Categories: Lokal

Semarak Pawai Obor Malam Paskah GMIM Imanuel Bahu Manado Diikuti Ribuan Jemaat

Ribuan Jemaat GMIM Imanuel Bahu Ikuti Pawai Obor Malam Paskah

Ribuan anggota jemaat Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM) Imanuel Bahu, yang berada di Wilayah Manado Barat Daya (MBD), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), turut serta dalam pawai obor malam Paskah. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 4 April 2026, dan menjadi bagian dari tradisi yang terus dilestarikan oleh gereja tersebut.

Pawai obor ini tidak hanya sekadar ritual tahunan, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat rasa kebersamaan dan kekompakan antar jemaat. Dalam pelaksanaannya, seluruh jemaat dari kolom 1 hingga 28 turut serta, termasuk para Pelayan Khusus seperti Penatua dan Diaken. Setiap kolom membawa obor yang terbuat dari bambu dan menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar.

Kegiatan ini dimulai dengan arak-arakan yang dilepas oleh Ketua BPMJ, Pdt Shedy Irene Kesek STh, didampingi Wakil Ketua, Pnt Herman Nayoan; Sekretaris Jemaat, Dkn Yaulie Rindengan, serta Ketua Panitia Hari-hari Raya Gereja (H2RG) 2026, Pnt Marnex Berhimpong. Arak-arakan ini melintasi wilayah pelayanan GMIM Imanuel Bahu, sambil diiringi nyanyian rohani dan sorak-sorai jemaat.

Selain obor, beberapa jemaat juga membawa lampion dan lampu elektrik. Selama perjalanan, jemaat terlihat sangat antusias dalam menyanyikan lagu-lagu rohani bertema Paskah. Hal ini mencerminkan penghayatan mereka terhadap Kristus yang bangkit. Beberapa kolom bahkan menampilkan aksi teatrikan Via Dolorosa (Jalan Sengsara) Yesus, sehingga memberikan nuansa spiritual yang mendalam.

Ketua Panitia H2RG, Pnt Marnex Berhimpong, menjelaskan bahwa pawai obor merupakan tradisi yang telah lama diterapkan dalam menyambut Paskah. “Kegiatan ini juga menjadi momen penting untuk mempererat kebersamaan persekutuan jemaat,” ujarnya. Pnt Marnex, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Pria Kaum Bapa (P/KB), menilai bahwa pawai obor bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi juga sarana untuk meningkatkan kesadaran akan makna Paskah secara lebih mendalam.

Ibadah Paskah GMIM Imanuel Bahu sendiri dilaksanakan pada Minggu, 5 April 2026, mulai pukul 09.00 WITA. Acara ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi jemaat untuk merenungkan makna kemenangan Kristus atas maut dan menginspirasi kehidupan sehari-hari.

Kehadiran ribuan jemaat dalam pawai obor menunjukkan betapa kuatnya semangat keagamaan dan komunitas di lingkungan gereja. Tradisi ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai iman, tetapi juga menjadi wujud kebersamaan yang erat antar sesama jemaat.

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Istighotsah Kubro di Kampung Family: Seruan Damai dan Solidaritas Dunia

Istighosah Kubro di Jakarta Selatan untuk Perdamaian Dunia Kegiatan istighosah kubro digelar di kawasan Kampung…

42 menit ago

WhatsApp iOS: Terjemahan Otomatis Hadir

WhatsApp Semakin Canggih: Terjemahan Otomatis Hadir untuk Komunikasi Tanpa Batas Dunia komunikasi digital terus berkembang,…

1 jam ago

Pemerintah Tanggung Biaya Rehabilitasi Gempa Sulut-Malut

Pemerintah Akan Tanggung Biaya Kerusakan Akibat Gempa di Sulawesi Utara dan Maluku Utara Kepala Badan…

3 jam ago

Apakah Ada Demo di Jakarta Hari Ini? Waspadai Kemacetan

Informasi Terkini: Tidak Ada Aksi Demo di Jakarta Hari Ini Hingga Senin (23/3/2026) pukul 06.31…

4 jam ago

Ajudan Gubernur Jambi Hubungi Chilva, Uang Tiket Kamboja Dikirim Senin

Kabar Gembira bagi Korban Penipuan Lowongan Kerja di Kamboja Beberapa korban penipuan lowongan kerja di…

4 jam ago

Prakiraan Cuaca Lampung 5 April 2026: Hujan Siang Sampai Malam

Prakiraan Cuaca Lampung Pada Hari Ini Pada hari Minggu, 5 April 2026, prakiraan cuaca di…

5 jam ago