Kecelakaan di Rel Bengkong, Solo
Seorang perempuan yang dikenal sebagai emak-emak mengalami kecelakaan di rel Bengkong, Purwosari, Kota Solo, pada Minggu (19/4/2026). Kejadian ini terjadi saat korban sedang mengendarai sepeda motor Honda Beat dan terlibat tabrakan dengan KA Batara Kresna.
Korban diketahui mengalami luka lecet dan sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, menurut keterangan dari pihak rumah sakit, kondisi korban tidak mengalami luka serius.
Identitas Korban Terungkap
Setelah dilakukan pemeriksaan dan koordinasi dengan pihak terkait, identitas korban akhirnya terungkap. Korban adalah seorang perempuan berinisial TW, warga Brengosan, Kelurahan Purwosari, Kota Solo. Insiden kecelakaan tersebut terjadi di Jalan Slamet Riyadi, tepatnya di perlintasan rel bengkong Purwosari, pada pukul 08.54 WIB.
Sepeda motor Honda Beat putih bernomor polisi AD 5760 ZS yang dikendarai oleh TW terlibat tabrakan dengan KA Batara Kresna. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka-luka dan langsung dibawa ke RS Kasih Ibu untuk mendapatkan perawatan.
Penjelasan dari Pihak Kepolisian
Kanit Gakkum IPTU Vebby Laveri melalui Kasubnit II Gakkum Satlantas Polresta Surakarta, Iptu Yuli Nurus Yani, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, kecelakaan terjadi sekitar pukul 08.54 WIB antara KA Batara Kresna dengan sepeda motor Honda Beat.
“Benar telah terjadi laka lantas sekitar pukul 08.54 WIB antara KA Batara Kresna dengan sepeda motor Honda Beat. Untuk korban mengalami luka lecet dan sempat dibawa ke RS Kasih Ibu. Korban berinisial TW, warga Brengosan, Purwosari,” jelas Yuli.
Pihak kepolisian juga menyatakan bahwa mereka telah berkoordinasi dengan pihak KAI dan rumah sakit setelah identitas korban diketahui. Hal ini dilakukan agar proses penanganan kasus dapat lebih cepat dan efektif.
Tindakan Lanjutan
Selain itu, pihak kepolisian juga melakukan investigasi terkait penyebab kecelakaan tersebut. Dalam hal ini, mereka akan memeriksa kondisi jalur kereta api dan kondisi kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan. Tujuannya adalah untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Meskipun kecelakaan ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun insiden ini menjadi peringatan bagi pengendara kendaraan bermotor untuk lebih waspada ketika melewati perlintasan kereta api. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas dan menjaga keselamatan diri sendiri serta orang lain.
Kesimpulan
Kecelakaan di rel Bengkong, Solo, merupakan peristiwa yang menunjukkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga keselamatan lalu lintas. Meskipun korban hanya mengalami luka lecet, kejadian ini tetap menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Dengan adanya koordinasi antara pihak kepolisian, KAI, dan rumah sakit, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalisir dan masyarakat bisa merasa lebih aman saat menggunakan jalan umum.







