Pada Sabtu (4/4/2026) malam, warga di wilayah Lampung digegerkan oleh munculnya benda bercahaya yang melintas di langit selama sekitar satu menit. Fenomena ini disertai dengan suara dentuman keras yang memicu kepanikan di kalangan masyarakat.
Benda misterius tersebut terlihat dengan mata telanjang di atas wilayah Lampung Timur, Kota Metro, hingga Lampung Selatan. Beberapa warga awalnya mengira bahwa benda itu adalah rudal yang nyasar dari Iran. Dalam rekaman video yang beredar, seseorang terdengar bertanya, “Rudal itu dari Iran apa ya?” hal ini menunjukkan ketakutan dan kebingungan yang dialami masyarakat.
Humas Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Riri Fitriandi, bersama timnya yang sedang berada di lapangan juga mengaku melihat fenomena tersebut. Ia menyatakan bahwa penampakan benda langit tersebut sangat jelas terlihat dari Lampung Timur. Meski sempat menarik perhatian, tidak ada kepanikan yang terjadi di lokasi.
“Enggak sih, tidak ada kepanikan,” tambahnya. Ia juga menyampaikan dugaan awal bahwa benda langit tersebut bukan meteor, melainkan kemungkinan serpihan benda buatan manusia yang terbakar saat memasuki atmosfer Bumi.
Sebelum benda langit tersebut muncul, beberapa warga mengaku mendengar suara dentuman keras. Hal ini memperkuat kekhawatiran bahwa benda tersebut bisa saja merupakan rudal atau objek asing. Wanda, warga Desa Negeri Tua, menceritakan detik-detik saat dirinya menyaksikan benda tersebut melintas tepat di atas rumahnya.
“Awalnya kaget karena ada suara dentuman. Setelah saya keluar rumah, saya makin kaget melihat ada benda langit itu.” Ia juga menyebutkan bahwa puluhan tetangganya berhamburan keluar rumah untuk mengabadikan momen langka tersebut.
Kepanikan juga melanda warga Hindu di wilayah setempat yang tengah melaksanakan ibadah di pura saat cahaya pijar itu melintas di atas mereka.
Laboran Observatorium Astronomi Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Adhitya Oktaviandra, menyebut bahwa benda yang terlihat bersinar itu bukanlah meteor atau komet. Adit menduga bahwa benda misterius tersebut merupakan sampah antariksa yang berasal dari sisa roket asal China, yang masuk kembali ke orbit Bumi.
Mahasiswa Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan ITERA, Irsyad Al Akbar, mengamini dugaan Adit tersebut. Irsyad menjelaskan, berdasarkan hasil pengamatannya, fenomena tersebut lebih mengarah pada sampah antariksa (space debris) yang masuk kembali ke atmosfer Bumi.
Irsyad juga menyebut bahwa awalnya sempat muncul hipotesis bahwa benda bercahaya tersebut berkaitan dengan peluncuran misi Artemis 2. Namun, setelah ditelaah lebih lanjut, kemungkinan tersebut dinilai kecil.
Di antaranya peluncuran roket Falcon 9 dan Atlas oleh Amerika Serikat yang berpotensi menghasilkan puing antariksa yang kemudian masuk ke atmosfer. Data tersebut diperkuat oleh informasi pelacakan objek antariksa yang dapat diakses secara publik melalui situs pemantauan orbit satelit dan debris.
Dari berbagai sumber dan analisis yang telah dihimpun, Irsyad menyimpulkan bahwa fenomena cahaya tersebut sangat kecil kemungkinannya merupakan meteor atau komet. “Untuk sementara, data yang ada mengarah kuat bahwa benda itu adalah sampah antariksa. Bahkan, ada indikasi spesifik bahwa objek tersebut merupakan bagian dari badan roket CZ-3B R/B milik China,” tambahnya.
Fenomena masuknya sampah antariksa ke atmosfer sebenarnya bukan hal yang jarang terjadi. Ketika memasuki lapisan atmosfer, gesekan dengan udara menyebabkan objek terbakar dan menimbulkan cahaya terang yang sering disalahartikan sebagai meteor oleh masyarakat.
Irsyad pun mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi visual yang belum terverifikasi di media sosial, serta menunggu penjelasan resmi dari lembaga terkait.
[Foto: ]
[Foto: ]
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…