Pria Tanggamus Ditangkap Setelah Hampir Setahun Lakukan Pungli

Penangkapan Terduga Pelaku Pungli di Jalinbar

Seorang pria berinisial JK (50), warga Pekon Negeri Ngarip, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, diduga telah melakukan praktik pungutan liar (pungli) terhadap sopir truk yang melintas di Jalan Raya Lintas Barat (Jalinbar) selama hampir satu tahun. Aksi tersebut menimbulkan keresahan di kalangan sopir yang sering dimintai sejumlah uang saat melintas di wilayah tersebut.

Tim Tekab 308 Presisi Sat Reskrim Polres Tanggamus bersama Unit Reskrim Polsek Wonosobo akhirnya mengamankan JK pada Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 16.10 WIB di Pekon Negeri Ngarip. Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan dari masyarakat dan para sopir truk yang mengeluhkan maraknya pungli di jalur tersebut.

Bacaan Lainnya

“Berdasarkan laporan tersebut, tim langsung bergerak dan berhasil mengamankan terduga pelaku di Pekon Negeri Ngarip tanpa perlawanan,” ujar Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Khairul Yasin Ariga, Sabtu (18/4/2026).

Dari hasil pemeriksaan awal, JK mengakui perbuatannya yang telah berlangsung cukup lama. Meski saat penangkapan tidak ditemukan barang bukti pada dirinya, polisi tetap membawa yang bersangkutan ke Mapolsek Wonosobo untuk menjalani proses lebih lanjut.

AKP Khairul menjelaskan, pihaknya akan melakukan serangkaian langkah lanjutan, termasuk pemeriksaan saksi-saksi serta pembinaan terhadap pelaku. “Langkah selanjutnya yang kami lakukan adalah memeriksa saksi-saksi, melakukan pembinaan, serta membuatkan surat pernyataan agar pelaku tidak mengulangi perbuatannya,” jelasnya.

Ia juga menegaskan komitmen kepolisian dalam memberantas praktik pungli yang merugikan masyarakat dan pengguna jalan. Menurutnya, partisipasi aktif warga sangat dibutuhkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

“Masyarakat dapat menghubungi layanan 110, yang merupakan call center resmi Kepolisian Republik Indonesia dan siap melayani selama 24 jam,” tandasnya.

Tindakan yang Dilakukan oleh Polisi

Setelah penangkapan, polisi melakukan beberapa tindakan penting untuk memastikan kasus ini ditangani secara profesional. Berikut beberapa langkah yang dilakukan:

  • Pemeriksaan Saksi: Tim penyidik akan meminta keterangan dari saksi-saksi yang ada di lokasi kejadian. Hal ini bertujuan untuk memperkuat bukti-bukti yang ada dan memastikan bahwa semua fakta terungkap.
  • Pembinaan Terhadap Pelaku: Selain proses hukum, polisi juga akan memberikan pembinaan kepada pelaku agar tidak mengulangi perbuatan yang tidak sesuai dengan hukum.
  • Surat Pernyataan: Pelaku akan diminta untuk membuat surat pernyataan yang menyatakan bahwa ia tidak akan mengulangi perbuatan yang sama di masa depan.

Peran Masyarakat dalam Pemberantasan Pungli

Komunitas masyarakat memiliki peran penting dalam pemberantasan pungli. Dengan adanya kesadaran dan partisipasi aktif, kejahatan seperti pungli dapat diminimalisir. Berikut beberapa cara masyarakat dapat berkontribusi:

  • Melaporkan Kejadian: Masyarakat dapat melaporkan kejadian pungli kepada pihak berwajib melalui saluran resmi seperti layanan 110.
  • Menjaga Keamanan Bersama: Masyarakat bisa bekerja sama dengan aparat kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar.
  • Meningkatkan Kesadaran: Melalui sosialisasi dan edukasi, masyarakat dapat meningkatkan kesadaran tentang bahaya pungli dan bagaimana menghindarinya.

Langkah-Langkah yang Harus Diambil

Untuk memastikan keadilan dan keamanan, berikut beberapa langkah yang harus diambil oleh pihak berwenang:

  • Penyelidikan Mendalam: Menyelidiki seluruh aspek kejadian pungli yang terjadi selama hampir satu tahun.
  • Pemrosesan Hukum: Memproses pelaku secara hukum sesuai dengan aturan yang berlaku.
  • Evaluasi Kinerja: Evaluasi kinerja aparat kepolisian dalam menangani kasus pungli untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas.


Pos terkait