoni yang terjalin meski ada perbedaan latar belakang dan keyakinan. Pdt. Abner menekankan bahwa meskipun umat beragama berbeda, mereka tetap satu dalam menjaga perdamaian dan saling menghargai.
Perayaan Paskah di GTM Jemaat Bukit Zaitun, Kabupaten Mamuju Tengah, diselenggarakan dengan penuh kekhusyukan. Acara ini tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga menjadi wadah untuk meningkatkan pelayanan sebagai keluarga gereja. Umat diajak untuk lebih aktif dalam beribadah dan menjalani kehidupan sesuai ajaran agama.
Pengamanan Ibadah Paskah oleh Polres Mamuju Tengah
Untuk memastikan ibadah berlangsung aman dan damai, Polres Mamuju Tengah menerjunkan 46 personel pengamanan di berbagai gereja di wilayah tersebut. Pengamanan ini dilakukan sebagai bagian dari tugas kepolisian untuk melindungi masyarakat dalam menjalankan ibadah.
Kasi Humas Polres Mamuju Tengah, Iptu Saldi M, menjelaskan bahwa jumlah personel ditempatkan sesuai dengan skala dan lokasi masing-masing gereja. Untuk gereja dengan jemaat yang lebih besar, pengamanan dilakukan secara ekstra. Misalnya, di GTM Jemaat Bukit Zaitun Benteng, tiga orang personel diterjunkan untuk mengamankan jalannya ibadah.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa ratusan jemaat hadir dengan penuh penghayatan dan khusyuk. Iptu Saldi menegaskan bahwa pengamanan ini bertujuan untuk memastikan ibadah berlangsung tertib, aman, dan kondusif. Dengan demikian, umat Kristiani dapat beribadah dengan tenang dan damai.
Perayaan Paskah dan Jumat Agung
Perayaan Paskah kali ini merupakan bagian dari rangkaian ibadah Jumat Agung yang digelar dua hari sebelumnya, yakni pada Jumat (3/4/2026). Pada hari itu, umat Kristiani memperingati kematian Yesus Kristus. Setelahnya, kebangkitan-Nya dirayakan pada Minggu Paskah.
Dalam perayaan ini, seluruh rangkaian ibadah dilaksanakan dengan penuh makna dan penghayatan. Para jemaat hadir untuk merayakan kebangkitan yang menjadi dasar dari harapan dan keyakinan mereka. Selain itu, perayaan ini juga menjadi momen untuk memperkuat ikatan antarumat beragama di wilayah Mamuju Tengah.
Kesimpulan
Paskah tidak hanya menjadi momen kebangkitan Yesus Kristus, tetapi juga menjadi ajang untuk mempererat persatuan antarumat beragama. Di Mamuju Tengah, perayaan ini diiringi dengan pengamanan yang maksimal agar semua umat bisa beribadah dengan tenang. Dengan semangat kebangkitan, umat Kristiani diharapkan terus mempertebal iman dan menjalani kehidupan dengan penuh harapan dan kepercayaan.







