Pada pekan ke-26 BRI Super League 2025/26, PSM Makassar kembali mengalami kegagalan dalam mempertahankan kemenangan di kandang sendiri. Pertandingan melawan Persis Solo berakhir dengan skor 1-1 setelah Yuran Fernandes Rocha Lopes mencetak gol pembuka pada menit ke-18, namun tim tamu berhasil menyamakan kedudukan melalui Roman Paparyha di menit ke-65.
Hasil ini tidak hanya membuat PSM kehilangan dua poin penting, tetapi juga menjadi bahan evaluasi internal yang cukup tajam. Dalam sesi konferensi pers usai pertandingan, asisten pelatih PSM, Ahmad Amiruddin, menyampaikan beberapa kritik terhadap performa tim di babak kedua.
Amiruddin menyoroti penurunan intensitas dan fokus yang terjadi pada babak kedua. Ia menjelaskan bahwa strategi yang direncanakan sebelum laga berjalan baik di babak pertama, tetapi permainan justru melempem di babak kedua.
“Kita bermain lebih menyerang di babak pertama, dan kita masuk ke ruang ganti dengan keunggulan. Tapi babak kedua mulai ada problem. Yang pertama, intensitas sudah mulai menurun,” ujar Amiruddin.
Ia juga menyebutkan bahwa pergantian pemain yang diharapkan bisa memberikan nuansa baru justru menjadi bumerang. Hal ini menunjukkan bahwa penurunan tensi permainan bukan sekadar masalah fisik, melainkan indikasi rapuhnya mentalitas para pemain.
Amiruddin menegaskan bahwa masalah utama adalah mentalitas pemain. Ia menanyakan apakah para pemain benar-benar ingin memberikan yang terbaik untuk PSM atau hanya sekadar menjalankan kewajiban.
“Ikuti pertandingan ini, apakah kita mau memberikan lebih ke PSM atau kita sekadar menjalankan kewajiban? Itu yang membedakan pemain yang mau dengan yang sekadar menjalankan,” tegas Amiruddin.
Winger PSM, Dzaky Asraf, juga secara terbuka menyampaikan permintaan maaf atas kegagalan tim meraih kemenangan di kandang. Ia mengakui bahwa hasil seri tersebut jauh dari ekspektasi publik sepak bola Makassar.
“Saya ingin juga meminta maaf karena hasil yang kita inginkan tidak maksimal. Dan mungkin penonton dan suporter menginginkan tiga poin, tapi kita mendapatkan hasil seri. Mungkin kita fokus ke laga selanjutnya dan latihan lebih keras lagi,” tutur Dzaky.
Bagi PSM, hasil imbang ini bukan sekadar kehilangan dua poin berharga, melainkan tamparan keras bahwa di kompetisi seketat BRI Super League, talenta tanpa mentalitas petarung hanyalah resep menuju kegagalan.
Sementara itu, bagi Persis Solo, satu poin dari kandang PSM menjadi terasa krusial. Tambahan satu poin membuat Persis kini mengoleksi nilai 21 dan masih menempati peringkat ke-15 papan klasemen sementara. Poin ini sama dengan milik Persijap Jepara yang ada di peringkat ke-14.
Namun posisi ini masih bisa berubah karena kompetitor di papan bawah yakni Madura United FC dan Semen Padang FC yang punya nilai 20 dan ada di peringkat ke-16 dan 17, baru akan bertanding pada hari Minggu (5/4) ini.
Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, tampak cukup lega dengan memetik satu poin dari laga tandang kali ini. Meski poin yang didapatkan belum maksimal, namun dia bersyukur Persis bisa terhindar dari kekalahan.
“Pertandingan ini sesuai prediksi bahwa pertandingan berlangsung sengit. Memang tidak mudah bermain di Parepare karena beberapa faktor seperti cuaca dan perjalanan cukup jauh yang harus kami tempuh,” kata pelatih Persis Solo, Milomir Seslija.
Atas hasil imbang yang didapat ini, pelatih yang akrab disapa Milo tersebut berterima kasih kepada para pemainnya yang telah berjuang keras pada pertandingan ini meskipun secara permainan, tuan rumah lebih baik. Milo juga menyebut program pemusatan latihan alias TC yang digelar Persis di Yogyakarta sangat berpengaruh di pertandingan ini.
West Ham Akan Menghadapi Leeds United di Perempat Final Piala FA West Ham akan menjamu…
Manchester City Tertarik Mendatangkan Valentino Livramento dari Newcastle United Manchester City dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk…
Prediksi Cuaca di 17 Kabupaten/Kota Se-Provinsi Sulawesi Tenggara Berikut adalah prediksi cuaca untuk 17 kabupaten/kota…
Merangkul Kehendak Ilahi: Pelajaran dari Kabar Sukacita Hari Raya Kabar Sukacita, yang diperingati pada tanggal…
Jadwal dan Prediksi Laga Gresik Petrokimia vs Jakarta Pertamina di Final Four Proliga 2026 Laga…
Cuaca Buruk Mengancam Wilayah Sumatera Selatan, Riau, dan Lampung Wilayah Jambi saat ini sedang menghadapi…