Cuaca di Jawa Timur pada Senin 20 April 2026
Pada Senin (20/4/2026), sebagian besar wilayah di Jawa Timur diperkirakan mengalami cuaca cerah hingga berawan, terutama pada pagi hari. Wilayah seperti Jember, Banyuwangi, Lumajang, dan Situbondo diprediksi mengalami hujan ringan, bahkan disertai petir pada pagi hingga siang hari.
Surabaya menjadi wilayah terpanas dengan suhu mencapai 34°C, sementara Kota Batu tercatat paling dingin dengan suhu sekitar 16–23°C. Rata-rata suhu udara di Jawa Timur hari ini berkisar antara 28–35°C.
Daerah yang Diprediksi Hujan Ringan
Beberapa daerah di Jawa Timur akan mengalami hujan ringan, antara lain:
- Jember
- Banyuwangi
- Lumajang
- Situbondo
Di Jember, pada pagi hari pukul 07.00 hingga 13.00 WIB, diperkirakan akan turun hujan ringan disertai petir. Selain itu, Banyuwangi, Lumajang, dan Situbondo juga diprediksi mengalami hujan ringan pada pagi dan siang hari.
Awal Musim Kemarau di Jawa Timur Diprediksi Mundur
Musim kemarau tahun 2026 di Jawa Timur diperkirakan akan berlangsung lebih panjang dan cenderung lebih kering dari biasanya. Hal ini disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jawa Timur.
Kondisi tersebut berkaitan dengan potensi munculnya fenomena El Niño pada pertengahan tahun, yang dapat memperkuat dampak kekeringan di berbagai wilayah. Oleh karena itu, langkah antisipasi sejak dini dinilai penting, terutama untuk sektor pertanian dan pengelolaan sumber daya air.
Berdasarkan analisis BMKG di akun Instagram @infobmkgjuanda, sekitar 75,5 persen wilayah Jawa Timur berpotensi mengalami curah hujan di bawah normal. Artinya, sebagian besar daerah akan menghadapi musim kemarau yang lebih kering, dengan risiko yang meningkat terhadap kekurangan air dan kebakaran lahan.
Puncak Kemarau Diprediksi Terjadi pada Agustus 2026
Puncak kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026, saat puluhan Zona Musim mencapai kondisi paling kering. Selain itu, awal musim kemarau di beberapa wilayah juga diperkirakan mengalami keterlambatan atau mundur dibandingkan pola biasanya. Sekitar 46,2 persen wilayah di Jatim baru memasuki musim kemarau lebih lambat dari jadwal normalnya.
Durasi Musim Kemarau Lebih Panjang
Durasi musim kemarau tahun ini diprediksi lebih panjang, terjadi di sekitar 39 ZOM di Jawa Timur. Kondisi ini semakin diperkuat dengan peluang terjadinya El Nino sebesar 50 hingga 60 persen yang diperkirakan mulai berkembang pada pertengahan tahun 2026, sehingga meningkatkan potensi kekeringan berkepanjangan.
Rekomendasi dari BMKG
Dalam menghadapi kondisi tersebut, BMKG memberikan sejumlah rekomendasi aksi dini yang dapat dilakukan. Pada sektor pertanian, petani disarankan menggunakan varietas padi berumur pendek dan tahan kekeringan, atau beralih ke tanaman palawija sebagai langkah adaptasi.
Sementara itu, dalam pengelolaan sumber daya air, masyarakat diimbau memaksimalkan penampungan air hujan pada akhir musim hujan untuk menjaga ketersediaan air selama musim kemarau. Selain itu, kesiapsiagaan terhadap potensi bencana juga perlu ditingkatkan, terutama dalam mengantisipasi krisis air bersih dan kebakaran lahan.
Di sisi lain, kondisi kemarau panjang juga dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan produksi garam rakyat, sebagai peluang ekonomi di tengah tantangan musim kering.
Kesimpulan
Dengan memahami prediksi ini sejak awal, diharapkan masyarakat dan pemangku kepentingan dapat mengambil langkah mitigasi yang tepat guna mengurangi dampak negatif musim kemarau 2026 di Jawa Timur.







