Categories: Berita

Ajudan Gubernur Jambi Hubungi Chilva, Uang Tiket Kamboja Dikirim Senin

Kabar Gembira bagi Korban Penipuan Lowongan Kerja di Kamboja

Beberapa korban penipuan lowongan kerja di Kamboja yang berasal dari Jambi kini mendapatkan kabar baik terkait rencana kepulangannya ke Indonesia. Mereka mengatakan telah menerima informasi dari pihak pemerintah provinsi setempat, termasuk pernyataan resmi dari gubernur.

Seorang korban asal Jambi, Chilva Shety Priyanka Elwani, mengungkapkan bahwa dirinya telah dihubungi oleh ajudan Gubernur Jambi, Al Haris. Ia menyebutkan bahwa pada hari Senin akan ada pengiriman uang tiket untuk pulang ke Indonesia.

“Senin akan mengirimkan uang tiket,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Minggu (5/4/2026). Dalam percakapan telepon pada Sabtu (4/4/2026) kemarin, Chilva mengatakan bahwa ia sudah berbicara langsung dengan Gubernur Jambi. Ia menegaskan bahwa Gubernur Al Haris akan mengirimkan uang tiket pulang dari Kamboja ke Indonesia pada hari Senin (6/4/2026) mendatang.

Chilva menyebutkan bahwa tiket tersebut diperuntukkan bagi tiga warga asal Jambi, dua di antaranya adalah Andri Budi Sanjaya dan Syehdi. Ia juga menyatakan bahwa akan segera memverifikasi kelanjutan kabar tersebut dengan pihak terkait.

“Nanti Senin saya infokan lagi kelanjutannya gimana sama Gubernur,” ucapnya.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh korban lainnya, Andri Budi Sanjaya. Ia mengatakan bahwa Gubernur Jambi telah menghubungi Mbak Chilva, dan uang tiket akan dikirimkan pada hari Senin.

Rencana Kepulangan 17 WNI

Sementara itu, Ananda Rizkiyanto, salah satu korban loker scam asal Jambi yang berada di Imigrasi Sihanoukville, Kamboja, menyebutkan bahwa sekitar 17 WNI akan segera pulang dari sana. Ia mengatakan bahwa hanya dirinya dan satu orang lagi yang masih tersisa di negara tersebut.

“WNI akan pulang sekitar 17 orang, tersisa aku berdua disini WNI nya. Tanggal 10 April mereka pulang,” katanya.

Ananda juga menjelaskan bahwa bagi WNI yang kurang mampu, harga tiket kepulangan diturunkan menjadi 150 USD. Saat ini, ia tidak mengetahui nasibnya di negara tersebut karena sudah berada di sana selama sekitar empat bulan.

“Gak tahu kami masuk deportasi aku rasa, karena sudah lama di sini, 4 bulan,” pungkasnya.


Redaksi

Recent Posts

Pemerintah Tanggung Biaya Rehabilitasi Gempa Sulut-Malut

Pemerintah Akan Tanggung Biaya Kerusakan Akibat Gempa di Sulawesi Utara dan Maluku Utara Kepala Badan…

27 menit ago

Apakah Ada Demo di Jakarta Hari Ini? Waspadai Kemacetan

Informasi Terkini: Tidak Ada Aksi Demo di Jakarta Hari Ini Hingga Senin (23/3/2026) pukul 06.31…

1 jam ago

Prakiraan Cuaca Lampung 5 April 2026: Hujan Siang Sampai Malam

Prakiraan Cuaca Lampung Pada Hari Ini Pada hari Minggu, 5 April 2026, prakiraan cuaca di…

3 jam ago

Benda Langit Misterius Melintasi Langit OKI, Peneliti Sebut Sampah Antariksa

Fenomena Benda Langit Misterius di OKI dan Sekitar Pada Sabtu malam, masyarakat Kabupaten Ogan Komering…

4 jam ago

Berita Baik untuk Persib Jelang Lawan Semen Padang

Jabar. Kota Bandung – Julio Cesar, pemain Persib, telah kembali ke lapangan setelah mengalami cedera…

5 jam ago

Denada ungkap kisah Ressa, pastikan tak pernah abaikan anak

Pengakuan Emosional Denada Tambunan tentang Putranya, Ressa Rizky Rossano Denada Tambunan, seorang penyanyi sekaligus aktris…

5 jam ago