Selat Hormuz kembali menjadi pusat perhatian setelah Iran memutuskan untuk menutupnya kembali. Keputusan ini diambil setelah Amerika Serikat (AS) menolak menghentikan blokade terhadap kapal yang ingin masuk dan keluar dari Iran. Penutupan tersebut menjadi tanda ketegangan antara dua negara besar tersebut.
Presiden AS, Donald Trump, memberikan reaksi terhadap tindakan Iran. Ia menyatakan bahwa Iran bertindak sedikit gegabah dan tidak bisa memeras AS. Meskipun begitu, Trump menegaskan bahwa pembicaraan untuk perundingan damai masih berjalan dengan baik.
Sehari sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan bahwa Iran akan membuka Selat Hormuz setelah gencatan senjata Israel-Lebanon terjadi. Namun, Trump menegaskan bahwa blokade tersebut hanya akan dihentikan jika kesepakatan dengan Iran tercapai, termasuk tentang program nuklirnya.
Meski kembali ditutup, Trump tetap menegaskan bahwa dialog dengan Iran berjalan baik. “Kami akan berbicara dengan mereka. Kami juga memiliki beberapa informasi di akhir hari,” katanya dikutip dari The Times of Israel.
“Iran sedikit gegabah dengan kembali menutup Selat Hormuz. Mereka ingin menutupnya kembali, mereka tak bisa memeras kami,” ucapnya, dikutip dari kompas.tv.
Pernyataan militer Iran menyebutkan bahwa kontrol Selat Hormuz telah kembali seperti semula, di bawah manajemen dan kontrol pasukan bersenjata, selama blokade AS ke pelabuhan Iran tetap dilakukan. Sementara itu, Dewan Keamanan Nasional Iran mengatakan bahwa Selat Hormuz tetap di bawah kontrol Iran hingga perang sepenuhnya berakhir, dan perdamaian berkepanjangan dicapai di kawasan tersebut.
Sebelumnya, Iran mengkritik Donald Trump karena dinilai sering berubah-ubah dalam perkataannya. Iran juga menyebut Trump banyak omong hingga keseringan ngetweet di media sosial X. Iran merasa bingung dengan sikap Trump tersebut.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, pada Sabtu (18/4/2026), saat berbicara kepada awak media di sela-sela Forum Diplomatik Antalya di Turkiye. “Dia mengatakan hal-hal kontradiktif dalam pernyataan yang sama,” kata Khatibzadeh, menanggapi pernyataan Trump soal ancaman aksi militer baru terhadap Teheran.
Ia juga menilai presiden ke-45 dan 47 AS itu terlalu banyak berbicara, termasuk melalui media sosial. “Pihak Amerika banyak nge-tweet di Twitter, banyak bicara. Terkadang membingungkan, terkadang, Anda tahu, kontradiktif,” lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Khatibzadeh menegaskan bahwa Iran tidak menginginkan konflik bersenjata. Ia menyebut perang tidak akan membawa hasil positif bagi pihak mana pun, tetapi Iran tetap siap membela diri jika diserang. “Kami akan berjuang sampai prajurit Iran terakhir,” tegasnya.
Ia juga memastikan sikap Iran terhadap tekanan dari Washington tidak berubah. “Apa yang akan kami lakukan sudah cukup jelas. Kami akan membela (negara) secara heroik dan patriotik … Sebagai peradaban tertua di Bumi,” kata Khatibzadeh.
Wamenlu Iran itu turut menanggapi tuduhan AS yang menuding Teheran mengancam kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Ia menegaskan bahwa Iran justru berupaya menjaga jalur tersebut tetap aman bagi kapal komersial. “Amerika tidak dapat memaksakan kehendak mereka untuk mengepung Iran sementara Iran, dengan niat baik, berusaha memfasilitasi jalur aman melalui Selat Hormuz,” ujarnya.
Menurut dia, Iran sudah berinisiatif membuka jalur aman bagi kapal dagang di Selat Hormuz selama masa gencatan senjata Israel-Lebanon, disertai syarat adanya koordinasi dengan otoritas maritim Iran. Namun, Khatibzadeh menuding AS-lah yang berupaya menggagalkan langkah tersebut.
Ia juga mengingatkan pelanggaran terhadap kesepakatan dapat menimbulkan konsekuensi. “Jika ketentuan gencatan senjata dilanggar dan Amerika tidak menghormati komitmen, akan ada konsekuensi bagi mereka,” ancam dia.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…