Universitas Hasanuddin (Unhas) telah memperketat pengawasan dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kecurangan dan menjaga integritas ujian. Sebanyak 15 lokasi ujian telah disiapkan dengan dukungan infrastruktur, perangkat, dan jaringan yang telah dievaluasi secara menyeluruh.
Pelaksanaan UTBK 2026 akan dimulai pada 21 April 2026. Ujian ini menjadi tahapan krusial dalam seleksi nasional masuk perguruan tinggi yang menuntut standar tinggi, terutama dalam aspek objektivitas, transparansi, dan integritas. Universitas Hasanuddin menegaskan komitmennya melalui evaluasi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan UTBK, sekaligus merespons sejumlah temuan kasus kecurangan yang terjadi di berbagai pusat ujian secara nasional pada pelaksanaan sebelumnya.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. drg. Muhammad Ruslin, melakukan monitoring pra-UTBK di seluruh lokasi ujian. Peninjauan dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 13 April 2026 di Kampus Tamalanrea dan 14 April 2026 di Kampus Gowa. Peninjauan mencakup evaluasi kondisi ruangan, kelayakan perangkat komputer, stabilitas jaringan, hingga efektivitas sistem keamanan.
“Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi risiko terhadap potensi kendala teknis maupun non-teknis yang dapat mengganggu kelancaran ujian. Pengecekan ini kami lakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah potensi kecurangan dalam pelaksanaan UTBK di Unhas,” ujar Prof. Ruslin.
Dari hasil monitoring, terdapat sejumlah catatan evaluatif yang menjadi perhatian, di antaranya optimalisasi pengawasan berbasis Closed Circuit Television (CCTV) di beberapa titik strategis. Penambahan CCTV menjadi bagian penting sebagai upaya penguatan aspek sekuriti dan peningkatan sistem keamanan, guna memastikan proses ujian berlangsung secara jujur, transparan, dan terkendali.
Selain itu, penguatan stabilitas jaringan dan sistem cadangan (redundansi), serta penyesuaian teknis perangkat pendukung juga menjadi fokus evaluasi. Hal ini dinilai penting agar pelaksanaan UTBK berjalan sesuai standar operasional dan minim gangguan.
Unhas juga melakukan rasionalisasi lokasi dan ruang ujian sebagai bagian dari optimalisasi penyelenggaraan. Kebijakan ini bertujuan menyesuaikan kapasitas serta memastikan distribusi peserta lebih proporsional. Dengan demikian, setiap peserta mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengikuti ujian.
“Pemeriksaan ini mencerminkan kesiapan Unhas dalam menyelenggarakan UTBK SNBT 2026. Kami memastikan seluruh aspek, mulai dari infrastruktur, sistem teknologi, hingga pengawasan, telah berjalan sesuai standar guna menjaga kualitas dan integritas pelaksanaan ujian,” ujarnya.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Unhas berharap pelaksanaan UTBK SNBT 2026 dapat berlangsung secara efektif, tertib, dan bebas dari praktik kecurangan. “Dengan persiapan yang matang, kami berharap pelaksanaan UTBK SNBT 2026 di Unhas dapat berjalan lancar, tertib, dan bebas dari kecurangan,” pungkasnya.
Komitmen ini sekaligus menegaskan upaya Unhas dalam menjaga kredibilitas dan akuntabilitas proses seleksi nasional, melalui penguatan tata kelola ujian yang berlandaskan prinsip integritas akademik, keadilan, dan transparansi.
Dewa United mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pemain Bhayangkara U-20 terhadap rekan mereka di…
Telur ayam menjadi salah satu bahan makanan yang sangat populer karena mudah ditemukan, kaya akan…
Warga Kudus Nyaris Menghakimi Pria yang Mencuri Ponsel Pada hari Sabtu (4/4/2026), seorang pria berambut…
JAKARTA, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia baru saja meluncurkan buku yang berjudul "Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan…
Kecelakaan Beruntun di Probolinggo Tewaskan Empat Orang dari Satu Keluarga Kecelakaan maut yang melibatkan enam…
Bupati Banyuwangi Ajak Diaspora Jadi Agen Pembangunan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengajak diaspora Banyuwangi yang…