Harga emas hari ini, Senin (20/4/2026), tercatat stabil di berbagai pemasok seperti Galeri 24, Antam, dan UBS. Emas sering kali dianggap sebagai instrumen safe-haven atau aset aman yang digunakan untuk menjaga nilai kekayaan dari ancaman inflasi. Namun, harga emas di pasar internasional tidak selalu tetap, melainkan cenderung berfluktuasi tergantung pada berbagai faktor ekonomi dan politik.
Beberapa faktor yang memengaruhi pergerakan harga emas antara lain kebijakan ekonomi, kondisi geopolitik, nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS), serta tingkat permintaan pasar. Tahun ini, harga emas mencapai titik tertinggi dengan harganya melampaui Rp3 juta per gram.
Pada hari ini, harga emas terpantau stabil, sama seperti hari sebelumnya. Berikut adalah daftar harga emas dari berbagai pemasok:
Pengamat ekonomi memproyeksikan bahwa koreksi harga emas saat ini terjadi akibat adanya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Dosen sekaligus pengamat ekonomi Universitas Islam Nusantara (Uninus), Mochammad Rizaldy Insan Baihaqqy, mengatakan bahwa koreksi harga emas dalam situasi ini merupakan hal yang wajar.
“Sebelumnya harga emas sempat naik karena meningkatnya tensi geopolitik,” ujarnya. “Ketika situasi mulai mereda, permintaan terhadap aset safe-haven seperti emas cenderung menurun, ditambah aksi ambil untung dari investor.”
Diketahui, pada Oktober hingga Desember 2025, harga emas bergerak naik secara bertahap dari kisaran Rp2,2 juta menuju Rp2,5 juta per gram. Pada Januari 2026, kenaikan menjadi lebih tajam dengan harga mendekati Rp3 juta per gram, menandai fase bullish yang dipicu sentimen global dan peningkatan permintaan.
Memasuki Februari hingga Maret 2026, harga emas sempat menyentuh level tertinggi di kisaran Rp3 juta per gram, namun pergerakannya mulai fluktuatif. Sementara itu, pada Maret hingga April 2026, harga emas mengalami koreksi dan turun ke kisaran Rp2,7 juta hingga Rp2,85 juta per gram.
Meski demikian, koreksi ini dinilai Rizaldy sebagai penyesuaian wajar setelah lonjakan tajam sebelumnya dan peluang rebound harga emas masih terbuka. Hal ini karena gencatan senjata yang terjadi saat ini belum tentu bersifat permanen, sehingga ketidakpastian global masih tetap ada.
“Selama risiko tersebut belum benar-benar hilang, emas masih akan menjadi pilihan investor untuk menjaga nilai aset,” ucapnya.
Rizaldy memproyeksikan, bila ke depan Iran dan Amerika Serikat benar-benar mencapai perdamaian yang stabil, maka harga emas berpotensi mengalami tekanan lebih lanjut. “Investor kemungkinan akan mulai beralih ke instrumen yang lebih berisiko seperti saham. Namun penurunan harga emas biasanya tidak terlalu dalam, karena tetap dipengaruhi oleh faktor lain seperti inflasi global dan kebijakan suku bunga,” jelasnya.
Dia menambahkan, secara keseluruhan, dalam jangka pendek harga emas cenderung bergerak fluktuatif. Sebab, dalam jangka menengah masih memiliki potensi untuk kembali menguat, terutama jika ketidakpastian global kembali meningkat.
bali. Pecatu – Seorang tubuh tanpa identitas ditemukan terdampar di pesisir Pantai Savaya, Desa Pecatu,…
Kenaikan Harga BBM dan LPG Nonsubsidi Menghimpit Kelas Menengah Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM)…
Pertandingan Monaco vs Marseille: Momentum dan Strategi di Ligue 1 Pekan ke-28 Ligue 1 akan…
Kemenangan Penting Manchester City atas Arsenal Manchester City berhasil meraih kemenangan penting 2-1 atas Arsenal…
Ketegangan antara Donald Trump dan Iran semakin memanas. Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan akan mengirim…
Chord Gitar dan Lirik Lagu "Kala Ku Cari Damai" oleh GKDI Worship Lagu "Kala Ku…